SURAT YUNUS – Al Quran Dan Terjemahan

Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada masa Nabi Muhmmad s.a.w. berada di Madinah. Surat ini dinamai surat Yunus karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus a.s. dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Kandungan Surat Yunus

1. Keimanan:
Al Quran bukanlah sihir, Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya; syafa’at hanyalah dengan izin Allah; Wali-wali Allah; wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia; Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba-hamba-Nya di dunia; Allah tidak mempunyai anak.

2. Hukum:
Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan; hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

3. Kisah-kisah:
Kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir; kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir; Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

4. Dan lain-lain:
Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang; keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat; Al Quran tidak dapat ditandingi; rasul hanya menyampaikan risalah.

Surat Yunus

Surat Yunus dan Terjemahnya

Terjemahan Surat Yunus
Surat Yunus Arab
Ayat
Alif Laam Raa. Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang mengandung
hikmah.
الر
تِلْكَ
آيَاتُ
الْكِتَابِ
الْحَكِيمِ
1
Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan
kepada seorang laki-laki di antara mereka: “Berilah peringatan kepada
manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai
kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka”. Orang-orang kafir berkata:
“Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang
nyata.”
أَكَانَ
لِلنَّاسِ
عَجَبًا
أَنْ
أَوْحَيْنَا
إِلَى رَجُلٍ
مِنْهُمْ
أَنْ
أَنْذِرِ
النَّاسَ وَبَشِّرِ
الَّذِينَ
آمَنُوا
أَنَّ
لَهُمْ قَدَمَ
صِدْقٍ
عِنْدَ
رَبِّهِمْ
قَالَ
الْكَافِرُونَ
إِنَّ هَذَا
لَسَاحِرٌ مُبِينٌ
2
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan
bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy untuk mengatur
segala urusan. Tiada seorang pun yang akan memberi syafaat kecuali sesudah
ada izin-Nya. (Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah
Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
إِنَّ
رَبَّكُمُ
اللَّهُ
الَّذِي
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ
فِي سِتَّةِ
أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَى
عَلَى
الْعَرْشِ
يُدَبِّرُ
الأمْرَ مَا
مِنْ
شَفِيعٍ
إِلا مِنْ
بَعْدِ
إِذْنِهِ
ذَلِكُمُ
اللَّهُ
رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ
أَفَلا
تَذَكَّرُونَ
3
Hanya kepada-Nya-lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji
yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada
permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah
berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan
yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir
disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran
mereka.
إِلَيْهِ
مَرْجِعُكُمْ
جَمِيعًا
وَعْدَ اللَّهِ
حَقًّا إِنَّهُ
يَبْدَأُ
الْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُ
لِيَجْزِيَ
الَّذِينَ
آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
بِالْقِسْطِ
وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
لَهُمْ
شَرَابٌ
مِنْ حَمِيمٍ
وَعَذَابٌ
أَلِيمٌ
بِمَا
كَانُوا يَكْفُرُونَ
4
Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya
dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan
itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah
tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan
tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
هُوَ
الَّذِي
جَعَلَ
الشَّمْسَ
ضِيَاءً وَالْقَمَرَ
نُورًا
وَقَدَّرَهُ
مَنَازِلَ
لِتَعْلَمُوا
عَدَدَ
السِّنِينَ
وَالْحِسَابَ
مَا خَلَقَ
اللَّهُ
ذَلِكَ إِلا
بِالْحَقِّ
يُفَصِّلُ
الآيَاتِ
لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
5
Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa
yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda
(kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
إِنَّ
فِي
اخْتِلافِ
اللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ
وَمَا خَلَقَ
اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
لآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ
6
Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya
akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta
merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan
ayat-ayat Kami,
إِنَّ
الَّذِينَ
لا
يَرْجُونَ
لِقَاءَنَا وَرَضُوا
بِالْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَاطْمَأَنُّوا
بِهَا
وَالَّذِينَ
هُمْ عَنْ
آيَاتِنَا غَافِلُونَ
7
mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu
mereka kerjakan.
أُولَئِكَ
مَأْوَاهُمُ
النَّارُ
بِمَا كَانُوا
يَكْسِبُونَ
8
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal
saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah
mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
يَهْدِيهِمْ
رَبُّهُمْ
بِإِيمَانِهِمْ
تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهِمُ
الأنْهَارُ
فِي جَنَّاتِ
النَّعِيمِ
9
Doa mereka di dalamnya ialah: “Subhanakallahumma”, dan
salam penghormatan mereka ialah: “Salam”. Dan penutup doa mereka
ialah: “Alhamdulillaahi Rabbil ‘aalamin.”
دَعْوَاهُمْ
فِيهَا
سُبْحَانَكَ
اللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ
فِيهَا
سَلامٌ
وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ
أَنِ
الْحَمْدُ
لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ
10
Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia
seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur
mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan
dengan Kami, bergelimang di dalam kesesatan mereka.
وَلَوْ
يُعَجِّلُ
اللَّهُ
لِلنَّاسِ
الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ
بِالْخَيْرِ
لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ
أَجَلُهُمْ
فَنَذَرُ
الَّذِينَ لا
يَرْجُونَ
لِقَاءَنَا
فِي
طُغْيَانِهِمْ
يَعْمَهُونَ
11
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam
keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya
itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia
tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah
menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa
yang selalu mereka kerjakan.
وَإِذَا
مَسَّ
الإنْسَانَ
الضُّرُّ
دَعَانَا
لِجَنْبِهِ أَوْ
قَاعِدًا
أَوْ
قَائِمًا
فَلَمَّا
كَشَفْنَا
عَنْهُ
ضُرَّهُ
مَرَّ
كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا
إِلَى ضُرٍّ
مَسَّهُ
كَذَلِكَ زُيِّنَ
لِلْمُسْرِفِينَ
مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
12
Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum
kamu, ketika mereka berbuat kelaliman, padahal rasul-rasul mereka telah
datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi
mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan
kepada orang-orang yang berbuat dosa.
وَلَقَدْ
أَهْلَكْنَا
الْقُرُونَ
مِنْ قَبْلِكُمْ
لَمَّا ظَلَمُوا
وَجَاءَتْهُمْ
رُسُلُهُمْ
بِالْبَيِّنَاتِ
وَمَا
كَانُوا
لِيُؤْمِنُوا
كَذَلِكَ
نَجْزِي
الْقَوْمَ
الْمُجْرِمِينَ
13
Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka
bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
ثُمَّ
جَعَلْنَاكُمْ
خَلائِفَ
فِي الأرْضِ
مِنْ بَعْدِهِمْ
لِنَنْظُرَ
كَيْفَ
تَعْمَلُونَ
14
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata,
orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata:
“Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia”.
Katakanlah: “Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri.
Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku
takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)”.
وَإِذَا
تُتْلَى
عَلَيْهِمْ
آيَاتُنَا
بَيِّنَاتٍ
قَالَ الَّذِينَ
لا
يَرْجُونَ
لِقَاءَنَا
ائْتِ بِقُرْآنٍ
غَيْرِ
هَذَا أَوْ بَدِّلْهُ
قُلْ مَا
يَكُونُ لِي
أَنْ
أُبَدِّلَهُ
مِنْ
تِلْقَاءِ
نَفْسِي
إِنْ
أَتَّبِعُ
إِلا مَا
يُوحَى
إِلَيَّ
إِنِّي
أَخَافُ
إِنْ عَصَيْتُ
رَبِّي
عَذَابَ
يَوْمٍ عَظِيمٍ
15
Katakanlah: “Jika Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya
kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu”.
Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka
apakah kamu tidak memikirkannya?
قُلْ
لَوْ شَاءَ
اللَّهُ مَا
تَلَوْتُهُ
عَلَيْكُمْ
وَلا أَدْرَاكُمْ
بِهِ فَقَدْ
لَبِثْتُ
فِيكُمْ
عُمُرًا
مِنْ قَبْلِهِ
أَفَلا تَعْقِلُونَ
16
Maka siapakah yang lebih lalim daripada orang yang
mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya?
Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
فَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنِ
افْتَرَى
عَلَى اللَّهِ
كَذِبًا أَوْ
كَذَّبَ
بِآيَاتِهِ
إِنَّهُ لا
يُفْلِحُ
الْمُجْرِمُونَ
17
Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat
mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan
mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi
Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang
tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Maha Suci
Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).
وَيَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ مَا
لا يَضُرُّهُمْ
وَلا
يَنْفَعُهُمْ
وَيَقُولُونَ
هَؤُلاءِ
شُفَعَاؤُنَا
عِنْدَ
اللَّهِ
قُلْ أَتُنَبِّئُونَ
اللَّهَ
بِمَا لا
يَعْلَمُ
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَلا فِي
الأرْضِ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى
عَمَّا
يُشْرِكُونَ
18
Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka
berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu
dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang
mereka perselisihkan itu.
وَمَا
كَانَ
النَّاسُ
إِلا
أُمَّةً
وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا
وَلَوْلا
كَلِمَةٌ
سَبَقَتْ
مِنْ
رَبِّكَ
لَقُضِيَ
بَيْنَهُمْ
فِيمَا فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
19
Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya
(Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhannya?” Maka katakanlah:
” Sesungguhnya yang gaib itu kepunyaan Allah; sebab itu tunggu (sajalah)
olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu.
وَيَقُولُونَ
لَوْلا
أُنْزِلَ
عَلَيْهِ آيَةٌ
مِنْ رَبِّهِ
فَقُلْ
إِنَّمَا
الْغَيْبُ
لِلَّهِ
فَانْتَظِرُوا
إِنِّي
مَعَكُمْ
مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ
20
Dan apabila kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah
(datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam
(menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat
pembalasannya (atas tipu daya itu)”. Sesungguhnya malaikat Kami
menuliskan tipu dayamu.
وَإِذَا
أَذَقْنَا
النَّاسَ
رَحْمَةً
مِنْ بَعْدِ ضَرَّاءَ
مَسَّتْهُمْ
إِذَا
لَهُمْ
مَكْرٌ فِي
آيَاتِنَا
قُلِ
اللَّهُ
أَسْرَعُ مَكْرًا
إِنَّ
رُسُلَنَا
يَكْتُبُونَ
مَا تَمْكُرُونَ
21
Dialah Tuhan yang menjadikan Kamu dapat berjalan di daratan,
(berlayar) di lautan. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan
meluncurlah bahtera itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya dengan
tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin
badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka
yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah
dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. (Mereka berkata):
“Sesungguhnya jika engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pastilah
kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur”.
هُوَ
الَّذِي
يُسَيِّرُكُمْ
فِي
الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
حَتَّى
إِذَا
كُنْتُمْ
فِي
الْفُلْكِ
وَجَرَيْنَ
بِهِمْ
بِرِيحٍ
طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا
بِهَا
جَاءَتْهَا
رِيحٌ عَاصِفٌ
وَجَاءَهُمُ
الْمَوْجُ
مِنْ كُلِّ مَكَانٍ
وَظَنُّوا
أَنَّهُمْ
أُحِيطَ
بِهِمْ
دَعَوُا
اللَّهَ
مُخْلِصِينَ
لَهُ الدِّينَ
لَئِنْ
أَنْجَيْتَنَا
مِنْ هَذِهِ
لَنَكُونَنَّ
مِنَ الشَّاكِرِينَ
22
Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka, tiba-tiba mereka
membuat kelaliman di muka bumi tanpa (alasan) yang benar. Hai manusia,
sesungguhnya (bencana) kelalimanmu akan menimpa dirimu sendiri; (hasil
kelalimanmu) itu hanyalah kenikmatan hidup duniawi, kemudian kepada Kami-lah
kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
فَلَمَّا
أَنْجَاهُمْ
إِذَا هُمْ
يَبْغُونَ
فِي الأرْضِ بِغَيْرِ
الْحَقِّ
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ إِنَّمَا
بَغْيُكُمْ
عَلَى
أَنْفُسِكُمْ
مَتَاعَ
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
ثُمَّ إِلَيْنَا
مَرْجِعُكُمْ
فَنُنَبِّئُكُمْ
بِمَا كُنْتُمْ
تَعْمَلُونَ
23
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti
air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya
karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan
binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan
memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka
pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam
atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang
sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami
menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir.
إِنَّمَا
مَثَلُ
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ
مِنَ
السَّمَاءِ
فَاخْتَلَطَ
بِهِ
نَبَاتُ
الأرْضِ
مِمَّا يَأْكُلُ
النَّاسُ
وَالأنْعَامُ
حَتَّى
إِذَا أَخَذَتِ
الأرْضُ
زُخْرُفَهَا
وَازَّيَّنَتْ
وَظَنَّ
أَهْلُهَا
أَنَّهُمْ
قَادِرُونَ عَلَيْهَا
أَتَاهَا
أَمْرُنَا
لَيْلا أَوْ نَهَارًا
فَجَعَلْنَاهَا
حَصِيدًا
كَأَنْ لَمْ
تَغْنَ
بِالأمْسِ
كَذَلِكَ
نُفَصِّلُ الآيَاتِ
لِقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
24
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki
orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
وَاللَّهُ
يَدْعُو
إِلَى دَارِ
السَّلامِ وَيَهْدِي
مَنْ يَشَاءُ
إِلَى
صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ
25
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik
(surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak
(pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.
لِلَّذِينَ
أَحْسَنُوا
الْحُسْنَى
وَزِيَادَةٌ
وَلا يَرْهَقُ
وُجُوهَهُمْ
قَتَرٌ وَلا
ذِلَّةٌ
أُولَئِكَ
أَصْحَابُ
الْجَنَّةِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
26
Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan
yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang
pelindung pun dari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan
kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.
وَالَّذِينَ
كَسَبُوا
السَّيِّئَاتِ
جَزَاءُ
سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا
وَتَرْهَقُهُمْ
ذِلَّةٌ مَا لَهُمْ
مِنَ
اللَّهِ
مِنْ
عَاصِمٍ كَأَنَّمَا
أُغْشِيَتْ
وُجُوهُهُمْ
قِطَعًا
مِنَ
اللَّيْلِ
مُظْلِمًا
أُولَئِكَ أَصْحَابُ
النَّارِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
27
(Ingatlah) suatu hari (ketika itu) Kami mengumpulkan mereka
semuanya, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan
(Tuhan): “Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu”. Lalu
Kami pisahkan mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: “Kamu
sekali-kali tidak pernah menyembah kami.
وَيَوْمَ
نَحْشُرُهُمْ
جَمِيعًا
ثُمَّ نَقُولُ
لِلَّذِينَ
أَشْرَكُوا
مَكَانَكُمْ
أَنْتُمْ
وَشُرَكَاؤُكُمْ
فَزَيَّلْنَا
بَيْنَهُمْ
وَقَالَ
شُرَكَاؤُهُمْ
مَا كُنْتُمْ
إِيَّانَا
تَعْبُدُونَ
28
Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dengan kamu, bahwa
kami tidak tahu-menahu tentang penyembahan kamu (kepada kami)”.
فَكَفَى
بِاللَّهِ
شَهِيدًا
بَيْنَنَا
وَبَيْنَكُمْ
إِنْ كُنَّا
عَنْ
عِبَادَتِكُمْ
لَغَافِلِينَ
29
Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan
pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan
kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa
yang mereka ada-adakan.
هُنَالِكَ
تَبْلُو
كُلُّ
نَفْسٍ مَا
أَسْلَفَتْ وَرُدُّوا
إِلَى
اللَّهِ
مَوْلاهُمُ
الْحَقِّ
وَضَلَّ عَنْهُمْ
مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
30
Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari
langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan,
dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan
yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?”
Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa
kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”
قُلْ
مَنْ
يَرْزُقُكُمْ
مِنَ
السَّمَاءِ
وَالأرْضِ
أَمْ مَنْ
يَمْلِكُ
السَّمْعَ
وَالأبْصَارَ
وَمَنْ
يُخْرِجُ
الْحَيَّ
مِنَ
الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ
الْمَيِّتَ
مِنَ
الْحَيِّ
وَمَنْ
يُدَبِّرُ
الأمْرَ
فَسَيَقُولُونَ
اللَّهُ
فَقُلْ
أَفَلا
تَتَّقُونَ
31
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Tuhan kamu yang
sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka
bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)?
فَذَلِكُمُ
اللَّهُ
رَبُّكُمُ
الْحَقُّ فَمَاذَا
بَعْدَ الْحَقِّ
إِلا
الضَّلالُ
فَأَنَّى
تُصْرَفُونَ
32
Demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang
yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman.
كَذَلِكَ
حَقَّتْ
كَلِمَةُ
رَبِّكَ
عَلَى الَّذِينَ
فَسَقُوا
أَنَّهُمْ
لا
يُؤْمِنُونَ
33
Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang
dapat memulai penciptaan makhluk, kemudian mengulanginya (menghidupkannya)
kembali?” katakanlah: “Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk,
kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali; maka bagaimanakah kamu
dipalingkan (kepada menyembah yang selain Allah)?”
قُلْ
هَلْ مِنْ
شُرَكَائِكُمْ
مَنْ يَبْدَأُ
الْخَلْقَ ثُمَّ
يُعِيدُهُ
قُلِ
اللَّهُ
يَبْدَأُ الْخَلْقَ
ثُمَّ
يُعِيدُهُ
فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ
34
Katakanlah: “Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang
menunjuki kepada kebenaran?” Katakanlah: “Allah-lah yang menunjuki
kepada kebenaran”. Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada
kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi
petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)?
Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?
قُلْ
هَلْ مِنْ
شُرَكَائِكُمْ
مَنْ يَهْدِي
إِلَى الْحَقِّ
قُلِ
اللَّهُ
يَهْدِي
لِلْحَقِّ أَفَمَنْ
يَهْدِي
إِلَى
الْحَقِّ
أَحَقُّ أَنْ
يُتَّبَعَ
أَمْ مَنْ لا
يَهِدِّي
إِلا أَنْ
يُهْدَى
فَمَا
لَكُمْ
كَيْفَ تَحْكُمُونَ
35
Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja.
Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai
kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَمَا
يَتَّبِعُ
أَكْثَرُهُمْ
إِلا ظَنًّا
إِنَّ الظَّنَّ
لا يُغْنِي
مِنَ
الْحَقِّ
شَيْئًا
إِنَّ
اللَّهَ
عَلِيمٌ
بِمَا يَفْعَلُونَ
36
Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan
tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan
menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di
dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
وَمَا
كَانَ هَذَا
الْقُرْآنُ
أَنْ يُفْتَرَى
مِنْ دُونِ اللَّهِ
وَلَكِنْ
تَصْدِيقَ
الَّذِي
بَيْنَ
يَدَيْهِ
وَتَفْصِيلَ
الْكِتَابِ
لا رَيْبَ
فِيهِ مِنْ
رَبِّ
الْعَالَمِينَ
37
Atau (patutkah) mereka mengatakan: “Muhammad
membuat-buatnya.” Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu),
maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa
yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu
orang-orang yang benar.”
أَمْ
يَقُولُونَ
افْتَرَاهُ
قُلْ
فَأْتُوا
بِسُورَةٍ مِثْلِهِ
وَادْعُوا
مَنِ
اسْتَطَعْتُمْ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
إِنْ
كُنْتُمْ صَادِقِينَ
38
Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum
mengetahuinya dengan sempurna padahal belum datang kepada mereka
penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan
(rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang lalim itu.
بَلْ
كَذَّبُوا
بِمَا لَمْ
يُحِيطُوا
بِعِلْمِهِ وَلَمَّا
يَأْتِهِمْ
تَأْوِيلُهُ
كَذَلِكَ
كَذَّبَ
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِهِمْ فَانْظُرْ
كَيْفَ كَانَ
عَاقِبَةُ
الظَّالِمِينَ
39
Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Qur’an,
dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu
lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
وَمِنْهُمْ
مَنْ
يُؤْمِنُ
بِهِ
وَمِنْهُمْ
مَنْ لا يُؤْمِنُ
بِهِ
وَرَبُّكَ
أَعْلَمُ
بِالْمُفْسِدِينَ
40
Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah: “Bagiku
pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku
kerjakan dan aku pun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.
وَإِنْ
كَذَّبُوكَ
فَقُلْ لِي
عَمَلِي وَلَكُمْ
عَمَلُكُمْ
أَنْتُمْ
بَرِيئُونَ
مِمَّا أَعْمَلُ
وَأَنَا
بَرِيءٌ
مِمَّا تَعْمَلُونَ
41
Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu
dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak
mengerti.
وَمِنْهُمْ
مَنْ
يَسْتَمِعُونَ
إِلَيْكَ أَفَأَنْتَ
تُسْمِعُ
الصُّمَّ
وَلَوْ
كَانُوا لا
يَعْقِلُونَ
42
Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah
dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka
tidak dapat memperhatikan.
وَمِنْهُمْ
مَنْ
يَنْظُرُ
إِلَيْكَ
أَفَأَنْتَ
تَهْدِي الْعُمْيَ
وَلَوْ
كَانُوا لا
يُبْصِرُونَ
43
Sesungguhnya Allah tidak berbuat lalim kepada manusia sedikit
pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat lalim kepada diri mereka
sendiri.
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَظْلِمُ
النَّاسَ
شَيْئًا
وَلَكِنَّ النَّاسَ
أَنْفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
44
Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan
mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam
(di dunia) hanya sesaat saja di siang hari (di waktu itu) mereka saling
berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan
mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.
وَيَوْمَ
يَحْشُرُهُمْ
كَأَنْ لَمْ
يَلْبَثُوا
إِلا سَاعَةً
مِنَ
النَّهَارِ
يَتَعَارَفُونَ
بَيْنَهُمْ
قَدْ خَسِرَ
الَّذِينَ كَذَّبُوا
بِلِقَاءِ
اللَّهِ
وَمَا كَانُوا
مُهْتَدِينَ
45
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang
Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami
wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, dan
Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.
وَإِمَّا
نُرِيَنَّكَ
بَعْضَ
الَّذِي نَعِدُهُمْ
أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ
فَإِلَيْنَا
مَرْجِعُهُمْ
ثُمَّ
اللَّهُ
شَهِيدٌ
عَلَى مَا يَفْعَلُونَ
46
Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul
mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit
pun) tidak dianiaya.
وَلِكُلِّ
أُمَّةٍ
رَسُولٌ
فَإِذَا
جَاءَ رَسُولُهُمْ
قُضِيَ
بَيْنَهُمْ
بِالْقِسْطِ
وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ
47
Mereka mengatakan: “Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang
kamu orang-orang yang benar?”
وَيَقُولُونَ
مَتَى هَذَا
الْوَعْدُ
إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
48
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudaratan
dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki
Allah.” Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka,
maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula)
mendahulukan (nya).
قُلْ
لا أَمْلِكُ
لِنَفْسِي
ضَرًّا وَلا
نَفْعًا
إِلا مَا
شَاءَ
اللَّهُ
لِكُلِّ
أُمَّةٍ
أَجَلٌ إِذَا
جَاءَ
أَجَلُهُمْ
فَلا يَسْتَأْخِرُونَ
سَاعَةً
وَلا
يَسْتَقْدِمُونَ
49
Katakanlah: “Terangkan kepadaku, jika datang kepada kamu
sekalian siksaan-Nya di waktu malam atau di siang hari, apakah orang-orang
yang berdosa itu minta disegerakan juga?”
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ
إِنْ
أَتَاكُمْ
عَذَابُهُ
بَيَاتًا أَوْ
نَهَارًا
مَاذَا
يَسْتَعْجِلُ
مِنْهُ
الْمُجْرِمُونَ
50
Kemudian apakah setelah terjadinya (azab itu), kemudian itu kamu
baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kamu mempercayai), padahal sebelumnya
kamu selalu meminta supaya disegerakan?
أَثُمَّ
إِذَا مَا
وَقَعَ
آمَنْتُمْ
بِهِ آلآنَ
وَقَدْ كُنْتُمْ
بِهِ
تَسْتَعْجِلُونَ
51
Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu:
“Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan
melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.”
ثُمَّ
قِيلَ
لِلَّذِينَ
ظَلَمُوا
ذُوقُوا عَذَابَ
الْخُلْدِ
هَلْ
تُجْزَوْنَ
إِلا بِمَا
كُنْتُمْ
تَكْسِبُونَ
52
Dan mereka menanyakan kepadamu: “Benarkah (azab yang
dijanjikan) itu?” Katakanlah: “Ya, demi Tuhan-ku, sesungguhnya azab
itu adalah benar dan kamu sekali-kali tidak bisa luput (daripadanya)”.
وَيَسْتَنْبِئُونَكَ
أَحَقٌّ
هُوَ قُلْ إِي
وَرَبِّي إِنَّهُ
لَحَقٌّ
وَمَا أَنْتُمْ
بِمُعْجِزِينَ
53
Dan kalau setiap diri yang lalim (musyrik) itu mempunyai segala
apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka
menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan
telah diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak
dianiaya.
وَلَوْ
أَنَّ
لِكُلِّ
نَفْسٍ
ظَلَمَتْ
مَا فِي
الأرْضِ لافْتَدَتْ
بِهِ
وَأَسَرُّوا
النَّدَامَةَ
لَمَّا
رَأَوُا
الْعَذَابَ
وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ
بِالْقِسْطِ
وَهُمْ لا
يُظْلَمُونَ
54
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit
dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan
mereka tidak mengetahui (nya).
أَلا
إِنَّ
لِلَّهِ مَا
فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ أَلا
إِنَّ
وَعْدَ
اللَّهِ
حَقٌّ
وَلَكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لا يَعْلَمُونَ
55
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah
kamu dikembalikan.
هُوَ
يُحْيِي
وَيُمِيتُ
وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
56
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari
Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan
petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
قَدْ
جَاءَتْكُمْ
مَوْعِظَةٌ
مِنْ رَبِّكُمْ
وَشِفَاءٌ
لِمَا فِي
الصُّدُورِ
وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِلْمُؤْمِنِينَ
57
Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah
dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih
baik dari apa yang mereka kumpulkan”.
قُلْ
بِفَضْلِ
اللَّهِ
وَبِرَحْمَتِهِ
فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
هُوَ خَيْرٌ
مِمَّا
يَجْمَعُونَ
58
Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku tentang rezeki yang
diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan
(sebagiannya) halal”. Katakanlah: “Apakah Allah telah memberikan
izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-adakan saja terhadap
Allah?”
قُلْ
أَرَأَيْتُمْ
مَا
أَنْزَلَ
اللَّهُ لَكُمْ
مِنْ رِزْقٍ
فَجَعَلْتُمْ
مِنْهُ
حَرَامًا
وَحَلالا
قُلْ
آللَّهُ
أَذِنَ
لَكُمْ أَمْ عَلَى
اللَّهِ
تَفْتَرُونَ
59
Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan
terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai
karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak
mensyukuri (nya).
وَمَا
ظَنُّ
الَّذِينَ
يَفْتَرُونَ
عَلَى اللَّهِ
الْكَذِبَ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
إِنَّ اللَّهَ
لَذُو
فَضْلٍ
عَلَى
النَّاسِ وَلَكِنَّ
أَكْثَرَهُمْ
لا
يَشْكُرُونَ
60
Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu
ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan
Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari
pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar zarah (atom) di bumi atau pun di langit.
Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu,
melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).
وَمَا
تَكُونُ فِي
شَأْنٍ
وَمَا
تَتْلُو مِنْهُ
مِنْ قُرْآنٍ
وَلا
تَعْمَلُونَ
مِنْ عَمَلٍ
إِلا كُنَّا
عَلَيْكُمْ
شُهُودًا
إِذْ تُفِيضُونَ
فِيهِ وَمَا
يَعْزُبُ
عَنْ رَبِّكَ
مِنْ
مِثْقَالِ
ذَرَّةٍ فِي
الأرْضِ وَلا
فِي
السَّمَاءِ
وَلا
أَصْغَرَ
مِنْ ذَلِكَ
وَلا
أَكْبَرَ
إِلا فِي
كِتَابٍ مُبِينٍ
61
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
أَلا
إِنَّ
أَوْلِيَاءَ
اللَّهِ لا
خَوْفٌ عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ
يَحْزَنُونَ
62
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَكَانُوا
يَتَّقُونَ
63
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan
(dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat
(janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
لَهُمُ
الْبُشْرَى
فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَفِي الآخِرَةِ
لا
تَبْدِيلَ
لِكَلِمَاتِ
اللَّهِ
ذَلِكَ هُوَ
الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
64
Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya
kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar
lagi Maha Mengetahui.
وَلا
يَحْزُنْكَ
قَوْلُهُمْ
إِنَّ
الْعِزَّةَ
لِلَّهِ جَمِيعًا
هُوَ
السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
65
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit
dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain
Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali
prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga.
أَلا
إِنَّ
لِلَّهِ
مَنْ فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَنْ فِي الأرْضِ
وَمَا
يَتَّبِعُ
الَّذِينَ
يَدْعُونَ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
شُرَكَاءَ
إِنْ يَتَّبِعُونَ
إِلا
الظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ
إِلا
يَخْرُصُونَ
66
Dialah yang menjadikan malam bagi kamu supaya kamu beristirahat
padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kamu mencari karunia
Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan
Allah) bagi orang-orang yang mendengar.
هُوَ
الَّذِي
جَعَلَ
لَكُمُ
اللَّيْلَ
لِتَسْكُنُوا
فِيهِ
وَالنَّهَارَ
مُبْصِرًا
إِنَّ فِي ذَلِكَ
لآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
67
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: “Allah
mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya
apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujah
tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu
ketahui?
قَالُوا
اتَّخَذَ
اللَّهُ
وَلَدًا
سُبْحَانَهُ
هُوَ الْغَنِيُّ
لَهُ مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ
إِنْ
عِنْدَكُمْ
مِنْ سُلْطَانٍ
بِهَذَا
أَتَقُولُونَ
عَلَى اللَّهِ
مَا لا
تَعْلَمُونَ
68
Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan
kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”.
قُلْ
إِنَّ
الَّذِينَ
يَفْتَرُونَ
عَلَى اللَّهِ
الْكَذِبَ
لا
يُفْلِحُونَ
69
(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada
Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang
berat, disebabkan kekafiran mereka.
مَتَاعٌ
فِي
الدُّنْيَا
ثُمَّ
إِلَيْنَا
مَرْجِعُهُمْ
ثُمَّ
نُذِيقُهُمُ
الْعَذَابَ
الشَّدِيدَ
بِمَا
كَانُوا
يَكْفُرُونَ
70
Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu
dia berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal
(bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, maka kepada
Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan
(kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). Kemudian janganlah
keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah
kamu memberi tangguh kepadaku.
وَاتْلُ
عَلَيْهِمْ
نَبَأَ
نُوحٍ إِذْ
قَالَ
لِقَوْمِهِ يَا
قَوْمِ إِنْ
كَانَ
كَبُرَ
عَلَيْكُمْ
مَقَامِي
وَتَذْكِيرِي
بِآيَاتِ
اللَّهِ فَعَلَى
اللَّهِ
تَوَكَّلْتُ
فَأَجْمِعُوا
أَمْرَكُمْ
وَشُرَكَاءَكُمْ
ثُمَّ لا يَكُنْ
أَمْرُكُمْ
عَلَيْكُمْ
غُمَّةً ثُمَّ
اقْضُوا
إِلَيَّ
وَلا تُنْظِرُونِ
71
Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah
Sedikit pun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan
aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri
(kepada-Nya)”.
فَإِنْ
تَوَلَّيْتُمْ
فَمَا
سَأَلْتُكُمْ
مِنْ أَجْرٍ إِنْ
أَجْرِيَ
إِلا عَلَى
اللَّهِ
وَأُمِرْتُ
أَنْ
أَكُونَ
مِنَ الْمُسْلِمِينَ
72
Lalu mereka mendustakan Nuh, maka Kami selamatkan dia dan
orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami jadikan mereka itu
pemegang kekuasaan dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang
diberi peringatan itu.
فَكَذَّبُوهُ
فَنَجَّيْنَاهُ
وَمَنْ مَعَهُ
فِي الْفُلْكِ
وَجَعَلْنَاهُمْ
خَلائِفَ
وَأَغْرَقْنَا
الَّذِينَ
كَذَّبُوا
بِآيَاتِنَا
