SURAT HUD – Al Quran dan Terjemahan

Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus. Surat ini dinamai surat Huud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Huud a.s. dan kaumnya dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh a.s., Shaleh a.s., Ibrahim a.s., Luth a.s., Syu’aib a.s. dan Musa a.s.

Pokok-pokok isi surat hud

1. Keimanan:
Adanya ‘Arsy Allah; kejadian alam dalam 6 phase; adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

2 Hukum-hukum:
Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan; tidak boleh berlaku sombong; tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

3 Kisah-kisah:
Kisah Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Huud a.s. dan kaumnya; kisah Shaleh a.s. dan kaumnya; kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya; kisah Syu’aib a.s. dan kaumnya; kisah Luth a.s. dan kaumnya; kisah Musa a.s. dan kaumnya.

4. Dan lain-lain.
Pelajaran-peIajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi; air sumber segala kehidupan; sembahyang itu memperkuat iman; sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum.

Surat Hud

Surat Hud dan Terjemahnya

Terjemahan Surat Hud
Surat Hud Arab
Ayat
Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun
dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi
(Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
الر
كِتَابٌ
أُحْكِمَتْ
آيَاتُهُ
ثُمَّ فُصِّلَتْ
مِنْ لَدُنْ
حَكِيمٍ
خَبِيرٍ
1
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku
(Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu
daripada-Nya,
أَلا
تَعْبُدُوا
إِلا
اللَّهَ
إِنَّنِي لَكُمْ
مِنْهُ نَذِيرٌ
وَبَشِيرٌ
2
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat
kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah
ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai
keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku
takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
وَأَنِ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
ثُمَّ
تُوبُوا
إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ
مَتَاعًا
حَسَنًا
إِلَى أَجَلٍ
مُسَمًّى
وَيُؤْتِ
كُلَّ ذِي
فَضْلٍ فَضْلَهُ
وَإِنْ
تَوَلَّوْا
فَإِنِّي
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ كَبِيرٍ
3
Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu.
إِلَى
اللَّهِ
مَرْجِعُكُمْ
وَهُوَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ
4
Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada
mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu
mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka
sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala isi hati.
أَلا
إِنَّهُمْ
يَثْنُونَ
صُدُورَهُمْ
لِيَسْتَخْفُوا
مِنْهُ أَلا
حِينَ
يَسْتَغْشُونَ
ثِيَابَهُمْ
يَعْلَمُ
مَا
يُسِرُّونَ
وَمَا يُعْلِنُونَ
إِنَّهُ
عَلِيمٌ
بِذَاتِ الصُّدُورِ
5
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan
Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang
itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata
(Lohmahfuz).
وَمَا
مِنْ
دَابَّةٍ
فِي الأرْضِ
إِلا عَلَى
اللَّهِ رِزْقُهَا
وَيَعْلَمُ
مُسْتَقَرَّهَا
وَمُسْتَوْدَعَهَا
كُلٌّ فِي
كِتَابٍ مُبِينٍ
6
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
dan adalah Arasy-Nya di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu
yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah):
“Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya
orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir
yang nyata”.
وَهُوَ
الَّذِي
خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ
فِي سِتَّةِ
أَيَّامٍ
وَكَانَ
عَرْشُهُ
عَلَى الْمَاءِ
لِيَبْلُوَكُمْ
أَيُّكُمْ أَحْسَنُ
عَمَلا
وَلَئِنْ
قُلْتَ
إِنَّكُمْ
مَبْعُوثُونَ
مِنْ بَعْدِ
الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
إِنْ هَذَا
إِلا سِحْرٌ
مُبِينٌ
7
Dan sesungguhnya jika kami undurkan azab dari mereka sampai
kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata: “Apakah
yang menghalanginya?” Ingatlah, di waktu azab itu datang kepada mereka
tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang
dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.
وَلَئِنْ
أَخَّرْنَا
عَنْهُمُ
الْعَذَابَ
إِلَى
أُمَّةٍ مَعْدُودَةٍ
لَيَقُولُنَّ
مَا
يَحْبِسُهُ
أَلا يَوْمَ
يَأْتِيهِمْ
لَيْسَ مَصْرُوفًا
عَنْهُمْ
وَحَاقَ
بِهِمْ مَا
كَانُوا
بِهِ
يَسْتَهْزِئُونَ
8
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari
Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus
asa lagi tidak berterima kasih.
وَلَئِنْ
أَذَقْنَا
الإنْسَانَ
مِنَّا رَحْمَةً
ثُمَّ نَزَعْنَاهَا
مِنْهُ
إِنَّهُ
لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
9
Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang
menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu
dari padaku”; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,
وَلَئِنْ
أَذَقْنَاهُ
نَعْمَاءَ
بَعْدَ ضَرَّاءَ
مَسَّتْهُ
لَيَقُولَنَّ
ذَهَبَ
السَّيِّئَاتُ
عَنِّي
إِنَّهُ
لَفَرِحٌ فَخُورٌ
10
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan
amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
إِلا
الَّذِينَ
صَبَرُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
أُولَئِكَ
لَهُمْ
مَغْفِرَةٌ
وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
11
Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebahagian dari apa
yang diwahyukan kepadamu dan sempit karenanya dadamu, karena khawatir bahwa
mereka akan mengatakan: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya
perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersama-sama dengan dia seorang
malaikat?” Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan
Allah Pemelihara segala sesuatu.
فَلَعَلَّكَ
تَارِكٌ
بَعْضَ مَا
يُوحَى إِلَيْكَ
وَضَائِقٌ
بِهِ
صَدْرُكَ
أَنْ
يَقُولُوا لَوْلا
أُنْزِلَ
عَلَيْهِ
كَنْزٌ أَوْ جَاءَ
مَعَهُ
مَلَكٌ
إِنَّمَا
أَنْتَ نَذِيرٌ
وَاللَّهُ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ وَكِيلٌ
12
Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al
Qur’an itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah
sepuluh surah-surah yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah
orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang
orang-orang yang benar”.
أَمْ
يَقُولُونَ
افْتَرَاهُ
قُلْ
فَأْتُوا
بِعَشْرِ سُوَرٍ
مِثْلِهِ
مُفْتَرَيَاتٍ
وَادْعُوا
مَنِ
اسْتَطَعْتُمْ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ إِنْ
كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
13
Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu)
itu maka (katakanlah olehmu): “Ketahuilah, sesungguhnya Al Qur’an itu
