SURAT IBRAHIM – Al Quran dan Terjemahan

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah. Dinamakan Ibrahim, karena surat ini mengandung doa Nabi Ibrahim a.s. yaitu ayat 35 sampai dengan 41. Do’a ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur. Doa Nabi Ibrahim a.s. ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t. sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang. Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah s.w.t. sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail a.s., di dataran tanah Mekah yang tandus.

kandungan Surat Ibrahim

1. Keimanan:
Al Quran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah; segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah; keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempurnaan-Nya; nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata; Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru; ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang bathin.

2. Hukum-hukum:
Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

4. Dan lain-lain:
Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri; perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil; kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah; macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Surat Ibrahim

Surat Ibrahim dan Terjemahnya

Terjemahan Surat Ibrahim
Surat Ibrahim Arab
Ayat
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu
supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang
dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi
Maha Terpuji.
الر
كِتَابٌ
أَنْزَلْنَاهُ
إِلَيْكَ
لِتُخْرِجَ
النَّاسَ مِنَ
الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّورِ
بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ
إِلَى
صِرَاطِ
الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
1
Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan
celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih.
اللَّهِ
الَّذِي
لَهُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الأرْضِ
وَوَيْلٌ
لِلْكَافِرِينَ
مِنْ عَذَابٍ
شَدِيدٍ
2
(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada
kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan
menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan
yang jauh.
الَّذِينَ
يَسْتَحِبُّونَ
الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا
عَلَى الآخِرَةِ
وَيَصُدُّونَ
عَنْ
سَبِيلِ اللَّهِ
وَيَبْغُونَهَا
عِوَجًا
أُولَئِكَ فِي
ضَلالٍ
بَعِيدٍ
3
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa
kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka
Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa
yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
وَمَا
أَرْسَلْنَا
مِنْ
رَسُولٍ
إِلا بِلِسَانِ
قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ
لَهُمْ
فَيُضِلُّ
اللَّهُ مَنْ
يَشَاءُ
وَيَهْدِي
مَنْ
يَشَاءُ
وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
4
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa
ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu
dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka
kepada hari-hari Allah”. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak
bersyukur.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
مُوسَى
بِآيَاتِنَا
أَنْ
أَخْرِجْ قَوْمَكَ
مِنَ
الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّورِ
وَذَكِّرْهُمْ
بِأَيَّامِ
اللَّهِ
إِنَّ فِي
ذَلِكَ
لآيَاتٍ
لِكُلِّ
صَبَّارٍ
شَكُورٍ
5
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:
“Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Firaun
dan) pengikut-pengikutnya, mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih,
mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak
perempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari
Tuhanmu”.
وَإِذْ
قَالَ
مُوسَى
لِقَوْمِهِ
اذْكُرُوا
نِعْمَةَ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
إِذْ أَنْجَاكُمْ
مِنْ آلِ
فِرْعَوْنَ
يَسُومُونَكُمْ
سُوءَ الْعَذَابِ
وَيُذَبِّحُونَ
أَبْنَاءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ
نِسَاءَكُمْ
وَفِي ذَلِكُمْ
بَلاءٌ مِنْ
رَبِّكُمْ
عَظِيمٌ
6
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya
jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika
kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
وَإِذْ
تَأَذَّنَ
رَبُّكُمْ
لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ
وَلَئِنْ
كَفَرْتُمْ
إِنَّ
عَذَابِي لَشَدِيدٌ
7
Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di
muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji.
وَقَالَ
مُوسَى إِنْ
تَكْفُرُوا
أَنْتُمْ وَمَنْ
فِي الأرْضِ
جَمِيعًا
فَإِنَّ
اللَّهَ
لَغَنِيٌّ
حَمِيدٌ
8
Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu)
kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui
mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa)
bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena
kebencian) dan berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu
disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar
dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami
kepadanya”.
أَلَمْ
يَأْتِكُمْ
نَبَأُ
الَّذِينَ
مِنْ قَبْلِكُمْ
قَوْمِ
نُوحٍ
وَعَادٍ
وَثَمُودَ
وَالَّذِينَ
مِنْ
بَعْدِهِمْ
لا
يَعْلَمُهُمْ
إِلا اللَّهُ
جَاءَتْهُمْ
