Doa Setelah Adzan & Ketika Mendengar Adzan

Doa Setelah Adzan 1

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا

Wa anaa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh, rodhiitu billaahi robbaa, wa bi muhammadin rosuulaa, wa bil islaami diinaa.

Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Aku rela Allah sebagai Tuhanku, Muhammad sebagai Rasulku dan Islam sebagai agamaku (yang benar). (Dibaca setelah muadzin membaca syahadat).

HR. Ibnu Khuzaimah 1/220.

Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Setelah Adzan 2

Membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu’alaihi wasallam sesudah adzan.

HR. Muslim 1/288.

Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Setelah Adzan 3

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَـٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ

Allaahumma robba haadzihid-da’watit-taammah, wash-sholaatil qoo-imah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’ats-hu maqooman mahmuudanil-ladzii wa ‘adtah.

Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (adzan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.

HR. Al-Bukhari 1/152.

Keterangan:
Cara membacanya adalah “…muhammadanil wasiilata…” dan “…mahmuudanil-ladzii…”, yaitu ada tambahan nun wiqoyah (dibaca “ni”).

Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Setelah Adzan 4

Berdoa untuk diri sendiri antara adzan dan iqamah, sebab doa pada waktu itu dikabulkan.

HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ahmad. Lihat Irwa’ul Ghalil 1/262.

Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Ketika Mendengar Adzan

Seseorang yang mendengarkan adzan, hendaklah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, kecuali dalam kalimat: Hayya ‘alash shalaah dan Hayya ‘alal falaah. Maka mengucapkan:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

HR. Al-Bukhari 1/152 dan Muslim 1/288.

Sumber: Hisnul Muslim.