SURAT AN NAML – Al Quran Dan Terjemahan

Surat An Naml terdiri atas 98 ayat, termasuk golongan surat- surat Makkiyyah dan diturunkan sesudah surat Asy Syu’araa’. Dinamai dengan An Naml, karena pada ayat 18 dan 19 terdapat perkataan An Naml (semut), di mana raja semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s. dan tentaranya yang akan lalu di tempat itu. Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan ta’jub atas keteraturan kerajaan semut itu dan beliau mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maba Kuasa yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, berupa kerajaan, kekayaan, memahami ucapan-ucapan binatang, mempunyai tentara yang terdiri atas jin, manusia, burung dan sebagainya. Nabi Sulaiman a.s. yang telah diberi Allah nikmat yang besar itu tidak merasa takabur dan sombong dan sebagai seorang hamba Allah mohon agar Allah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang saleh. Allah s.w.t. menyebut binatang semut dalam surat ini agar manusia mengambil pelajaran dari kehidupan semut itu. Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang yang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang tempat menyimpan makanan musim dingin. Kerapian dan kedisiplinan yang terdapat dalam kerajaan semut ini, dinyatakan Allah dalam ayat ini dengan bagaimana rakyat semut mencari perlindungan segera agar jangan terpijak oleh Nabi Sulaiman a.s dan tentaranya, setelah menerima peringatan dari rajanya. Secara tidak langsung Allah mengingatkan juga kepada manusia agar dalam berusaha untuk mencukupkan kebutuhan sehari-hari, mementingkan pula kemaslahatan bersama dan sebagainya, rakyat semut mempunyai organisasi dan kerja sama yang baik pula. Dengan mengisahkan kisah Nabi Sulaiman a.s. dalam surat ini Allah mengisyaratkan hari depan dan kebesaran Nabi Muhammad s.a.w. Nabi Sulaiman a.s. sebagai seorang nabi, rasul dan raja yang dianugerahi kekayaan yang melimpah ruah, begitu pula Nabi Muhammad s.a.w. sebagai seorang nabi, rasul dan seoramg kepala negara yang ummi’ dan miskin akan berhasil membawa dan memimpin umatnya ke jalan Allah.

Kandungan Surat An Naml

1. Keimanan:
Al Quran adalah rahmat dan petunjuk bagi orang-orang mukmin; ke Esaan dan kekuasaan Allah s.w.t. dan keadaan-Nya tidak memerlukan sekutu-sekutu dalam mengatur alam ini; hanya Allah- lah Yang tahu tentang yang ghaib; adanya hari berrbangkit bukanlah suatu dongengan.

2. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Sulaiman a.s dengan semut, dengan burung hud-hud dan dengan ratu Balqis; kisah Nabi Shaleh a.s dengan kaumnya; kisah Nabi Luth a.s. dengan kaumnya.

3. Dan lain-lain:
Ciri-ciri orang mukmin; Al Quran menjelaskan apa yang diperselisihkan Bani Israil; hanya orang-orang mukminlah yang menerima petunjuk kejadian-kejadian sebelum datangnya kiamat dan keadaan orang-orang yang beriman dan tidak beriman waktu itu, Allah menyuruh Nabi Muhammad s.a.w. dan umatnya memuji dan menyembah Allah saja dan membaca Al Quran, Allah akan memperlihatkan kepada kaum musyrikin akan kebenaran ayat-ayat-Nya.