رُسُلُهُمْ
بِالْبَيِّنَاتِ
فَرَدُّوا
أَيْدِيَهُمْ
فِي أَفْوَاهِهِمْ
وَقَالُوا
إِنَّا
كَفَرْنَا
بِمَا
أُرْسِلْتُمْ
بِهِ
وَإِنَّا
لَفِي شَكٍّ
مِمَّا
تَدْعُونَنَا
إِلَيْهِ
مُرِيبٍ
9
Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan
terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi
ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan) mu sampai masa
yang ditentukan?” Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia
seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan)
kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah
kepada kami bukti yang nyata.
قَالَتْ
رُسُلُهُمْ
أَفِي
اللَّهِ
شَكٌّ فَاطِرِ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
يَدْعُوكُمْ
لِيَغْفِرَ
لَكُمْ مِنْ
ذُنُوبِكُمْ
وَيُؤَخِّرَكُمْ
إِلَى
أَجَلٍ
مُسَمًّى قَالُوا
إِنْ
أَنْتُمْ
إِلا بَشَرٌ مِثْلُنَا
تُرِيدُونَ
أَنْ
تَصُدُّونَا
عَمَّا
كَانَ
يَعْبُدُ
آبَاؤُنَا
فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ
مُبِينٍ
10
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka: “Kami tidak lain
hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa
yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami
mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya
kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
قَالَتْ
لَهُمْ
رُسُلُهُمْ
إِنْ نَحْنُ
إِلا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ
وَلَكِنَّ
اللَّهَ
يَمُنُّ عَلَى
مَنْ
يَشَاءُ
مِنْ
عِبَادِهِ
وَمَا كَانَ
لَنَا أَنْ
نَأْتِيَكُمْ
بِسُلْطَانٍ
إِلا
بِإِذْنِ
اللَّهِ
وَعَلَى
اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُونَ
11
Mengapa Kami tidak akan bertawakal kepada Allah padahal Dia
telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar
terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada
Allah saja orang-orang yang bertawakal itu berserah diri”.
وَمَا
لَنَا أَلا
نَتَوَكَّلَ
عَلَى اللَّهِ
وَقَدْ هَدَانَا
سُبُلَنَا
وَلَنَصْبِرَنَّ
عَلَى مَا
آذَيْتُمُونَا
وَعَلَى
اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُتَوَكِّلُونَ
12
Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami
sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada
agama kami”. Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan
membinasakan orang-orang yang lalim itu,
وَقَالَ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
لِرُسُلِهِمْ
لَنُخْرِجَنَّكُمْ
مِنْ
أَرْضِنَا
أَوْ لَتَعُودُنَّ
فِي
مِلَّتِنَا
فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ
رَبُّهُمْ
لَنُهْلِكَنَّ
الظَّالِمِينَ
13
dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah
mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan
menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”.
وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ
الأرْضَ
مِنْ بَعْدِهِمْ
ذَلِكَ لِمَنْ
خَافَ
مَقَامِي
وَخَافَ
وَعِيدِ
14
Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka) dan
binasalah semua orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala,
وَاسْتَفْتَحُوا
وَخَابَ
كُلُّ
جَبَّارٍ عَنِيدٍ
15
di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air
nanah,
مِنْ
وَرَائِهِ
جَهَنَّمُ
وَيُسْقَى
مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ
16
diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya
dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak
juga mati; dan di hadapannya masih ada azab yang berat.
يَتَجَرَّعُهُ
وَلا
يَكَادُ
يُسِيغُهُ
وَيَأْتِيهِ
الْمَوْتُ
مِنْ كُلِّ
مَكَانٍ
وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ
وَمِنْ
وَرَائِهِ
عَذَابٌ غَلِيظٌ
17
Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka
adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang
berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa
yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan
yang jauh.
مَثَلُ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
بِرَبِّهِمْ
أَعْمَالُهُمْ
كَرَمَادٍ
اشْتَدَّتْ
بِهِ
الرِّيحُ
فِي يَوْمٍ
عَاصِفٍ لا
يَقْدِرُونَ
مِمَّا كَسَبُوا
عَلَى
شَيْءٍ
ذَلِكَ هُوَ
الضَّلالُ
الْبَعِيدُ
18
Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan
langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan
kamu dan mengganti (mu) dengan makhluk yang baru,
أَلَمْ
تَرَ أَنَّ
اللَّهَ
خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ
بِالْحَقِّ
إِنْ يَشَأْ
يُذْهِبْكُمْ
وَيَأْتِ
بِخَلْقٍ جَدِيدٍ
19
dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.
وَمَا
ذَلِكَ
عَلَى
اللَّهِ
بِعَزِيزٍ
20
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap
ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang
yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka
dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja?
Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya
kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita
mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk
melarikan diri”.
وَبَرَزُوا
لِلَّهِ
جَمِيعًا
فَقَالَ الضُّعَفَاءُ
لِلَّذِينَ
اسْتَكْبَرُوا
إِنَّا
كُنَّا لَكُمْ
تَبَعًا
فَهَلْ أَنْتُمْ
مُغْنُونَ عَنَّا
مِنْ
عَذَابِ
اللَّهِ
مِنْ شَيْءٍ
قَالُوا
لَوْ
هَدَانَا
اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ
سَوَاءٌ
عَلَيْنَا
أَجَزِعْنَا
أَمْ
صَبَرْنَا
مَا لَنَا
مِنْ مَحِيصٍ
21
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku
pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada
kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu
mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi
cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun
sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan
perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”.
Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih.
وَقَالَ
الشَّيْطَانُ
لَمَّا
قُضِيَ الأمْرُ
إِنَّ اللَّهَ
وَعَدَكُمْ
وَعْدَ
الْحَقِّ
وَوَعَدْتُكُمْ
فَأَخْلَفْتُكُمْ
وَمَا كَانَ لِي
عَلَيْكُمْ
مِنْ
سُلْطَانٍ
إِلا أَنْ دَعَوْتُكُمْ
فَاسْتَجَبْتُمْ
لِي فَلا تَلُومُونِي
وَلُومُوا
أَنْفُسَكُمْ
مَا أَنَا
بِمُصْرِخِكُمْ
وَمَا
أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ
إِنِّي
كَفَرْتُ
بِمَا أَشْرَكْتُمُونِي
مِنْ قَبْلُ
إِنَّ الظَّالِمِينَ
لَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
22
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke
dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya
dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah
“salaam”
وَأُدْخِلَ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
مِنْ
تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
خَالِدِينَ
فِيهَا
بِإِذْنِ
رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ
فِيهَا
سَلامٌ
23
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat
perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan
cabangnya (menjulang) ke langit,
أَلَمْ
تَرَ كَيْفَ
ضَرَبَ
اللَّهُ
مَثَلا كَلِمَةً
طَيِّبَةً
كَشَجَرَةٍ
طَيِّبَةٍ
أَصْلُهَا
ثَابِتٌ
وَفَرْعُهَا
فِي السَّمَاءِ
24
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin
Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya
mereka selalu ingat.
تُؤْتِي
أُكُلَهَا
كُلَّ حِينٍ
بِإِذْنِ رَبِّهَا
وَيَضْرِبُ
اللَّهُ
الأمْثَالَ
لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
25
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk,
yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap
(tegak) sedikit pun.
وَمَثَلُ
كَلِمَةٍ
خَبِيثَةٍ
كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ
اجْتُثَّتْ
مِنْ فَوْقِ
الأرْضِ مَا
لَهَا مِنْ
قَرَارٍ
26
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan
yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan
orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
يُثَبِّتُ
اللَّهُ
الَّذِينَ
آمَنُوا بِالْقَوْلِ
الثَّابِتِ
فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَفِي
الآخِرَةِ
وَيُضِلُّ
اللَّهُ الظَّالِمِينَ
وَيَفْعَلُ
اللَّهُ مَا
يَشَاءُ
27
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar ni’mat
Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
بَدَّلُوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ كُفْرًا
وَأَحَلُّوا
قَوْمَهُمْ
دَارَ الْبَوَارِ
28
yaitu neraka Jahanam; mereka masuk ke dalamnya; dan itulah
seburuk-buruk tempat kediaman.
جَهَنَّمَ
يَصْلَوْنَهَا
وَبِئْسَ الْقَرَارُ
29
Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah
supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah:
“Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah
neraka”.
وَجَعَلُوا
لِلَّهِ
أَنْدَادًا
لِيُضِلُّوا
عَنْ سَبِيلِهِ
قُلْ
تَمَتَّعُوا
فَإِنَّ
مَصِيرَكُمْ
إِلَى
النَّارِ
30
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman:
“Hendaklah mereka mendirikan salat, menafkahkan sebahagian rezeki yang
Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau pun terang-terangan sebelum
datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.
قُلْ
لِعِبَادِيَ
الَّذِينَ
آمَنُوا
يُقِيمُوا
الصَّلاةَ وَيُنْفِقُوا
مِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ
سِرًّا
وَعَلانِيَةً
مِنْ قَبْلِ
أَنْ
يَأْتِيَ يَوْمٌ
لا بَيْعٌ
فِيهِ وَلا
خِلالٌ
31
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan
air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu
berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan
bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan
Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
اللَّهُ
الَّذِي
خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ وَأَنْزَلَ
مِنَ
السَّمَاءِ
مَاءً
فَأَخْرَجَ
بِهِ مِنَ
الثَّمَرَاتِ
رِزْقًا لَكُمْ
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
الْفُلْكَ
لِتَجْرِيَ
فِي
الْبَحْرِ
بِأَمْرِهِ
وَسَخَّرَ لَكُمُ
الأنْهَارَ
32
Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang
terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam
dan siang.
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
الشَّمْسَ
وَالْقَمَرَ
دَائِبَيْنِ
وَسَخَّرَ
لَكُمُ
اللَّيْلَ
وَالنَّهَارَ
33
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa
yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah
dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan
sangat mengingkari (nikmat Allah).
وَآتَاكُمْ
مِنْ كُلِّ
مَا
سَأَلْتُمُوهُ
وَإِنْ تَعُدُّوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ لا
تُحْصُوهَا
إِنَّ
الإنْسَانَ لَظَلُومٌ
كَفَّارٌ
34
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku,
jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta
anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.
وَإِذْ
قَالَ
إِبْرَاهِيمُ
رَبِّ
اجْعَلْ هَذَا
الْبَلَدَ
آمِنًا
وَاجْنُبْنِي
وَبَنِيَّ
أَنْ
نَعْبُدَ
الأصْنَامَ
35
Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan
kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya
orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka
sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
رَبِّ
إِنَّهُنَّ
أَضْلَلْنَ
كَثِيرًا مِنَ
النَّاسِ فَمَنْ
تَبِعَنِي
فَإِنَّهُ
مِنِّي
وَمَنْ
عَصَانِي
فَإِنَّكَ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
36
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian
keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah
Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka
mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada
mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka
bersyukur.
رَبَّنَا
إِنِّي
أَسْكَنْتُ
مِنْ
ذُرِّيَّتِي
بِوَادٍ غَيْرِ
ذِي زَرْعٍ
عِنْدَ
بَيْتِكَ
الْمُحَرَّمِ
رَبَّنَا
لِيُقِيمُوا
الصَّلاةَ فَاجْعَلْ
أَفْئِدَةً
مِنَ
النَّاسِ
تَهْوِي
إِلَيْهِمْ
وَارْزُقْهُمْ
مِنَ الثَّمَرَاتِ
لَعَلَّهُمْ
يَشْكُرُونَ
37
Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami
sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatu pun yang
tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
رَبَّنَا
إِنَّكَ
تَعْلَمُ
مَا نُخْفِي
وَمَا
نُعْلِنُ وَمَا
يَخْفَى
عَلَى
اللَّهِ
مِنْ شَيْءٍ
فِي الأرْضِ
وَلا فِي السَّمَاءِ
38
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di
hari tua (ku) Ismail dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha
Mendengar (memperkenankan) doa.
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِي
وَهَبَ لِي
عَلَى
الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ
إِنَّ
رَبِّي
لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ
39
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang
tetap mendirikan salat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
رَبِّ
اجْعَلْنِي
مُقِيمَ
الصَّلاةِ
وَمِنْ
ذُرِّيَّتِي
رَبَّنَا
وَتَقَبَّلْ
دُعَاءِ
40
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan
sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.
رَبَّنَا
اغْفِرْ لِي
وَلِوَالِدَيَّ
وَلِلْمُؤْمِنِينَ
يَوْمَ
يَقُومُ
الْحِسَابُ
41
Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah
lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang lalim. Sesungguhnya Allah
memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka)
terbelalak.
وَلا
تَحْسَبَنَّ
اللَّهَ
غَافِلا
عَمَّا
يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
إِنَّمَا
يُؤَخِّرُهُمْ
لِيَوْمٍ
تَشْخَصُ
فِيهِ الأبْصَارُ
42
mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan
mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka
kosong.
مُهْطِعِينَ
مُقْنِعِي
رُءُوسِهِمْ
لا يَرْتَدُّ
إِلَيْهِمْ
طَرْفُهُمْ
وَأَفْئِدَتُهُمْ
هَوَاءٌ
43
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang
pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang
lalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke
dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan
Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul. (Kepada mereka dikatakan):
“Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu
tidak akan binasa?,
وَأَنْذِرِ
النَّاسَ
يَوْمَ
يَأْتِيهِمُ
الْعَذَابُ فَيَقُولُ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
رَبَّنَا أَخِّرْنَا
إِلَى
أَجَلٍ
قَرِيبٍ
نُجِبْ دَعْوَتَكَ
وَنَتَّبِعِ
الرُّسُلَ
أَوَلَمْ
تَكُونُوا
أَقْسَمْتُمْ
مِنْ قَبْلُ
مَا لَكُمْ
مِنْ
زَوَالٍ
44
dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang
yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami
telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa
perumpamaan?”
وَسَكَنْتُمْ
فِي
مَسَاكِنِ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ
وَتَبَيَّنَ
لَكُمْ
كَيْفَ فَعَلْنَا
بِهِمْ
وَضَرَبْنَا
لَكُمُ الأمْثَالَ
45
Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal
di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka
itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya.
وَقَدْ
مَكَرُوا
مَكْرَهُمْ
وَعِنْدَ
اللَّهِ
مَكْرُهُمْ وَإِنْ
كَانَ
مَكْرُهُمْ
لِتَزُولَ
مِنْهُ
الْجِبَالُ
46
Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan
menyalahi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa,
lagi mempunyai pembalasan.
فَلا
تَحْسَبَنَّ
اللَّهَ
مُخْلِفَ
وَعْدِهِ
رُسُلَهُ إِنَّ
اللَّهَ
عَزِيزٌ ذُو
انْتِقَامٍ
47
(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain
dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul
menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
يَوْمَ
تُبَدَّلُ
الأرْضُ
غَيْرَ
الأرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ
وَبَرَزُوا
لِلَّهِ
الْوَاحِدِ
الْقَهَّارِ
48
Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu
diikat bersama-sama dengan belenggu.
وَتَرَى
الْمُجْرِمِينَ
يَوْمَئِذٍ
مُقَرَّنِينَ
فِي الأصْفَادِ
49
Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka
ditutup oleh api neraka,
سَرَابِيلُهُمْ
مِنْ
قَطِرَانٍ
وَتَغْشَى
وُجُوهَهُمُ
النَّارُ
50
agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap
apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.
لِيَجْزِيَ
اللَّهُ
كُلَّ
نَفْسٍ مَا
كَسَبَتْ
إِنَّ اللَّهَ
سَرِيعُ
الْحِسَابِ
51
(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia,
dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui
bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal
mengambil pelajaran.
هَذَا
بَلاغٌ
لِلنَّاسِ
وَلِيُنْذَرُوا
بِهِ وَلِيَعْلَمُوا
أَنَّمَا
هُوَ إِلَهٌ
وَاحِدٌ
وَلِيَذَّكَّرَ
أُولُو الألْبَابِ
52