فَانْظُرْ
كَيْفَ
كَانَ
عَاقِبَةُ
الْمُنْذَرِينَ
73
Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum
mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan
membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman
karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci
mati hati orang-orang yang melampaui batas.
ثُمَّ
بَعَثْنَا
مِنْ
بَعْدِهِ
رُسُلا إِلَى
قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ
بِالْبَيِّنَاتِ
فَمَا كَانُوا
لِيُؤْمِنُوا
بِمَا
كَذَّبُوا
بِهِ مِنْ
قَبْلُ
كَذَلِكَ
نَطْبَعُ
عَلَى قُلُوبِ
الْمُعْتَدِينَ
74
Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun
kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) tanda-tanda
(mukjizat-mukjizat) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah
orang-orang yang berdosa.
ثُمَّ
بَعَثْنَا
مِنْ
بَعْدِهِمْ
مُوسَى
وَهَارُونَ إِلَى
فِرْعَوْنَ
وَمَلَئِهِ
بِآيَاتِنَا
فَاسْتَكْبَرُوا
وَكَانُوا
قَوْمًا مُجْرِمِينَ
75
Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami,
mereka berkata: “Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata”.
فَلَمَّا
جَاءَهُمُ
الْحَقُّ
مِنْ عِنْدِنَا
قَالُوا إِنَّ
هَذَا
لَسِحْرٌ
مُبِينٌ
76
Musa berkata: “Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran
waktu ia datang kepadamu, sihirkah ini?” padahal ahli-ahli sihir itu
tidaklah mendapat kemenangan”.
قَالَ
مُوسَى
أَتَقُولُونَ
لِلْحَقِّ
لَمَّا
جَاءَكُمْ أَسِحْرٌ
هَذَا وَلا
يُفْلِحُ
السَّاحِرُونَ
77
Mereka berkata: “Apakah kamu datang kepada kami untuk
memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya,
dan supaya kamu berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi? kami tidak akan
mempercayai kamu berdua.”
قَالُوا
أَجِئْتَنَا
لِتَلْفِتَنَا
عَمَّا
وَجَدْنَا عَلَيْهِ
آبَاءَنَا
وَتَكُونَ
لَكُمَا الْكِبْرِيَاءُ
فِي الأرْضِ
وَمَا
نَحْنُ لَكُمَا
بِمُؤْمِنِينَ
78
Firaun berkata (kepada pemuka kaumnya): “Datangkanlah
kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!”
وَقَالَ
فِرْعَوْنُ
ائْتُونِي
بِكُلِّ سَاحِرٍ
عَلِيمٍ
79
Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada
mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
فَلَمَّا
جَاءَ
السَّحَرَةُ
قَالَ
لَهُمْ مُوسَى
أَلْقُوا
مَا
أَنْتُمْ
مُلْقُونَ
80
Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu
lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya”.
Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan
orang-orang yang membuat kerusakan.
فَلَمَّا
أَلْقَوْا
قَالَ
مُوسَى مَا
جِئْتُمْ
بِهِ السِّحْرُ
إِنَّ
اللَّهَ
سَيُبْطِلُهُ
إِنَّ
اللَّهَ لا
يُصْلِحُ
عَمَلَ الْمُفْسِدِينَ
81
Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya,
walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai (nya).
وَيُحِقُّ
اللَّهُ
الْحَقَّ
بِكَلِمَاتِهِ
وَلَوْ
كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
82
Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda
dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka
kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang
di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas.
فَمَا
آمَنَ
لِمُوسَى
إِلا
ذُرِّيَّةٌ
مِنْ
قَوْمِهِ عَلَى
خَوْفٍ مِنْ
فِرْعَوْنَ
وَمَلَئِهِمْ
أَنْ
يَفْتِنَهُمْ
وَإِنَّ
فِرْعَوْنَ لَعَالٍ
فِي الأرْضِ
وَإِنَّهُ
لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ
83
Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah,
maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang
berserah diri.”
وَقَالَ
مُوسَى يَا
قَوْمِ إِنْ
كُنْتُمْ آمَنْتُمْ
بِاللَّهِ
فَعَلَيْهِ
تَوَكَّلُوا
إِنْ كُنْتُمْ
مُسْلِمِينَ
84
Lalu mereka berkata: “Kepada Allah-lah kami bertawakal! Ya
Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang
lalim,
فَقَالُوا
عَلَى
اللَّهِ
تَوَكَّلْنَا
رَبَّنَا لا تَجْعَلْنَا
فِتْنَةً
لِلْقَوْمِ
الظَّالِمِينَ
85
dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya)
orang-orang yang kafir.”
وَنَجِّنَا
بِرَحْمَتِكَ
مِنَ
الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
86
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah
olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu
dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat salat dan dirikanlah olehmu
sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.
وَأَوْحَيْنَا
إِلَى
مُوسَى
وَأَخِيهِ
أَنْ
تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا
بِمِصْرَ
بُيُوتًا
وَاجْعَلُوا
بُيُوتَكُمْ
قِبْلَةً
وَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ
وَبَشِّرِ
الْمُؤْمِنِينَ
87
Musa berkata: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah
memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan
dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami akibatnya mereka menyesatkan (manusia)
dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci
matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan
yang pedih.”
وَقَالَ
مُوسَى
رَبَّنَا
إِنَّكَ
آتَيْتَ فِرْعَوْنَ
وَمَلأهُ
زِينَةً
وَأَمْوَالا
فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
رَبَّنَا
لِيُضِلُّوا
عَنْ سَبِيلِكَ
رَبَّنَا
اطْمِسْ
عَلَى
أَمْوَالِهِمْ
وَاشْدُدْ
عَلَى
قُلُوبِهِمْ
فَلا يُؤْمِنُوا
حَتَّى
يَرَوُا
الْعَذَابَ
الألِيمَ
88
Allah berfirman: “Sesungguhnya telah diperkenankan
permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus
dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak
mengetahui”.
قَالَ
قَدْ
أُجِيبَتْ
دَعْوَتُكُمَا
فَاسْتَقِيمَا
وَلا تَتَّبِعَانِّ
سَبِيلَ
الَّذِينَ
لا يَعْلَمُونَ
89
Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka
diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan
menindas (mereka); hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah
dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai
oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada
Allah)”.
وَجَاوَزْنَا
بِبَنِي
إِسْرَائِيلَ
الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ
فِرْعَوْنُ
وَجُنُودُهُ
بَغْيًا
وَعَدْوًا
حَتَّى
إِذَا
أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ
قَالَ
آمَنْتُ
أَنَّهُ لا
إِلَهَ إِلا
الَّذِي
آمَنَتْ
بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ
وَأَنَا
مِنَ
الْمُسْلِمِينَ
90
Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu
telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat
kerusakan.
آلآنَ
وَقَدْ
عَصَيْتَ
قَبْلُ
وَكُنْتَ مِنَ
الْمُفْسِدِينَ
91
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat
menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya
kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.
فَالْيَوْمَ
نُنَجِّيكَ
بِبَدَنِكَ
لِتَكُونَ
لِمَنْ خَلْفَكَ
آيَةً
وَإِنَّ
كَثِيرًا
مِنَ النَّاسِ
عَنْ
آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ
92
Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israel di tempat
kediaman yang bagus dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka
mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan
(yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara
mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
وَلَقَدْ
بَوَّأْنَا
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
مُبَوَّأَ صِدْقٍ
وَرَزَقْنَاهُمْ
مِنَ
الطَّيِّبَاتِ
فَمَا
اخْتَلَفُوا
حَتَّى
جَاءَهُمُ الْعِلْمُ
إِنَّ
رَبَّكَ
يَقْضِي
بَيْنَهُمْ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
فِيمَا
كَانُوا فِيهِ
يَخْتَلِفُونَ
93
Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa
yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca
kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari
Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang
ragu-ragu.
فَإِنْ
كُنْتَ فِي
شَكٍّ
مِمَّا
أَنْزَلْنَا
إِلَيْكَ فَاسْأَلِ
الَّذِينَ
يَقْرَءُونَ
الْكِتَابَ
مِنْ
قَبْلِكَ
لَقَدْ
جَاءَكَ
الْحَقُّ مِنْ
رَبِّكَ
فَلا
تَكُونَنَّ
مِنَ الْمُمْتَرِينَ
94
Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang
rugi.
وَلا
تَكُونَنَّ
مِنَ
الَّذِينَ
كَذَّبُوا
بِآيَاتِ اللَّهِ
فَتَكُونَ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
95
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka
kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman,
إِنَّ
الَّذِينَ
حَقَّتْ
عَلَيْهِمْ
كَلِمَةُ
رَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ
96
meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga
mereka menyaksikan azab yang pedih.
وَلَوْ
جَاءَتْهُمْ
كُلُّ آيَةٍ
حَتَّى يَرَوُا
الْعَذَابَ
الألِيمَ
97
Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu
imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus
itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam
kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu
yang tertentu.
فَلَوْلا
كَانَتْ
قَرْيَةٌ
آمَنَتْ
فَنَفَعَهَا
إِيمَانُهَا
إِلا قَوْمَ
يُونُسَ
لَمَّا آمَنُوا
كَشَفْنَا
عَنْهُمْ
عَذَابَ الْخِزْيِ
فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَمَتَّعْنَاهُمْ
إِلَى حِينٍ
98
Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang
di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya
mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?
وَلَوْ
شَاءَ
رَبُّكَ
لآمَنَ مَنْ
فِي الأرْضِ
كُلُّهُمْ جَمِيعًا
أَفَأَنْتَ
تُكْرِهُ
النَّاسَ حَتَّى
يَكُونُوا
مُؤْمِنِينَ
99
Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin
Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak
mempergunakan akalnya.
وَمَا
كَانَ
لِنَفْسٍ
أَنْ
تُؤْمِنَ
إِلا بِإِذْنِ
اللَّهِ
وَيَجْعَلُ
الرِّجْسَ
عَلَى الَّذِينَ
لا يَعْقِلُونَ
100
Katakanlah: “Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di
bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi
peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman”.
قُلِ
انْظُرُوا
مَاذَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ وَمَا
تُغْنِي
الآيَاتُ
وَالنُّذُرُ
عَنْ قَوْمٍ
لا
يُؤْمِنُونَ
101
Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang
sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang telah terdahulu
sebelum mereka. Katakanlah: “Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun
termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu”.
فَهَلْ
يَنْتَظِرُونَ
إِلا مِثْلَ
أَيَّامِ
الَّذِينَ خَلَوْا
مِنْ
قَبْلِهِمْ
قُلْ
فَانْتَظِرُوا
إِنِّي
مَعَكُمْ
مِنَ الْمُنْتَظِرِينَ
102
Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang
beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang
yang beriman.
ثُمَّ
نُنَجِّي
رُسُلَنَا
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
كَذَلِكَ حَقًّا
عَلَيْنَا
نُنْجِ
الْمُؤْمِنِينَ
103
Katakanlah: “Hai manusia, jika kamu masih dalam
keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang
kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu
dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman”,
قُلْ
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
إِنْ
كُنْتُمْ فِي
شَكٍّ مِنْ
دِينِي فَلا
أَعْبُدُ
الَّذِينَ
تَعْبُدُونَ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ
وَلَكِنْ أَعْبُدُ
اللَّهَ
الَّذِي
يَتَوَفَّاكُمْ
وَأُمِرْتُ
أَنْ
أَكُونَ
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
104
dan (aku telah diperintah): “Hadapkanlah mukamu kepada
agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang
musyrik.
وَأَنْ
أَقِمْ
وَجْهَكَ
لِلدِّينِ
حَنِيفًا
وَلا تَكُونَنَّ
مِنَ
الْمُشْرِكِينَ
105
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat
dan tidak (pula) memberi mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu
berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk
orang-orang yang lalim”.
وَلا
تَدْعُ مِنْ
دُونِ
اللَّهِ مَا
لا
يَنْفَعُكَ
وَلا يَضُرُّكَ
فَإِنْ
فَعَلْتَ
فَإِنَّكَ
إِذًا مِنَ
الظَّالِمِينَ
106
Jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu, maka tidak
ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki
kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia
memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَإِنْ
يَمْسَسْكَ
اللَّهُ
بِضُرٍّ
فَلا كَاشِفَ
لَهُ إِلا
هُوَ وَإِنْ
يُرِدْكَ
بِخَيْرٍ
فَلا رَادَّ
لِفَضْلِهِ
يُصِيبُ
بِهِ مَنْ يَشَاءُ
مِنْ
عِبَادِهِ
وَهُوَ
الْغَفُورُ
الرَّحِيمُ
107
Katakanlah: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang
kepadamu kebenaran (Al Qur’an) dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang
mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya
sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu
mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap
dirimu”.
قُلْ
يَا
أَيُّهَا النَّاسُ
قَدْ
جَاءَكُمُ
الْحَقُّ مِنْ
رَبِّكُمْ
فَمَنِ
اهْتَدَى
فَإِنَّمَا
يَهْتَدِي
لِنَفْسِهِ
وَمَنْ
ضَلَّ فَإِنَّمَا
يَضِلُّ
عَلَيْهَا
وَمَا أَنَا
عَلَيْكُمْ
بِوَكِيلٍ
108
Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah
hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.
وَاتَّبِعْ
مَا يُوحَى
إِلَيْكَ
وَاصْبِرْ
حَتَّى يَحْكُمَ
اللَّهُ
وَهُوَ
خَيْرُ
الْحَاكِمِينَ
109