Surat An Naml

Surat An Naml dan Terjemahnya

Terjemahan Surat An Naml
Surat An Naml
Ayat
Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan
(ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,
طس
تِلْكَ
آيَاتُ
الْقُرْآنِ
وَكِتَابٍ مُبِينٍ
1
untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang
beriman,
هُدًى
وَبُشْرَى
لِلْمُؤْمِنِينَ
2
(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan
zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.
الَّذِينَ
يُقِيمُونَ
الصَّلاةَ
وَيُؤْتُونَ
الزَّكَاةَ وَهُمْ
بِالآخِرَةِ
هُمْ
يُوقِنُونَ
3
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri
akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka
mereka bergelimang (dalam kesesatan).
إِنَّ
الَّذِينَ
لا
يُؤْمِنُونَ
بِالآخِرَةِ
زَيَّنَّا لَهُمْ
أَعْمَالَهُمْ
فَهُمْ
يَعْمَهُونَ
4
Mereka itulah orang-orang yang mendapat (di dunia) azab yang
buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi.
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
لَهُمْ
سُوءُ
الْعَذَابِ
وَهُمْ فِي الآخِرَةِ
هُمُ
الأخْسَرُونَ
5
Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Qur’an dari sisi
(Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
وَإِنَّكَ
لَتُلَقَّى
الْقُرْآنَ
مِنْ لَدُنْ
حَكِيمٍ عَلِيمٍ
6
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya:
“Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar
daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat
berdiang”.
إِذْ
قَالَ
مُوسَى
لأهْلِهِ
إِنِّي
آنَسْتُ
نَارًا سَآتِيكُمْ
مِنْهَا
بِخَبَرٍ
أَوْ
آتِيكُمْ
بِشِهَابٍ
قَبَسٍ
لَعَلَّكُمْ
تَصْطَلُونَ
7
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia:
“Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan
orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta
Alam”.
فَلَمَّا
جَاءَهَا
نُودِيَ
أَنْ
بُورِكَ مَنْ
فِي النَّارِ
وَمَنْ
حَوْلَهَا
وَسُبْحَانَ
اللَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِينَ
8
(Allah berfirman): “Hai Musa, sesungguhnya Akulah Allah,
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
يَا
مُوسَى
إِنَّهُ
أَنَا
اللَّهُ
الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
9
dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu
menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang
gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. “Hai Musa,
janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di
hadapan-Ku.
وَأَلْقِ
عَصَاكَ
فَلَمَّا
رَآهَا
تَهْتَزُّ
كَأَنَّهَا جَانٌّ
وَلَّى
مُدْبِرًا
وَلَمْ
يُعَقِّبْ
يَا مُوسَى
لا تَخَفْ
إِنِّي لا
يَخَافُ لَدَيَّ
الْمُرْسَلُونَ
10
tetapi orang yang berlaku lalim, kemudian ditukarnya
kezalimannya dengan kebaikan (Allah akan mengampuninya); maka sesungguhnya
Aku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِلا
مَنْ ظَلَمَ
ثُمَّ
بَدَّلَ
حُسْنًا بَعْدَ
سُوءٍ فَإِنِّي
غَفُورٌ
رَحِيمٌ
11
Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke
luar putih (bersinar) bukan karena penyakit. (Kedua mukjizat ini) termasuk
sembilan buah mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Firaun dan kaumnya.
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik”.
وَأَدْخِلْ
يَدَكَ فِي
جَيْبِكَ
تَخْرُجْ بَيْضَاءَ
مِنْ غَيْرِ
سُوءٍ فِي
تِسْعِ
آيَاتٍ
إِلَى فِرْعَوْنَ
وَقَوْمِهِ
إِنَّهُمْ
كَانُوا قَوْمًا
فَاسِقِينَ
12
Maka tatkala mukjizat-mukjizat Kami yang jelas itu sampai kepada
mereka, berkatalah mereka: “Ini adalah sihir yang nyata”.
فَلَمَّا
جَاءَتْهُمْ
آيَاتُنَا
مُبْصِرَةً
قَالُوا هَذَا
سِحْرٌ
مُبِينٌ
13
Dan mereka mengingkarinya karena kelaliman dan kesombongan
(mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya. Maka perhatikanlah
betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.
وَجَحَدُوا
بِهَا
وَاسْتَيْقَنَتْهَا
أَنْفُسُهُمْ
ظُلْمًا
وَعُلُوًّا
فَانْظُرْ
كَيْفَ كَانَ
عَاقِبَةُ
الْمُفْسِدِينَ
14
Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman;
dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami
dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman”.
وَلَقَدْ
آتَيْنَا
دَاوُدَ
وَسُلَيْمَانَ
عِلْمًا وَقَالا
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
الَّذِي
فَضَّلَنَا
عَلَى
كَثِيرٍ
مِنْ
عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ
15
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai
Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi
segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang
nyata”.
وَوَرِثَ
سُلَيْمَانُ
دَاوُدَ
وَقَالَ يَا
أَيُّهَا النَّاسُ
عُلِّمْنَا
مَنْطِقَ
الطَّيْرِ وَأُوتِينَا
مِنْ كُلِّ
شَيْءٍ
إِنَّ هَذَا لَهُوَ
الْفَضْلُ
الْمُبِينُ
16
Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan
burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