diturunkan dengan ilmu Allah dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka
maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?”
فَإِنْ
لَمْ
يَسْتَجِيبُوا
لَكُمْ
فَاعْلَمُوا
أَنَّمَا أُنْزِلَ
بِعِلْمِ
اللَّهِ
وَأَنْ لا
إِلَهَ إِلا
هُوَ فَهَلْ
أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
14
Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya,
niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan
sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
مَنْ
كَانَ
يُرِيدُ
الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا
وَزِينَتَهَا
نُوَفِّ
إِلَيْهِمْ
أَعْمَالَهُمْ
فِيهَا
وَهُمْ
فِيهَا لا
يُبْخَسُونَ
15
Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali
neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia
dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan?
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
لَيْسَ
لَهُمْ فِي
الآخِرَةِ
إِلا النَّارُ
وَحَبِطَ
مَا
صَنَعُوا
فِيهَا وَبَاطِلٌ
مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
16
Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang
mempunyai bukti yang nyata (Al Qur’an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh
seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab
Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Qur’an.
Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya
yang kafir kepada Al Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya
karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Qur’an itu. Sesungguhnya (Al
Qur’an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak
beriman.
أَفَمَنْ
كَانَ عَلَى
بَيِّنَةٍ
مِنْ رَبِّهِ
وَيَتْلُوهُ
شَاهِدٌ
مِنْهُ
وَمِنْ
قَبْلِهِ
كِتَابُ
مُوسَى
إِمَامًا
وَرَحْمَةً أُولَئِكَ
يُؤْمِنُونَ
بِهِ وَمَنْ
يَكْفُرْ
بِهِ مِنَ
الأحْزَابِ
فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ
فَلا تَكُ
فِي
مِرْيَةٍ
مِنْهُ إِنَّهُ
الْحَقُّ
مِنْ
رَبِّكَ
وَلَكِنَّ أَكْثَرَ
النَّاسِ لا
يُؤْمِنُونَ
17
Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat
dusta terhadap Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka dan para
saksi akan berkata: “Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap
Tuhan mereka”. Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang
yang lalim.
وَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنِ
افْتَرَى
عَلَى اللَّهِ
كَذِبًا أُولَئِكَ
يُعْرَضُونَ
عَلَى
رَبِّهِمْ وَيَقُولُ
الأشْهَادُ
هَؤُلاءِ
الَّذِينَ كَذَبُوا
عَلَى
رَبِّهِمْ
أَلا
لَعْنَةُ اللَّهِ
عَلَى
الظَّالِمِينَ
18
(yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) dari jalan Allah
dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang-orang
yang tidak percaya akan adanya hari akhirat.
الَّذِينَ
يَصُدُّونَ
عَنْ
سَبِيلِ
اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا
عِوَجًا
وَهُمْ
بِالآخِرَةِ
هُمْ
كَافِرُونَ
19
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk
(mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka
penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka
selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat
melihat (nya).
أُولَئِكَ
لَمْ
يَكُونُوا
مُعْجِزِينَ
فِي الأرْضِ
وَمَا كَانَ
لَهُمْ مِنْ
دُونِ
اللَّهِ
مِنْ أَوْلِيَاءَ
يُضَاعَفُ
لَهُمُ
الْعَذَابُ
مَا كَانُوا
يَسْتَطِيعُونَ
السَّمْعَ
وَمَا كَانُوا
يُبْصِرُونَ
20
Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan
lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
خَسِرُوا
أَنْفُسَهُمْ
وَضَلَّ عَنْهُمْ
مَا كَانُوا
يَفْتَرُونَ
21
Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling
merugi.
لا
جَرَمَ
أَنَّهُمْ
فِي
الآخِرَةِ
هُمُ الأخْسَرُونَ
22
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal
saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah
penghuni-penghuni surga mereka kekal di dalamnya.
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
وَأَخْبَتُوا
إِلَى
رَبِّهِمْ
أُولَئِكَ أَصْحَابُ
الْجَنَّةِ
هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
23
Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan
orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat
melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan
sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?
مَثَلُ
الْفَرِيقَيْنِ
كَالأعْمَى
وَالأصَمِّ وَالْبَصِيرِ
وَالسَّمِيعِ
هَلْ
يَسْتَوِيَانِ
مَثَلا
أَفَلا تَذَكَّرُونَ
24
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia
berkata): “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi
kamu,
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
نُوحًا
إِلَى قَوْمِهِ
إِنِّي لَكُمْ
نَذِيرٌ
مُبِينٌ
25
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku
khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan”.
أَنْ
لا
تَعْبُدُوا
إِلا
اللَّهَ
إِنِّي أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ
يَوْمٍ
أَلِيمٍ
26
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya:
“Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa)
seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu
melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja,
dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami,
bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”.
فَقَالَ
الْمَلأ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
مِنْ قَوْمِهِ
مَا نَرَاكَ
إِلا
بَشَرًا
مِثْلَنَا
وَمَا نَرَاكَ
اتَّبَعَكَ
إِلا
الَّذِينَ
هُمْ أَرَاذِلُنَا
بَادِيَ
الرَّأْيِ
وَمَا نَرَى
لَكُمْ عَلَيْنَا
مِنْ فَضْلٍ
بَلْ نَظُنُّكُمْ
كَاذِبِينَ
27
Berkata Nuh: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada
mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya,
tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu
menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?”
قَالَ
يَا قَوْمِ
أَرَأَيْتُمْ
إِنْ كُنْتُ
عَلَى بَيِّنَةٍ
مِنْ رَبِّي
وَآتَانِي
رَحْمَةً
مِنْ
عِنْدِهِ
فَعُمِّيَتْ
عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا
وَأَنْتُمْ
لَهَا كَارِهُونَ
28
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, aku tiada meminta harta
benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah
dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman.
Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu
suatu kaum yang tidak mengetahui”.
وَيَا
قَوْمِ لا
أَسْأَلُكُمْ
عَلَيْهِ مَالا
إِنْ أَجْرِيَ
إِلا عَلَى
اللَّهِ
وَمَا أَنَا
بِطَارِدِ
الَّذِينَ
آمَنُوا
إِنَّهُمْ مُلاقُو
رَبِّهِمْ
وَلَكِنِّي
أَرَاكُمْ
قَوْمًا
تَجْهَلُونَ
29
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, siapakah yang akan
menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu
mengambil pelajaran?”
وَيَا
قَوْمِ مَنْ
يَنْصُرُنِي
مِنَ اللَّهِ
إِنْ طَرَدْتُهُمْ
أَفَلا
تَذَكَّرُونَ
30
Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): “Aku
mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada
mengetahui yang gaib, dan tidak (pula) aku mengatakan: “Bahwa
sesungguhnya aku adalah malaikat”, dan tidak juga aku mengatakan kepada
orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: “Sekali-kali Allah
tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka”. Allah lebih mengetahui
apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, kalau begitu benar-benar
termasuk orang-orang yang lalim.
وَلا
أَقُولُ
لَكُمْ
عِنْدِي
خَزَائِنُ
اللَّهِ
وَلا أَعْلَمُ
الْغَيْبَ
وَلا
أَقُولُ
إِنِّي مَلَكٌ
وَلا
أَقُولُ
لِلَّذِينَ
تَزْدَرِي أَعْيُنُكُمْ
لَنْ
يُؤْتِيَهُمُ
اللَّهُ خَيْرًا
اللَّهُ
أَعْلَمُ
بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْ
إِنِّي
إِذًا
لَمِنَ
الظَّالِمِينَ
31
Mereka berkata: “Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah
dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka
datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu
termasuk orang-orang yang benar”.
قَالُوا
يَا نُوحُ
قَدْ
جَادَلْتَنَا
فَأَكْثَرْتَ
جِدَالَنَا
فَأْتِنَا
بِمَا
تَعِدُنَا
إِنْ كُنْتَ
مِنَ
الصَّادِقِينَ
32
Nuh menjawab: “Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu
kepadamu jika Dia menghendaki dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan
diri.
قَالَ
إِنَّمَا
يَأْتِيكُمْ
بِهِ
اللَّهُ إِنْ
شَاءَ وَمَا
أَنْتُمْ
بِمُعْجِزِينَ
33
Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak
memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia
adalah Tuhanmu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan”.
وَلا
يَنْفَعُكُمْ
نُصْحِي
إِنْ
أَرَدْتُ أَنْ
أَنْصَحَ لَكُمْ
إِنْ كَانَ
اللَّهُ
يُرِيدُ
أَنْ يُغْوِيَكُمْ
هُوَ
رَبُّكُمْ
وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
34
Malahan kaum Nuh itu berkata: “Dia cuma membuat-buat
nasihatnya saja”. Katakanlah: “Jika aku membuat-buat nasihat itu,
maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang
kamu perbuat”.
أَمْ
يَقُولُونَ
افْتَرَاهُ
قُلْ إِنِ
افْتَرَيْتُهُ
فَعَلَيَّ
إِجْرَامِي
وَأَنَا
بَرِيءٌ مِمَّا
تُجْرِمُونَ
35
Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan
beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu
janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan.
وَأُوحِيَ
إِلَى نُوحٍ
أَنَّهُ
لَنْ يُؤْمِنَ
مِنْ قَوْمِكَ
إِلا مَنْ
قَدْ آمَنَ
فَلا تَبْتَئِسْ
بِمَا
كَانُوا يَفْعَلُونَ
36
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu
Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang lalim itu;
sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
وَاصْنَعِ
الْفُلْكَ
بِأَعْيُنِنَا
وَوَحْيِنَا
وَلا تُخَاطِبْنِي
فِي
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
إِنَّهُمْ
مُغْرَقُونَ
37
Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin
kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: “Jika
kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu
sekalian mengejek (kami).
وَيَصْنَعُ
الْفُلْكَ
وَكُلَّمَا
مَرَّ
عَلَيْهِ
مَلأ مِنْ
قَوْمِهِ
سَخِرُوا
مِنْهُ
قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا
مِنَّا
فَإِنَّا
نَسْخَرُ مِنْكُمْ
كَمَا
تَسْخَرُونَ
38
Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab
yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal.”
فَسَوْفَ
تَعْلَمُونَ
مَنْ
يَأْتِيهِ
عَذَابٌ
يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ
عَلَيْهِ
عَذَابٌ
مُقِيمٌ
39
Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan
air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing
binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang
telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang
beriman.” Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
حَتَّى
إِذَا جَاءَ
أَمْرُنَا
وَفَارَ
التَّنُّورُ
قُلْنَا
احْمِلْ
فِيهَا مِنْ
كُلٍّ
زَوْجَيْنِ
اثْنَيْنِ
وَأَهْلَكَ
إِلا مَنْ سَبَقَ
عَلَيْهِ
الْقَوْلُ
وَمَنْ
آمَنَ وَمَا
آمَنَ
مَعَهُ إِلا قَلِيلٌ
40
Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan
menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya
Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَقَالَ
ارْكَبُوا
فِيهَا
بِسْمِ
اللَّهِ مَجْرَاهَا
وَمُرْسَاهَا
إِنَّ
رَبِّي
لَغَفُورٌ
رَحِيمٌ
41
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana
gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh
terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah
kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”
وَهِيَ
تَجْرِي
بِهِمْ فِي
مَوْجٍ
كَالْجِبَالِ
وَنَادَى نُوحٌ
ابْنَهُ
وَكَانَ فِي
مَعْزِلٍ
يَا بُنَيَّ
ارْكَبْ
مَعَنَا
وَلا تَكُنْ
مَعَ الْكَافِرِينَ
42
Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung
yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang
melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha
Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka
jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
قَالَ
سَآوِي
إِلَى
جَبَلٍ
يَعْصِمُنِي
مِنَ
الْمَاءِ قَالَ
لا عَاصِمَ
الْيَوْمَ
مِنْ أَمْرِ
اللَّهِ
إِلا مَنْ
رَحِمَ
وَحَالَ بَيْنَهُمَا
الْمَوْجُ
فَكَانَ
مِنَ الْمُغْرَقِينَ
43
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit
(hujan) berhentilah,” Dan air pun disurutkan, perintahpun diselesaikan
dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan:
“Binasalah orang-orang yang lalim.”
وَقِيلَ
يَا أَرْضُ
ابْلَعِي
مَاءَكِ
وَيَا
سَمَاءُ أَقْلِعِي
وَغِيضَ
الْمَاءُ
وَقُضِيَ
الأمْرُ
وَاسْتَوَتْ
عَلَى
الْجُودِيِّ
وَقِيلَ
بُعْدًا
لِلْقَوْمِ
الظَّالِمِينَ
44
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya
Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji
Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”
وَنَادَى
نُوحٌ
رَبَّهُ
فَقَالَ
رَبِّ إِنَّ
ابْنِي مِنْ أَهْلِي
وَإِنَّ
وَعْدَكَ
الْحَقُّ
وَأَنْتَ
أَحْكَمُ
الْحَاكِمِينَ
45
Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah
termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya
(perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon
kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku
memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak
berpengetahuan.”
قَالَ
يَا نُوحُ
إِنَّهُ
لَيْسَ مِنْ
أَهْلِكَ
إِنَّهُ عَمَلٌ
غَيْرُ
صَالِحٍ
فَلا
تَسْأَلْنِي
مَا لَيْسَ
لَكَ بِهِ
عِلْمٌ
إِنِّي أَعِظُكَ
أَنْ
تَكُونَ
مِنَ
الْجَاهِلِينَ
46
Nuh berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung
kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui
(hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak)
menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang
merugi.”
قَالَ
رَبِّ
إِنِّي
أَعُوذُ
بِكَ أَنْ
أَسْأَلَكَ
مَا لَيْسَ
لِي بِهِ
عِلْمٌ
وَإِلا