Penutup Surat Ibrahim

Surat Ibrahim mengandung petunjuk-petunjuk bagi manusia untuk mengenal Tuhan mereka dan janji Allah menyediakan syurga kepada orang-orang yang beriman. Dalam surat ini Allah menjelaskan bahwa rasul-rasul itu diutus dengan mempergunakan bahasa kaumnya agar mudah bagi kaum itu memahami perintah dan larangan Allah. Kemudian Allah menjelaskan pula apa yang terjadi antara rasul-rasul itu dengan kaumnya.

HUBUNGAN SURAT IBRAHIM DENGAN SURAT AL HIJR

1. Kedua-duanya sama-sama dimulai dengan Alief laam Raa dan menerangkan sifat Al Quranul Karim.

2. Dalam surat Ibrahim Allah menjelaskan bahwa Al Quran itu pembimbing manusia ke jalan Allah, kemudian dalam surat Al Hijr Allah menambahkan lagi bahwa Al Quran itu akan tetap dijaga kemurniannya sepanjang masa.

3. Masing-masing surat ini melukiskan keadaan langit dan bumi dan sama-sama menjelaskan bahwa kejadian-kejadian alam ini mengandung hikmah, sebagai tanda keesaan dan kebesaran Allah s.w.t.

4. Keduanya mengandung kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan terperinci.

5. Keduanya sama-sama menerangkan keadaan orang-orang kafir di hari kiamat dan penyesalan mereka, mengapa mereka sewaktu hidup di dunia tidak jadi orang mukmin.

6. Kedua surat ini sama-sama menceritakan kisah-kisah nabi zaman dahulu dengan kaumnya serta menerangkan keadaan orang-orang yang ingkar kepada nabi-nabi itu pada hari kiamat. Kisah-kisah itu disampaikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. untuk menghibur hati beliau di waktu menghadapi berbagai kesulitan yang beliau temui dalam menyiarkan agama Islam.

Sahabat, kita sudah sampai pada akhir artikel tentang surah ibrahim lengkap dengan terjemahnya untuk anda, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca surat lainnya seperti surat yasin dan surat lainnya.

Terakhir admin minta tolong untuk share atau bagikan artikel ini sehingga lebih banyak lagi yang membaca al quran. Tentu saja anda juga akan mendapat amal karena telah mengajak orang lain untuk membaca al quran.