وَحُشِرَ
لِسُلَيْمَانَ
جُنُودُهُ
مِنَ الْجِنِّ
وَالإنْسِ
وَالطَّيْرِ
فَهُمْ
يُوزَعُونَ
17
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor
semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;
حَتَّى
إِذَا
أَتَوْا
عَلَى وَادِ
النَّمْلِ
قَالَتْ نَمْلَةٌ
يَا
أَيُّهَا
النَّمْلُ
ادْخُلُوا
مَسَاكِنَكُمْ
لا
يَحْطِمَنَّكُمْ
سُلَيْمَانُ
وَجُنُودُهُ
وَهُمْ لا
يَشْعُرُونَ
18
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan
semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap
mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua
orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan
masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang
saleh”.
فَتَبَسَّمَ
ضَاحِكًا
مِنْ
قَوْلِهَا
وَقَالَ
رَبِّ أَوْزِعْنِي
أَنْ
أَشْكُرَ
نِعْمَتَكَ
الَّتِي
أَنْعَمْتَ
عَلَيَّ
وَعَلَى وَالِدَيَّ
وَأَنْ
أَعْمَلَ
صَالِحًا
تَرْضَاهُ
وَأَدْخِلْنِي
بِرَحْمَتِكَ
فِي عِبَادِكَ
الصَّالِحِينَ
19
Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku
tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.
وَتَفَقَّدَ
الطَّيْرَ
فَقَالَ مَا
لِيَ لا
أَرَى الْهُدْهُدَ
أَمْ كَانَ
مِنَ
الْغَائِبِينَ
20
Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras,
atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku
dengan alasan yang terang”.
لأعَذِّبَنَّهُ
عَذَابًا
شَدِيدًا
أَوْ لأذْبَحَنَّهُ
أَوْ
لَيَأْتِيَنِّي
بِسُلْطَانٍ
مُبِينٍ
21
Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:
“Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa
kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini,
فَمَكَثَ
غَيْرَ
بَعِيدٍ
فَقَالَ
أَحَطتُ بِمَا
لَمْ تُحِطْ
بِهِ
وَجِئْتُكَ
مِنْ سَبَإٍ
بِنَبَإٍ
يَقِينٍ
22
Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah
mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang
besar.
إِنِّي
وَجَدْتُ
امْرَأَةً
تَمْلِكُهُمْ
وَأُوتِيَتْ
مِنْ كُلِّ
شَيْءٍ
وَلَهَا
عَرْشٌ
عَظِيمٌ
23
Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah;
dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka
lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat
petunjuk,
وَجَدْتُهَا
وَقَوْمَهَا
يَسْجُدُونَ
لِلشَّمْسِ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
وَزَيَّنَ
لَهُمُ
الشَّيْطَانُ
أَعْمَالَهُمْ
فَصَدَّهُمْ
عَنِ السَّبِيلِ
فَهُمْ لا
يَهْتَدُونَ
24
agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang
terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan
dan apa yang kamu nyatakan.
أَلا
يَسْجُدُوا
لِلَّهِ
الَّذِي
يُخْرِجُ
الْخَبْءَ
فِي السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَيَعْلَمُ
مَا تُخْفُونَ
وَمَا
تُعْلِنُونَ
25
Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, Tuhan
Yang mempunyai Arasy yang besar”.
اللَّهُ
لا إِلَهَ
إِلا هُوَ
رَبُّ
الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
26
Berkata Sulaiman: “Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah
kamu termasuk orang-orang yang berdusta.
قَالَ
سَنَنْظُرُ
أَصَدَقْتَ
أَمْ كُنْتَ مِنَ
الْكَاذِبِينَ
27
Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada
mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka
bicarakan”
اذْهَبْ
بِكِتَابِي
هَذَا
فَأَلْقِهِ
إِلَيْهِمْ
ثُمَّ تَوَلَّ
عَنْهُمْ
فَانْظُرْ
مَاذَا
يَرْجِعُونَ
28
Berkata ia (Balqis): “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya
telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.
قَالَتْ
يَا
أَيُّهَا
الْمَلأ
إِنِّي أُلْقِيَ
إِلَيَّ كِتَابٌ
كَرِيمٌ
29
Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)
nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
إِنَّهُ
مِنْ
سُلَيْمَانَ
وَإِنَّهُ
بِسْمِ
اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
30
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan
datanglah kepadaku sebagai orang-orang berserah diri”.
أَلا
تَعْلُوا
عَلَيَّ
وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ
31
Berkata dia (Balqis): “Hai para pembesar berilah aku
pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu
persoalan sebelum kamu berada dalam majelis (ku)”.
قَالَتْ
يَا
أَيُّهَا
الْمَلأ
أَفْتُونِي فِي
أَمْرِي مَا
كُنْتُ
قَاطِعَةً
أَمْرًا
حَتَّى تَشْهَدُونِ
32
Mereka menjawab: “Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan
dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan
berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu
perintahkan”.
قَالُوا
نَحْنُ
أُولُو
قُوَّةٍ
وَأُولُو بَأْسٍ
شَدِيدٍ وَالأمْرُ
إِلَيْكِ
فَانْظُرِي
مَاذَا تَأْمُرِينَ
33
Dia berkata: “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu
negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia
jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat.
قَالَتْ
إِنَّ
الْمُلُوكَ