تَغْفِرْ لِي
وَتَرْحَمْنِي
أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ
47
Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera
dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari
orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri
kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa
azab yang pedih dari Kami.”
قِيلَ
يَا نُوحُ
اهْبِطْ بِسَلامٍ
مِنَّا
وَبَرَكَاتٍ
عَلَيْكَ
وَعَلَى
أُمَمٍ
مِمَّنْ
مَعَكَ وَأُمَمٌ
سَنُمَتِّعُهُمْ
ثُمَّ يَمَسُّهُمْ
مِنَّا
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
48
Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang gaib
yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan
tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan
yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
تِلْكَ
مِنْ
أَنْبَاءِ
الْغَيْبِ
نُوحِيهَا
إِلَيْكَ
مَا كُنْتَ
تَعْلَمُهَا
أَنْتَ وَلا
قَوْمُكَ مِنْ
قَبْلِ هَذَا
فَاصْبِرْ
إِنَّ الْعَاقِبَةَ
لِلْمُتَّقِينَ
49
Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Ia berkata:
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain
Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.
وَإِلَى
عَادٍ
أَخَاهُمْ
هُودًا
قَالَ يَا قَوْمِ
اعْبُدُوا
اللَّهَ مَا
لَكُمْ مِنْ
إِلَهٍ غَيْرُهُ
إِنْ
أَنْتُمْ
إِلا مُفْتَرُونَ
50
Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini,
Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah
kamu memikirkan (nya)?”
يَا
قَوْمِ لا
أَسْأَلُكُمْ
عَلَيْهِ
أَجْرًا
إِنْ أَجْرِيَ
إِلا عَلَى
الَّذِي
فَطَرَنِي
أَفَلا
تَعْقِلُونَ
51
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada
Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat
deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan
janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
وَيَا
قَوْمِ
اسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
ثُمَّ تُوبُوا
إِلَيْهِ
يُرْسِلِ
السَّمَاءَ
عَلَيْكُمْ
مِدْرَارًا
وَيَزِدْكُمْ
قُوَّةً
إِلَى قُوَّتِكُمْ
وَلا
تَتَوَلَّوْا
مُجْرِمِينَ
52
Kaum Ad berkata: “Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada
kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan
sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan
mempercayai kamu.
قَالُوا
يَا هُودُ
مَا
جِئْتَنَا
بِبَيِّنَةٍ
وَمَا نَحْنُ
بِتَارِكِي
آلِهَتِنَا
عَنْ قَوْلِكَ
وَمَا
نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ
53
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami
telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab:
“Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu
sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu
persekutukan,
إِنْ
نَقُولُ
إِلا
اعْتَرَاكَ
بَعْضُ آلِهَتِنَا
بِسُوءٍ قَالَ
إِنِّي
أُشْهِدُ
اللَّهَ
وَاشْهَدُوا
أَنِّي
بَرِيءٌ
مِمَّا تُشْرِكُونَ
54
dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya
terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.
مِن
دُونِهِ
فَكِيدُونِي
جَمِيعًا
ثُمَّ لاَ تُنظِرُونِ
55
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu.
Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang
ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”
إِنِّي
تَوَكَّلْتُ
عَلَى
اللَّهِ
رَبِّي وَرَبِّكُمْ
مَا مِنْ
دَابَّةٍ
إِلا هُوَ
آخِذٌ
بِنَاصِيَتِهَا
إِنَّ
رَبِّي
عَلَى
صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
56
Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan
kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan) nya kepadamu. Dan
Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu
tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku
adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.
فَإِنْ
تَوَلَّوْا
فَقَدْ
أَبْلَغْتُكُمْ
مَا
أُرْسِلْتُ بِهِ
إِلَيْكُمْ
وَيَسْتَخْلِفُ
رَبِّي قَوْمًا
غَيْرَكُمْ
وَلا
تَضُرُّونَهُ
شَيْئًا
إِنَّ
رَبِّي
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ حَفِيظٌ
57
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Hud dan
orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami; dan Kami
selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari ‘azab yang berat.
وَلَمَّا
جَاءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
هُودًا
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ
بِرَحْمَةٍ
مِنَّا
وَنَجَّيْنَاهُمْ
مِنْ
عَذَابٍ غَلِيظٍ
58
Dan itulah (kisah) kaum Ad yang mengingkari tanda-tanda
kekuasaan Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti
perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran).
وَتِلْكَ
عَادٌ
جَحَدُوا
بِآيَاتِ
رَبِّهِمْ
وَعَصَوْا رُسُلَهُ
وَاتَّبَعُوا
أَمْرَ
كُلِّ جَبَّارٍ
عَنِيدٍ
59
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan
(begitu pula) di hari kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ad itu kafir kepada
Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Ad (yaitu) kaum Hud itu.
وَأُتْبِعُوا
فِي هَذِهِ
الدُّنْيَا
لَعْنَةً
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ
أَلا إِنَّ
عَادًا
كَفَرُوا رَبَّهُمْ
أَلا بُعْدًا
لِعَادٍ
قَوْمِ هُودٍ
60
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Saleh
berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu
Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan
kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah
kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan
(doa hamba-Nya).”
وَإِلَى
ثَمُودَ
أَخَاهُمْ
صَالِحًا
قَالَ يَا
قَوْمِ اعْبُدُوا
اللَّهَ مَا
لَكُمْ مِنْ
إِلَهٍ غَيْرُهُ
هُوَ أَنْشَأَكُمْ
مِنَ
الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ
فِيهَا
فَاسْتَغْفِرُوهُ
ثُمَّ
تُوبُوا
إِلَيْهِ
إِنَّ
رَبِّي قَرِيبٌ
مُجِيبٌ
61
Kaum Tsamud berkata: “Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum
ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang
kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? dan
sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap
agama yang kamu serukan kepada kami.”
قَالُوا
يَا صَالِحُ
قَدْ كُنْتَ
فِينَا مَرْجُوًّا
قَبْلَ
هَذَا أَتَنْهَانَا
أَنْ
نَعْبُدَ
مَا
يَعْبُدُ
آبَاؤُنَا
وَإِنَّنَا
لَفِي شَكٍّ
مِمَّا
تَدْعُونَا
إِلَيْهِ
مُرِيبٍ
62
Saleh berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku
mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian)
dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku
mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain
daripada kerugian.
قَالَ
يَا قَوْمِ
أَرَأَيْتُمْ
إِنْ كُنْتُ
عَلَى بَيِّنَةٍ
مِنْ رَبِّي
وَآتَانِي
مِنْهُ رَحْمَةً
فَمَنْ
يَنْصُرُنِي
مِنَ
اللَّهِ إِنْ
عَصَيْتُهُ
فَمَا
تَزِيدُونَنِي
غَيْرَ
تَخْسِيرٍ
63
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat
(yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi
Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan
menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.”
وَيَا
قَوْمِ
هَذِهِ
نَاقَةُ
اللَّهِ
لَكُمْ
آيَةً فَذَرُوهَا
تَأْكُلْ
فِي أَرْضِ
اللَّهِ وَلا
تَمَسُّوهَا
بِسُوءٍ
فَيَأْخُذَكُمْ
عَذَابٌ
قَرِيبٌ
64
Mereka membunuh unta itu, maka berkata Saleh:
“Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah
janji yang tidak dapat didustakan.”
فَعَقَرُوهَا
فَقَالَ
تَمَتَّعُوا
فِي دَارِكُمْ
ثَلاثَةَ
أَيَّامٍ
ذَلِكَ
وَعْدٌ
غَيْرُ مَكْذُوبٍ
65
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Saleh beserta
orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan (Kami
selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Maha
Kuat lagi Maha Perkasa.
فَلَمَّا
جَاءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
صَالِحًا وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ
بِرَحْمَةٍ
مِنَّا
وَمِنْ
خِزْيِ
يَوْمِئِذٍ
إِنَّ رَبَّكَ
هُوَ
الْقَوِيُّ
الْعَزِيزُ
66
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang
lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
وَأَخَذَ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
الصَّيْحَةُ
فَأَصْبَحُوا
فِي
دِيَارِهِمْ
جَاثِمِينَ
67
Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah,
sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah
bagi kaum Tsamud.
كَأَنْ
لَمْ
يَغْنَوْا
فِيهَا أَلا
إِنَّ ثَمُودَ
كَفَرُوا
رَبَّهُمْ
أَلا
بُعْدًا
لِثَمُودَ
68
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah
datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan:
“Salaman” (Selamat). Ibrahim menjawab: “Salamun”
(Selamatlah), maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi
yang dipanggang.
وَلَقَدْ
جَاءَتْ
رُسُلُنَا
إِبْرَاهِيمَ
بِالْبُشْرَى
قَالُوا
سَلامًا
قَالَ
سَلامٌ
فَمَا لَبِثَ
أَنْ جَاءَ
بِعِجْلٍ حَنِيذٍ
69
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim
memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu
berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah
(malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Lut.”
فَلَمَّا
رَأَى
أَيْدِيَهُمْ
لا تَصِلُ إِلَيْهِ
نَكِرَهُمْ
وَأَوْجَسَ
مِنْهُمْ
خِيفَةً قَالُوا
لا تَخَفْ
إِنَّا أُرْسِلْنَا
إِلَى
قَوْمِ
لُوطٍ
70
Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Maka
Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari
Ishak (akan lahir putranya) Yakub.
وَامْرَأَتُهُ
قَائِمَةٌ
فَضَحِكَتْ
فَبَشَّرْنَاهَا
بِإِسْحَاقَ
وَمِنْ
وَرَاءِ
إِسْحَاقَ
يَعْقُوبَ
71
Istrinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan
melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun
dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang
sangat aneh.
قَالَتْ
يَا
وَيْلَتَا
أَأَلِدُ
وَأَنَا عَجُوزٌ
وَهَذَا بَعْلِي
شَيْخًا
إِنَّ هَذَا
لَشَيْءٌ
عَجِيبٌ
72
Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang
ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan
atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha
Pemurah.”
قَالُوا
أَتَعْجَبِينَ
مِنْ أَمْرِ
اللَّهِ
رَحْمَةُ اللَّهِ
وَبَرَكَاتُهُ
عَلَيْكُمْ
أَهْلَ الْبَيْتِ
إِنَّهُ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ
73
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira
telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami
tentang kaum Lut.
فَلَمَّا
ذَهَبَ عَنْ
إِبْرَاهِيمَ
الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ
الْبُشْرَى
يُجَادِلُنَا
فِي قَوْمِ
لُوطٍ
74
Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi
pengiba dan suka kembali kepada Allah.
إِنَّ
إِبْرَاهِيمَ
لَحَلِيمٌ
أَوَّاهٌ مُنِيبٌ
75
Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah
datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab
yang tidak dapat ditolak.
يَا
إِبْرَاهِيمُ
أَعْرِضْ
عَنْ هَذَا
إِنَّهُ
قَدْ جَاءَ
أَمْرُ
رَبِّكَ
وَإِنَّهُمْ
آتِيهِمْ عَذَابٌ
غَيْرُ
مَرْدُودٍ
76
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada
Lut, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan
dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.”
وَلَمَّا
جَاءَتْ
رُسُلُنَا
لُوطًا
سِيءَ
بِهِمْ
وَضَاقَ بِهِمْ
ذَرْعًا
وَقَالَ
هَذَا
يَوْمٌ عَصِيبٌ
77
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak
dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Lut berkata:
“Hai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku mereka lebih suci bagimu,
maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama) ku
terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”
وَجَاءَهُ
قَوْمُهُ
يُهْرَعُونَ
إِلَيْهِ
وَمِنْ
قَبْلُ كَانُوا
يَعْمَلُونَ
السَّيِّئَاتِ
قَالَ يَا
قَوْمِ
هَؤُلاءِ
بَنَاتِي
هُنَّ أَطْهَرُ
لَكُمْ
فَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَلا تُخْزُونِي
فِي ضَيْفِي
أَلَيْسَ
مِنْكُمْ رَجُلٌ
رَشِيدٌ
78
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami
tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu
mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”
قَالُوا
لَقَدْ
عَلِمْتَ
مَا لَنَا
فِي بَنَاتِكَ
مِنْ حَقٍّ
وَإِنَّكَ
لَتَعْلَمُ
مَا نُرِيدُ
79
Lut berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk
menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu
aku lakukan).”
قَالَ
لَوْ أَنَّ
لِي بِكُمْ
قُوَّةً
أَوْ آوِي
إِلَى رُكْنٍ
شَدِيدٍ
80
Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Lut, sesungguhnya kami
adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu
kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu
di akhir malam dan janganlah ada seorang di antara kamu yang tertinggal,
kecuali istrimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka
karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh;
bukankah subuh itu sudah dekat?”.
قَالُوا
يَا لُوطُ
إِنَّا
رُسُلُ
رَبِّكَ لَنْ
يَصِلُوا إِلَيْكَ
فَأَسْرِ
بِأَهْلِكَ
بِقِطْعٍ مِنَ
اللَّيْلِ
وَلا
يَلْتَفِتْ
مِنْكُمْ أَحَدٌ
إِلا
امْرَأَتَكَ
إِنَّهُ
مُصِيبُهَا
مَا
أَصَابَهُمْ
إِنَّ
مَوْعِدَهُمُ
الصُّبْحُ
أَلَيْسَ
الصُّبْحُ
بِقَرِيبٍ
81
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Lut itu
yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu
dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
فَلَمَّا
جَاءَ
أَمْرُنَا
جَعَلْنَا
عَالِيَهَا سَافِلَهَا
وَأَمْطَرْنَا
عَلَيْهَا
حِجَارَةً
مِنْ
سِجِّيلٍ
مَنْضُودٍ
82
yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh
dari orang-orang yang zalim.
مُسَوَّمَةً
عِنْدَ
رَبِّكَ
وَمَا هِيَ
مِنَ الظَّالِمِينَ
بِبَعِيدٍ
83
Dan kepada (penduduk) Mad-yan (Kami utus) saudara mereka,
Syuaib. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada
Tuhan bagimu selain Dia. Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan,
sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan
sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).”
وَإِلَى
مَدْيَنَ
أَخَاهُمْ
شُعَيْبًا
قَالَ يَا
قَوْمِ اعْبُدُوا
اللَّهَ مَا
لَكُمْ مِنْ
إِلَهٍ غَيْرُهُ
وَلا
تَنْقُصُوا
الْمِكْيَالَ
وَالْمِيزَانَ
إِنِّي
أَرَاكُمْ
بِخَيْرٍ
وَإِنِّي
أَخَافُ
عَلَيْكُمْ
عَذَابَ يَوْمٍ
مُحِيطٍ
84
Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan
timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak
mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat
kerusakan.
وَيَا
قَوْمِ
أَوْفُوا
الْمِكْيَالَ
وَالْمِيزَانَ
بِالْقِسْطِ
وَلا
تَبْخَسُوا
النَّاسَ
أَشْيَاءَهُمْ
وَلا
تَعْثَوْا
فِي الأرْضِ مُفْسِدِينَ
85
Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu
orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.”
بَقِيَّةُ
اللَّهِ
خَيْرٌ
لَكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
وَمَا أَنَا
عَلَيْكُمْ
بِحَفِيظٍ
86
Mereka berkata: “Hai Syuaib, apakah agamamu yang menyuruh
kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau
melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.
Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.”
قَالُوا
يَا
شُعَيْبُ
أَصَلاتُكَ
تَأْمُرُكَ
أَنْ نَتْرُكَ
مَا
يَعْبُدُ
آبَاؤُنَا
أَوْ أَنْ
نَفْعَلَ
فِي
أَمْوَالِنَا
مَا نَشَاءُ إِنَّكَ
لأنْتَ
الْحَلِيمُ
الرَّشِيدُ
87
Syuaib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku
mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya
rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak
menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud
kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak
ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah
aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.
قَالَ
يَا قَوْمِ
أَرَأَيْتُمْ
إِنْ كُنْتُ
عَلَى بَيِّنَةٍ
مِنْ رَبِّي
وَرَزَقَنِي
مِنْهُ
رِزْقًا
حَسَنًا
وَمَا
أُرِيدُ
أَنْ أُخَالِفَكُمْ
إِلَى مَا
أَنْهَاكُمْ
عَنْهُ إِنْ
أُرِيدُ
إِلا
الإصْلاحَ
مَا اسْتَطَعْتُ
وَمَا تَوْفِيقِي
إِلا
بِاللَّهِ
عَلَيْهِ
تَوَكَّلْتُ
وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
88
Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan
kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang
menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak (pula)
jauh (tempatnya) dari kamu.
وَيَا
قَوْمِ لا
يَجْرِمَنَّكُمْ
شِقَاقِي
أَنْ يُصِيبَكُمْ
مِثْلُ مَا
أَصَابَ
قَوْمَ نُوحٍ
أَوْ قَوْمَ
هُودٍ أَوْ
قَوْمَ صَالِحٍ
وَمَا
قَوْمُ
لُوطٍ
مِنْكُمْ
بِبَعِيدٍ
89
Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah
kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih.
وَاسْتَغْفِرُوا
رَبَّكُمْ
ثُمَّ
تُوبُوا
إِلَيْهِ
إِنَّ رَبِّي
رَحِيمٌ
وَدُودٌ
90
Mereka berkata: “Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang
apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu
seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah
kami telah merajam kamu, sedang kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di
sisi kami.
قَالُوا
يَا
شُعَيْبُ
مَا
نَفْقَهُ
كَثِيرًا
مِمَّا تَقُولُ
وَإِنَّا
لَنَرَاكَ
فِينَا
ضَعِيفًا
وَلَوْلا
رَهْطُكَ
لَرَجَمْنَاكَ
وَمَا أَنْتَ
عَلَيْنَا
بِعَزِيزٍ
91
Syuaib menjawab: “Hai kaumku, apakah keluargaku lebih
terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan
sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku
meliputi apa yang kamu kerjakan.”
قَالَ
يَا قَوْمِ
أَرَهْطِي
أَعَزُّ
عَلَيْكُمْ
مِنَ اللَّهِ
وَاتَّخَذْتُمُوهُ
وَرَاءَكُمْ
ظِهْرِيًّا
إِنَّ
رَبِّي
بِمَا تَعْمَلُونَ
مُحِيطٌ
92
Dan (dia berkata): “Hai kaumku, berbuatlah menurut
kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui
siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan
tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.”
وَيَا
قَوْمِ
اعْمَلُوا
عَلَى
مَكَانَتِكُمْ
إِنِّي عَامِلٌ
سَوْفَ
تَعْلَمُونَ
مَنْ
يَأْتِيهِ
عَذَابٌ
يُخْزِيهِ
وَمَنْ هُوَ
كَاذِبٌ وَارْتَقِبُوا
إِنِّي
مَعَكُمْ
رَقِيبٌ
93
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan
orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan
orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu
jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
وَلَمَّا
جَاءَ
أَمْرُنَا
نَجَّيْنَا
شُعَيْبًا وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ
بِرَحْمَةٍ
مِنَّا
وَأَخَذَتِ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ
فَأَصْبَحُوا
فِي
دِيَارِهِمْ
جَاثِمِينَ
94
Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah,
kebinasaanlah bagi penduduk Mad-yan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.
كَأَنْ
لَمْ
يَغْنَوْا
فِيهَا أَلا
بُعْدًا
لِمَدْيَنَ كَمَا
بَعِدَتْ
ثَمُودُ
95
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda
(kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata,
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَى
بِآيَاتِنَا
وَسُلْطَانٍ
مُبِينٍ
96
kepada Firaun dan pemimpin-pemimpin kaumnya, tetapi mereka
mengikut perintah Firaun, padahal perintah Firaun sekali-kali bukanlah
(perintah) yang benar.
إِلَى
فِرْعَوْنَ
وَمَلَئِهِ
فَاتَّبَعُوا
أَمْرَ فِرْعَوْنَ
وَمَا
أَمْرُ
فِرْعَوْنَ
بِرَشِيدٍ
97
Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan
mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.
يَقْدُمُ
قَوْمَهُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
فَأَوْرَدَهُمُ
النَّارَ
وَبِئْسَ
الْوِرْدُ
الْمَوْرُودُ
98
Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan
(begitu pula) di hari kiamat. Laknat itu seburuk-buruk pemberian yang
diberikan.
وَأُتْبِعُوا
فِي هَذِهِ
لَعْنَةً
وَيَوْمَ
الْقِيَامَةِ
بِئْسَ
الرِّفْدُ
الْمَرْفُودُ
99
Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah
dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri
itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.
ذَلِكَ
مِنْ
أَنْبَاءِ
الْقُرَى
نَقُصُّهُ
عَلَيْكَ مِنْهَا
قَائِمٌ
وَحَصِيدٌ
100
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang
menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikit pun
kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab
Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka
kecuali kebinasaan belaka.
وَمَا
ظَلَمْنَاهُمْ
وَلَكِنْ
ظَلَمُوا
أَنْفُسَهُمْ
فَمَا
أَغْنَتْ
عَنْهُمْ
آلِهَتُهُمُ
الَّتِي
يَدْعُونَ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
مِنْ شَيْءٍ
لَمَّا
جَاءَ
أَمْرُ
رَبِّكَ
وَمَا زَادُوهُمْ
غَيْرَ
تَتْبِيبٍ
101
Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk
negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat
pedih lagi keras.
وَكَذَلِكَ
أَخْذُ
رَبِّكَ
إِذَا
أَخَذَ الْقُرَى
وَهِيَ ظَالِمَةٌ
إِنَّ
أَخْذَهُ
أَلِيمٌ
شَدِيدٌ
102
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran
bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu
hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu
adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).
إِنَّ
فِي ذَلِكَ
لآيَةً
لِمَنْ
خَافَ عَذَابَ
الآخِرَةِ ذَلِكَ
يَوْمٌ
مَجْمُوعٌ
لَهُ
النَّاسُ وَذَلِكَ
يَوْمٌ
مَشْهُودٌ
103
Dan kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang
tertentu.
وَمَا
نُؤَخِّرُهُ
إِلا لأجَلٍ
مَعْدُودٍ
104
Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara,
melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang
berbahagia.
يَوْمَ
يَأْتِ لا
تَكَلَّمُ
نَفْسٌ إِلا
بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ
شَقِيٌّ
وَسَعِيدٌ
105
Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam
neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih).
فَأَمَّا
الَّذِينَ
شَقُوا
فَفِي
النَّارِ
لَهُمْ
فِيهَا زَفِيرٌ
وَشَهِيقٌ
106
Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali
jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana
terhadap apa yang Dia kehendaki.
خَالِدِينَ
فِيهَا مَا
دَامَتِ
السَّمَاوَاتُ
وَالأرْضُ إِلا
مَا شَاءَ
رَبُّكَ
إِنَّ رَبَّكَ
فَعَّالٌ
لِمَا
يُرِيدُ
107
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam
surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika
Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
وَأَمَّا
الَّذِينَ
سُعِدُوا
فَفِي
الْجَنَّةِ خَالِدِينَ
فِيهَا مَا
دَامَتِ
السَّمَاوَاتُ
وَالأرْضُ
إِلا مَا
شَاءَ
رَبُّكَ عَطَاءً
غَيْرَ
مَجْذُوذٍ
108
Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang
disembah oleh mereka. Mereka tidak menyembah melainkan sebagaimana nenek
moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan
menyempurnakan dengan secukup-cukupnya pembalasan (terhadap) mereka dengan
tidak dikurangi sedikit pun.
فَلا
تَكُ فِي
مِرْيَةٍ
مِمَّا
يَعْبُدُ هَؤُلاءِ
مَا يَعْبُدُونَ
إِلا كَمَا
يَعْبُدُ
آبَاؤُهُمْ
مِنْ قَبْلُ
وَإِنَّا
لَمُوَفُّوهُمْ
نَصِيبَهُمْ
غَيْرَ
مَنْقُوصٍ
109
Dan sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada
Musa, lalu diperselisihkan tentang Kitab itu. Dan seandainya tidak ada ketetapan
yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara
mereka. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Mekah) dalam keraguan yang
menggelisahkan terhadap Al Qur’an.
وَلَقَدْ
آتَيْنَا
مُوسَى
الْكِتَابَ
فَاخْتُلِفَ
فِيهِ وَلَوْلا
كَلِمَةٌ
سَبَقَتْ
مِنْ
رَبِّكَ لَقُضِيَ
بَيْنَهُمْ
وَإِنَّهُمْ
لَفِي شَكٍّ
مِنْهُ
مُرِيبٍ
110
Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih
itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan dengan cukup, (balasan) pekerjaan
mereka. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَإِنَّ
كُلا لَمَّا
لَيُوَفِّيَنَّهُمْ
رَبُّكَ أَعْمَالَهُمْ
إِنَّهُ
بِمَا
يَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
111
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan
kepadamu dan (juga) orang yang telah tobat beserta kamu dan janganlah kamu
melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
فَاسْتَقِمْ
كَمَا
أُمِرْتَ
وَمَنْ
تَابَ مَعَكَ
وَلا تَطْغَوْا
إِنَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
112
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang
menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai
seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi
pertolongan.
وَلا
تَرْكَنُوا إِلَى
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
فَتَمَسَّكُمُ
النَّارُ
وَمَا
لَكُمْ مِنْ
دُونِ
اللَّهِ مِنْ
أَوْلِيَاءَ
ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ
113
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan
petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan
yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah
peringatan bagi orang-orang yang ingat.
وَأَقِمِ
الصَّلاةَ
طَرَفَيِ
النَّهَارِ وَزُلَفًا
مِنَ اللَّيْلِ
إِنَّ
الْحَسَنَاتِ
يُذْهِبْنَ
السَّيِّئَاتِ
ذَلِكَ
ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
114
Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan
pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَاصْبِرْ
فَإِنَّ
اللَّهَ لا
يُضِيعُ أَجْرَ
الْمُحْسِنِينَ
115
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu
orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan)
kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang
telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya
mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah
orang-orang yang berdosa.
فَلَوْلا
كَانَ مِنَ
الْقُرُونِ
مِنْ قَبْلِكُمْ
أُولُو بَقِيَّةٍ
يَنْهَوْنَ
عَنِ
الْفَسَادِ
فِي الأرْضِ
إِلا
قَلِيلا
مِمَّنْ أَنْجَيْنَا
مِنْهُمْ
وَاتَّبَعَ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
مَا أُتْرِفُوا
فِيهِ وَكَانُوا
مُجْرِمِينَ
116
Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri
secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.
وَمَا
كَانَ
رَبُّكَ
لِيُهْلِكَ
الْقُرَى بِظُلْمٍ
وَأَهْلُهَا
مُصْلِحُونَ
117
Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang
satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.
وَلَوْ
شَاءَ
رَبُّكَ
لَجَعَلَ
النَّاسَ أُمَّةً
وَاحِدَةً
وَلا
يَزَالُونَ
مُخْتَلِفِينَ
118
Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk
itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah
ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan
manusia (yang durhaka) semuanya.
إِلا
مَنْ رَحِمَ
رَبُّكَ
وَلِذَلِكَ
خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ
كَلِمَةُ
رَبِّكَ
لأمْلأنَّ
جَهَنَّمَ
مِنَ
الْجِنَّةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
119
Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah
kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah
datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang
yang beriman.
وَكُلا
نَقُصُّ
عَلَيْكَ
مِنْ
أَنْبَاءِ الرُّسُلِ
مَا نُثَبِّتُ
بِهِ
فُؤَادَكَ
وَجَاءَكَ
فِي هَذِهِ
الْحَقُّ
وَمَوْعِظَةٌ
وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
120
Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:
“Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya kami-pun berbuat
(pula).”
وَقُلْ
لِلَّذِينَ
لا
يُؤْمِنُونَ
اعْمَلُوا
عَلَى مَكَانَتِكُمْ
إِنَّا
عَامِلُونَ
121
Dan tunggulah (akibat perbuatanmu); sesungguhnya kami pun
menunggu (pula).”
وَانْتَظِرُوا
إِنَّا
مُنْتَظِرُونَ
122
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang gaib di langit dan di bumi dan
kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan
bertawakallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang
kamu kerjakan.
وَلِلَّهِ
غَيْبُ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ
الأمْرُ
كُلُّهُ
فَاعْبُدْهُ
وَتَوَكَّلْ
عَلَيْهِ
وَمَا
رَبُّكَ بِغَافِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
123