Penutup Surat Yunus

Surat Yunus mengandung hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok kepercayaan, lenyapnya syirik, pengutusan rasul, hari berbangkit, hari pembalasan dan hal-hal yang berhubungan dengan pokok-pokok agama sebagaimana biasa didapati dalam surat-surat Makkiyyah.

HUBUNGAN SURAT YUNUS DENGAN SURAT HUUD

1. Kedua surat ini sama-sama dimulai dengan alif laam raa, kemudian diiringi dengan menyebutkan risalah nabi-nabi yang diutus Allah dan menerangkan kedudukan para rasul sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan.

2. Kedua surat ini pada pertengahannya sama-sama menerangkan tentang keingkaran orang-orang kafir terhadap Al Quran, bantahan terhadap anggapan kepalsuan risalah para rasul, keingkaran kaum musyrikin terhadap pokok agama. Kemudian kedua surat ini sama-sama ditutup dengan seruan agar mengikuti rasul, bersabar terhadap semua tindakan jahat kaum musyrikin, istiqaamah dan bertawakkal kepada Allah.

3. Sama-sama menerangkan kisah para nabi, tetapi kisah para disebut dalam surat Huud bersifat menjelaskan apa yang telah dalam surat Yunus. Pada umumnya apa yang diutarakan dalam surat Huud merupakan penjelasan dari apa yang telah disebut dalam surat Yunus.

Itulah artikel yang berisi surah yunus beserta terjemahnya untuk anda baca sehari hari, semoga bermanfaat dan semoga anda mendapat amal dengan membaca ayat al quran diatas. Jangan lupa untuk membaca surat yasin lengkap dan surat surat lainnya.

Terakhir, admin minta tolong untuk menyebarkan atau share surat ini ke berbagai sosial media sehingga lebih banyak lagi yang membaca al quran, dan tentu saja anda juga mendapat amal karena telah mengajak orang lain untuk membaca al quran.