إِذَا
دَخَلُوا قَرْيَةً
أَفْسَدُوهَا
وَجَعَلُوا
أَعِزَّةَ
أَهْلِهَا
أَذِلَّةً
وَكَذَلِكَ يَفْعَلُونَ
34
Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan
(membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh
utusan-utusan itu.
وَإِنِّي
مُرْسِلَةٌ
إِلَيْهِمْ
بِهَدِيَّةٍ
فَنَاظِرَةٌ
بِمَ
يَرْجِعُ
الْمُرْسَلُونَ
35
Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman
berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang
diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu;
tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
فَلَمَّا
جَاءَ
سُلَيْمَانَ
قَالَ
أَتُمِدُّونَنِ
بِمَالٍ
فَمَا
آتَانِيَ
اللَّهُ
خَيْرٌ مِمَّا
آتَاكُمْ
بَلْ
أَنْتُمْ بِهَدِيَّتِكُمْ
تَفْرَحُونَ
36
Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka
dengan bala tentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan
mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi
(tawanan-tawanan) yang hina dina”.
ارْجِعْ
إِلَيْهِمْ
فَلَنَأْتِيَنَّهُمْ
بِجُنُودٍ
لا قِبَلَ
لَهُمْ
بِهَا
وَلَنُخْرِجَنَّهُمْ
مِنْهَا
أَذِلَّةً
وَهُمْ صَاغِرُونَ
37
Berkata Sulaiman: “Hai pembesar-pembesar, siapakah di
antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum
mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.
قَالَ
يَا
أَيُّهَا
الْمَلأ
أَيُّكُمْ
يَأْتِينِي بِعَرْشِهَا
قَبْلَ أَنْ
يَأْتُونِي
مُسْلِمِينَ
38
Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: “Aku akan
datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri
dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi
dapat dipercaya”.
قَالَ
عِفْريتٌ
مِنَ
الْجِنِّ
أَنَا آتِيكَ
بِهِ قَبْلَ أَنْ
تَقُومَ
مِنْ
مَقَامِكَ
وَإِنِّي
عَلَيْهِ
لَقَوِيٌّ
أَمِينٌ
39
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku
akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka
tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun
berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku
bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur
maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang
siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
قَالَ
الَّذِي
عِنْدَهُ
عِلْمٌ مِنَ
الْكِتَابِ
أَنَا آتِيكَ
بِهِ قَبْلَ
أَنْ
يَرْتَدَّ
إِلَيْكَ
طَرْفُكَ
فَلَمَّا
رَآهُ
مُسْتَقِرًّا
عِنْدَهُ
قَالَ هَذَا
مِنْ فَضْلِ
رَبِّي لِيَبْلُوَنِي
أَأَشْكُرُ
أَمْ
أَكْفُرُ وَمَنْ
شَكَرَ
فَإِنَّمَا
يَشْكُرُ
لِنَفْسِهِ
وَمَنْ
كَفَرَ فَإِنَّ
رَبِّي غَنِيٌّ
كَرِيمٌ
40
Dia berkata: “Robahlah baginya singgasananya; maka kita
akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak
mengenal (nya)”.
قَالَ
نَكِّرُوا
لَهَا عَرْشَهَا
نَنْظُرْ
أَتَهْتَدِي
أَمْ
تَكُونُ
مِنَ
الَّذِينَ
لا
يَهْتَدُونَ
41
Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa
inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini
singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah
orang-orang yang berserah diri”.
فَلَمَّا
جَاءَتْ
قِيلَ
أَهَكَذَا
عَرْشُكِ
قَالَتْ كَأَنَّهُ
هُوَ
وَأُوتِينَا
الْعِلْمَ
مِنْ
قَبْلِهَا
وَكُنَّا مُسْلِمِينَ
42
Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya
(untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk
orang-orang yang kafir.
وَصَدَّهَا
مَا كَانَتْ
تَعْبُدُ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ إِنَّهَا
كَانَتْ
مِنْ قَوْمٍ
كَافِرِينَ
43
Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka
tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan
disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia
adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya
Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat lalim terhadap diriku dan aku
berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.
قِيلَ
لَهَا
ادْخُلِي
الصَّرْحَ
فَلَمَّا رَأَتْهُ
حَسِبَتْهُ
لُجَّةً
وَكَشَفَتْ
عَنْ سَاقَيْهَا
قَالَ
إِنَّهُ
صَرْحٌ
مُمَرَّدٌ مِنْ
قَوَارِيرَ
قَالَتْ
رَبِّ إِنِّي
ظَلَمْتُ
نَفْسِي
وَأَسْلَمْتُ
مَعَ سُلَيْمَانَ
لِلَّهِ
رَبِّ
الْعَالَمِينَ
44
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud
saudara mereka Saleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. Tetapi
tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan.
وَلَقَدْ
أَرْسَلْنَا
إِلَى
ثَمُودَ
أَخَاهُمْ
صَالِحًا أَنِ
اعْبُدُوا
اللَّهَ
فَإِذَا
هُمْ فَرِيقَانِ
يَخْتَصِمُونَ
45
Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan
keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? Hendaklah kamu meminta ampun kepada
Allah, agar kamu mendapat rahmat”.
قَالَ
يَا قَوْمِ
لِمَ
تَسْتَعْجِلُونَ
بِالسَّيِّئَةِ
قَبْلَ
الْحَسَنَةِ
لَوْلا
تَسْتَغْفِرُونَ
اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُرْحَمُونَ
46
Mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang,
disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Saleh berkata:
“Nasibmu ada pada sisi Allah, (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi
kamu kaum yang diuji”.
قَالُوا
اطَّيَّرْنَا
بِكَ
وَبِمَنْ
مَعَكَ
قَالَ طَائِرُكُمْ
عِنْدَ
اللَّهِ
بَلْ
أَنْتُمْ
قَوْمٌ
تُفْتَنُونَ
47
Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat
kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.
وَكَانَ
فِي
الْمَدِينَةِ
تِسْعَةُ
رَهْطٍ
يُفْسِدُونَ
فِي الأرْضِ وَلا
يُصْلِحُونَ
48
Mereka berkata: “Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa
kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya
di malam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak
menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah
orang-orang yang benar”.
قَالُوا
تَقَاسَمُوا
بِاللَّهِ
لَنُبَيِّتَنَّهُ
وَأَهْلَهُ
ثُمَّ
لَنَقُولَنَّ
لِوَلِيِّهِ
مَا
شَهِدْنَا
مَهْلِكَ
أَهْلِهِ وَإِنَّا
لَصَادِقُونَ
49
Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami
merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari.
وَمَكَرُوا
مَكْرًا
وَمَكَرْنَا
مَكْرًا وَهُمْ
لا يَشْعُرُونَ
50
Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu,
bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
فَانْظُرْ
كَيْفَ
كَانَ
عَاقِبَةُ
مَكْرِهِمْ
أَنَّا دَمَّرْنَاهُمْ
وَقَوْمَهُمْ
أَجْمَعِينَ
51
Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan
kelaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran
bagi kaum yang mengetahui.
فَتِلْكَ
بُيُوتُهُمْ
خَاوِيَةً
بِمَا ظَلَمُوا
إِنَّ فِي
ذَلِكَ
لآيَةً
لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
52
Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka
itu selalu bertakwa.
وَأَنْجَيْنَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَكَانُوا يَتَّقُونَ
53
Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya:
“Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu melihat
(nya)?”
وَلُوطًا
إِذْ قَالَ
لِقَوْمِهِ
أَتَأْتُونَ
الْفَاحِشَةَ
وَأَنْتُمْ
تُبْصِرُونَ
54
Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu),
bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui
(akibat perbuatanmu)”.
أَئِنَّكُمْ
لَتَأْتُونَ
الرِّجَالَ
شَهْوَةً
مِنْ دُونِ النِّسَاءِ
بَلْ
أَنْتُمْ
قَوْمٌ
تَجْهَلُونَ
55
Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan:
“Usirlah Lut beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya
mereka itu orang-orang yang (mendakwakan dirinya) bersih”.
فَمَا
كَانَ
جَوَابَ
قَوْمِهِ
إِلا أَنْ قَالُوا
أَخْرِجُوا
آلَ لُوطٍ
مِنْ
قَرْيَتِكُمْ
إِنَّهُمْ
أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
56
Maka Kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali istrinya.
Kami telah menakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal
(dibinasakan).
فَأَنْجَيْنَاهُ
وَأَهْلَهُ
إِلا امْرَأَتَهُ
قَدَّرْنَاهَا
مِنَ
الْغَابِرِينَ
57
Dan Kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), maka amat
buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu.
وَأَمْطَرْنَا
عَلَيْهِمْ
مَطَرًا
فَسَاءَ
مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ
58
Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas
hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa
yang mereka persekutukan dengan Dia?”
قُلِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
وَسَلامٌ
عَلَى عِبَادِهِ
الَّذِينَ
اصْطَفَى
آللَّهُ
خَيْرٌ
أَمَّا
يُشْرِكُونَ
59
Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang
menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu
kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu
menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)?
Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari
kebenaran).
أَمَّنْ
خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ وَأَنْزَلَ
لَكُمْ مِنَ
السَّمَاءِ
مَاءً
فَأَنْبَتْنَا
بِهِ
حَدَائِقَ
ذَاتَ
بَهْجَةٍ
مَا كَانَ
لَكُمْ أَنْ
تُنْبِتُوا
شَجَرَهَا أَإِلَهٌ
مَعَ
اللَّهِ
بَلْ هُمْ
قَوْمٌ يَعْدِلُونَ
60
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam,
dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan
gunung-gunung untuk (mengokohkan) nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua
laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya)
kebanyakan dari mereka tidak mengetahui.
أَمَّنْ
جَعَلَ
الأرْضَ
قَرَارًا
وَجَعَلَ
خِلالَهَا أَنْهَارًا
وَجَعَلَ
لَهَا
رَوَاسِيَ
وَجَعَلَ
بَيْنَ
الْبَحْرَيْنِ
حَاجِزًا أَإِلَهٌ
مَعَ
اللَّهِ
بَلْ
أَكْثَرُهُمْ
لا يَعْلَمُونَ
61
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam
kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang
menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah
ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).