Penutup Surat Hud

Surat Hud mengandung hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama, seperti: Ketauhidan, kerasulan, hari berbangkit, kemudian dihubungkan dengan da’wah yang telah dilakukan oleh para Nabi kepada kaumnya.

HUBUNGAN SURAT HUUD DENGAN SURAT YUSUF

1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan aliif laam raa dan kemudian diiringi dengan penjelasan tentang Al Quran.

2. Surat Yusuf menyempurnakan penjelasan kisah para rasul yang disebut dalam surat Hud dan surat Yusuf, kemudian kisah itu dijadikan dalil untuk menyatakan bahwa Al Quran itu adalah wahyu Ilahi; tidak ada lagi sesudah Nabi Muhammad s.a.w. nabi-nabi atau rasul-rasul yang diutus Allah.

3. Perbedaan kedua surat ini dalam menjelaskan kisah-kisah para Nabi ialah bahwa dalam surat Hud diutarakan kisah beberapa orang rasul dengan kaumnya dalam menyampaikan risalahnya, akibat-akibat bagi orang yang mengikuti mereka dan akibat bagi orang yang mendustakan, kemudian dijadikan perbandingan dan khabar yang mengancam kaum musyrikin Arab beserta pengikut-pengikutnya. Dalam surat Yusuf diterangkan tentang kehidupan Nabi Yusuf yang mula-mula dianiaya oleh saudara-saudaranya yang kemudian menjadi orang yang berkuasa yang dapat menolong saudara-saudaranya dan ibu bapanya. Pribadi Nabi Yusuf a.s. ini harus dijadikan teladan oleh semua yang beriman kepada Nabi Muhammad s.a.w.

Itulah surah hud serta terjemahnya untuk anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca surat al quran lainnya seperti surat yasin atau surat surat lainnya.

Terakhir tolong admin untuk share atau membagikan artikel ini ke berbagai sosial media agar lebih banyak lagi yang membaca al quran, dan anda pun tentu akan mendapat amal karena telah mengajak orang lain untuk membaca al quran.