أَمَّنْ
يُجِيبُ
الْمُضْطَرَّ
إِذَا دَعَاهُ
وَيَكْشِفُ السُّوءَ
وَيَجْعَلُكُمْ
خُلَفَاءَ
الأرْضِ
أَإِلَهٌ
مَعَ اللَّهِ
قَلِيلا مَا تَذَكَّرُونَ
62
Atau siapakah yang memimpin kamu dalam kegelapan di daratan dan
lautan dan siapa (pula) kah yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira
sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang
lain)? Maha Tinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan (dengan-Nya).
أَمَّنْ
يَهْدِيكُمْ
فِي
ظُلُمَاتِ
الْبَرِّ
وَالْبَحْرِ
وَمَنْ
يُرْسِلُ
الرِّيَاحَ
بُشْرًا
بَيْنَ
يَدَيْ
رَحْمَتِهِ
أَإِلَهٌ
مَعَ اللَّهِ
تَعَالَى
اللَّهُ
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
63
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya),
kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki
kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang
lain)?. Katakanlah: “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang
orang-orang yang benar”.
أَمَّنْ
يَبْدَأُ
الْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُ
وَمَنْ يَرْزُقُكُمْ
مِنَ
السَّمَاءِ
وَالأرْضِ أَإِلَهٌ
مَعَ
اللَّهِ
قُلْ
هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ
إِنْ
كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
64
Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi
yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak
mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.
قُلْ
لا يَعْلَمُ
مَنْ فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ الْغَيْبَ
إِلا
اللَّهُ
وَمَا
يَشْعُرُونَ
أَيَّانَ
يُبْعَثُونَ
65
Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai
(kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi
mereka buta daripadanya.
بَلِ
ادَّارَكَ
عِلْمُهُمْ
فِي
الآخِرَةِ بَلْ
هُمْ فِي شَكٍّ
مِنْهَا
بَلْ هُمْ
مِنْهَا
عَمُونَ
66
Berkatalah orang-orang yang kafir; “Apakah setelah kita
menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita
akan dikeluarkan (dari kubur)?
وَقَالَ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
أَئِذَا
كُنَّا
تُرَابًا وَآبَاؤُنَا
أَئِنَّا
لَمُخْرَجُونَ
67
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga)
bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang
dahulu kala”.
لَقَدْ
وُعِدْنَا
هَذَا
نَحْنُ
وَآبَاؤُنَا
مِنْ قَبْلُ إِنْ
هَذَا إِلا
أَسَاطِيرُ
الأوَّلِينَ
68
Katakanlah: “Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu
perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.
قُلْ
سِيرُوا فِي
الأرْضِ
فَانْظُرُوا
كَيْفَ
كَانَ عَاقِبَةُ
الْمُجْرِمِينَ
69
Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu)
merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan”.
وَلا
تَحْزَنْ
عَلَيْهِمْ
وَلا تَكُنْ
فِي ضَيْقٍ
مِمَّا يَمْكُرُونَ
70
Dan mereka (orang-orang kafir) berkata: “Bilakah datangnya
azab itu, jika memang kamu orang-orang yang benar”.
وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا
الْوَعْدُ
إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
71
Katakanlah: “Mungkin telah hampir datang kepadamu sebagian
dari (azab) yang kamu minta (supaya) disegerakan itu.
قُلْ
عَسَى أَنْ
يَكُونَ
رَدِفَ
لَكُمْ بَعْضُ
الَّذِي تَسْتَعْجِلُونَ
72
Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai karunia yang
besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak
mensyukuri (nya).
وَإِنَّ
رَبَّكَ
لَذُو
فَضْلٍ
عَلَى النَّاسِ
وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ
لا
يَشْكُرُونَ
73
Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar mengetahui apa yang
disembunyikan hati mereka dan apa yang mereka nyatakan.
وَإِنَّ
رَبَّكَ
لَيَعْلَمُ
مَا تُكِنُّ
صُدُورُهُمْ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
74
Tiada sesuatu pun yang gaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat)
dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).
وَمَا
مِنْ
غَائِبَةٍ
فِي
السَّمَاءِ
وَالأرْضِ
إِلا فِي كِتَابٍ
مُبِينٍ
75
Sesungguhnya Al Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Israel
sebahagian besar dari (perkara-perkara) yang mereka berselisih tentangnya.
إِنَّ
هَذَا
الْقُرْآنَ
يَقُصُّ
عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ
أَكْثَرَ
الَّذِي
هُمْ فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
76
Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan
rahmat bagi orang-orang yang beriman.
وَإِنَّهُ
لَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
77
Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka
dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ
رَبَّكَ
يَقْضِي
بَيْنَهُمْ
بِحُكْمِهِ
وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْعَلِيمُ
78
Sebab itu bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada
di atas kebenaran yang nyata.
فَتَوَكَّلْ
عَلَى
اللَّهِ
إِنَّكَ
عَلَى الْحَقِّ
الْمُبِينِ
79
Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati
mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang-orang yang tuli mendengar
panggilan, apabila mereka telah berpaling membelakang.
إِنَّكَ
لا تُسْمِعُ
الْمَوْتَى
وَلا تُسْمِعُ
الصُّمَّ الدُّعَاءَ
إِذَا
وَلَّوْا
مُدْبِرِينَ
80
Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang
buta dari kesesatan mereka. Kamu tidak dapat menjadikan (seorang pun)
mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu
mereka berserah diri.
وَمَا
أَنْتَ
بِهَادِ
الْعُمْيِ
عَنْ ضَلالَتِهِمْ
إِنْ تُسْمِعُ
إِلا مَنْ
يُؤْمِنُ
بِآيَاتِنَا
فَهُمْ
مُسْلِمُونَ
81
Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan
sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa
sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
وَإِذَا
وَقَعَ
الْقَوْلُ
عَلَيْهِمْ
أَخْرَجْنَا
لَهُمْ دَابَّةً
مِنَ
الأرْضِ
تُكَلِّمُهُمْ
أَنَّ
النَّاسَ
كَانُوا
بِآيَاتِنَا
لا يُوقِنُونَ
82
Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat
segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka
dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
وَيَوْمَ
نَحْشُرُ
مِنْ كُلِّ
أُمَّةٍ فَوْجًا
مِمَّنْ يُكَذِّبُ
بِآيَاتِنَا
فَهُمْ
يُوزَعُونَ
83
Hingga apabila mereka datang, Allah berfirman: “Apakah kamu
telah mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal ilmu kamu tidak meliputinya, atau
apakah yang telah kamu kerjakan?”
حَتَّى
إِذَا
جَاءُوا
قَالَ
أَكَذَّبْتُمْ
بِآيَاتِي وَلَمْ
تُحِيطُوا
بِهَا
عِلْمًا
أَمَّاذَا
كُنْتُمْ
تَعْمَلُونَ
84
Dan jatuhlah perkataan (azab) atas mereka disebabkan kelaliman
mereka, maka mereka tidak dapat berkata (apa-apa).
وَوَقَعَ
الْقَوْلُ
عَلَيْهِمْ
بِمَا ظَلَمُوا
فَهُمْ لا يَنْطِقُونَ
85
Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah
menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi?
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah)
bagi orang-orang yang beriman.
أَلَمْ
يَرَوْا
أَنَّا
جَعَلْنَا
اللَّيْلَ
لِيَسْكُنُوا
فِيهِ
وَالنَّهَارَ
مُبْصِرًا
إِنَّ فِي
ذَلِكَ لآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
86
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah
segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki
Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
وَيَوْمَ
يُنْفَخُ
فِي
الصُّورِ
فَفَزِعَ مَنْ
فِي السَّمَاوَاتِ
وَمَنْ فِي
الأرْضِ
إِلا مَنْ
شَاءَ
اللَّهُ
وَكُلٌّ
أَتَوْهُ دَاخِرِينَ
87
Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di
tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan
Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَتَرَى
الْجِبَالَ
تَحْسَبُهَا
جَامِدَةً
وَهِيَ تَمُرُّ
مَرَّ السَّحَابِ
صُنْعَ
اللَّهِ
الَّذِي
أَتْقَنَ كُلَّ
شَيْءٍ
إِنَّهُ خَبِيرٌ
بِمَا
تَفْعَلُونَ
88
Barang siapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan)
yang lebih baik daripadanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman
tenteram dari kejutan yang dahsyat pada hari itu.
مَنْ
جَاءَ
بِالْحَسَنَةِ
فَلَهُ
خَيْرٌ مِنْهَا
وَهُمْ مِنْ
فَزَعٍ
يَوْمَئِذٍ
آمِنُونَ
89
Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkurkanlah
muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal)
dengan apa yang dahulu kamu kerjakan.
وَمَنْ
جَاءَ
بِالسَّيِّئَةِ
فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ
فِي النَّارِ
هَلْ
تُجْزَوْنَ
إِلا مَا
كُنْتُمْ
تَعْمَلُونَ
90
Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah)
Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku
diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
إِنَّمَا
أُمِرْتُ
أَنْ
أَعْبُدَ
رَبَّ هَذِهِ
الْبَلْدَةِ
الَّذِي
حَرَّمَهَا
وَلَهُ كُلُّ
شَيْءٍ
وَأُمِرْتُ
أَنْ
أَكُونَ
مِنَ الْمُسْلِمِينَ
91
Dan supaya aku membacakan Al Qur’an (kepada manusia). Maka
barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya ia hanyalah mendapat
petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa yang sesat maka
katakanlah: “Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang
pemberi peringatan”.
وَأَنْ
أَتْلُوَ
الْقُرْآنَ
فَمَنِ
اهْتَدَى
فَإِنَّمَا يَهْتَدِي
لِنَفْسِهِ
وَمَنْ
ضَلَّ فَقُلْ
إِنَّمَا
أَنَا مِنَ الْمُنْذِرِينَ
92
Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, Dia akan
memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kebesaran-Nya, maka kamu akan
mengetahuinya. Dan Tuhanmu tiada lalai dari apa yang kamu kerjakan”.
وَقُلِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
سَيُرِيكُمْ
آيَاتِهِ فَتَعْرِفُونَهَا
وَمَا رَبُّكَ
بِغَافِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
93

Penutup Surat An Naml

Surat An Naml dimulai dengan menerangkan sifat-sifat Al Quran, menerangkan kisah beberapa orang rasul dengan umat-umatnya yang mau mengikuti ajaran-ajaran yang dibawanya dan yang tidak mau mengikutinya. Kemudian surat ini diakhiri dengan perintah menyembah Allah dan membaca Al Quran dan bahwa Allah memperlihatkan kepada kaum musyrikin kebenaran ayat-ayat-Nya.

HUBUNGAN SURAT AN NAML DENGAN AL QASHASH

1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan huruf abjad, menerangkan sifat-sifat Al Quran dan dengan kisah Musa a.s. Hanya saja kisah Musa a.s. dalam surat Al Qashash diterangkan lebih lengkap dibandingkan kisah Musa a.s. yang terdapat dalam surat An Naml.

2. Surat An Naml menerangkan secara garis besarnya bahwa keingkaran orang-orang kafir terhadap adanya hari berbangkit itu tidak beralasan kemudian dikemukakan kepada mereka persoalan-persoalan yang ada hubungannya dengan kebangkitan itu. Hal ini diterangkan lebih jelas dalam surat Al Qashash.

3. Surat An Naml menerangkan kehancuran kaum Shaleh dan kaum Luth akibat durhaka kepada Allah dan Nabi-Nya, sedang surat Al Qashash menyinggungnya pula.

4. Surat An Naml menyebut balasan pada hari kiamat terhadap orang-orang yang membuat keburukan di dunia, dan surat Al Qashash menyebutkannya pula.

5. Bahagian akhir kedua surat ini sama-sama menyebutkan perintah menyembah Allah dan membaca ayat-ayat Al Quran.

Itulah surah an naml dan artinya untuk anda, semoga bermanfaat. Baca juga surat yasin dan surat lainnya untuk anda baca sehari hari di blog ini.

Terakhir, admin minta tolong untuk share atau membagikan surat ini ke berbagai sosial media agar lebih banyak lagi yang membaca al quran.