SURAT AL BAQARAH – Al Quran Dan Terjemahan

Surat Al Baqarah – Sahabat, kali ini admin akan berbagi bacaan surah al baqarah untuk anda baca. Surat Al Baqarah yang 286 ayat itu turun di Madinah yang sebahagian besar diturunkan pada permulaan tahun Hijrah, kecuali ayat 281 diturunkan di Mina pada Hajji wadaa’ (hajji Nabi Muhammad s.a.w. yang terakhir). Seluruh ayat dari surat Al Baqarah termasuk golongan Madaniyyah, merupakan surat yang terpanjang di antara surat-surat Al Quran yang di dalamnya terdapat pula ayat yang terpancang (ayat 282). Surat ini dinamai Al Baqarah karena di dalamnya disebutkan kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allah kepada Bani Israil (ayat 67 sampai dengan 74), dimana dijelaskan watak orang Yahudi pada umumnya. Dinamai Fusthaatul-Quran (puncak Al Quran) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surat yang lain. Dinamai juga surat alif-laam-miim karena surat ini dimulai dengan Alif-laam-miim.

Pokok-pokok isi surat al baqarah:

1. Keimanan:
Dakwah Islamiyah yang dihadapkan kepada umat Islam, ahli kitab dan para musyrikin.

2. Hukum-hukum:
Perintah mengerjakan shalat; menunaikan zakat; hukum puasa; hukum haji dan umrah; hukum qishash; hal-hal yang halal dan yang haram; bernafkah di jalan Allah; hukum arak dan judi; cara menyantuni anak yatim, larangan riba; hutang piutang; nafkah dan yang berhak menerimanya; wasiyat kepada dua orang ibu-bapa dan kaum kerabat; hukum sumpah; kewajiban menyampaikan amanat; sihir; hukum merusak mesjid; hukum meubah kitab-kitab Allah; hukum haidh, ‘iddah, thalak, khulu’, ilaa’ dan hukum susuan; hukum melamar, mahar, larangan mengawini wanita musyrik dan sebaliknya; hukum perang.

3. Kisah-kisah:
Kisah penciptaan Nabi Adam a.s.; kisah Nabi Ibrahim a.s.; kisah Nabi Musa a.s. dengan Bani Israil.

4. Dan lain-lain:
Sifat-sifat orang yang bertakwa; sifat orang-orang munafik; sifat-sifat Allah; perumpamaan-perumpamaan; kiblat, kebangkitan sesudah mati.

Surat Al Baqarah

Terjemahan Surat Al Baqarah

Terjemahan Surat Al
Baqarah
Surat
Al Baqarah Arab
Ayat
Alif Laam Miim.
الم
1
Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertakwa,
ذَلِكَ
الْكِتَابُ
لا رَيْبَ
فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
2
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan
shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,
الَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ
بِالْغَيْبِ
وَيُقِيمُونَ
الصَّلاةَ
وَمِمَّا
رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ
3
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah
diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta
mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
وَالَّذِينَ
يُؤْمِنُونَ
بِمَا
أُنْزِلَ إِلَيْكَ
وَمَا أُنْزِلَ
مِنْ قَبْلِكَ
وَبِالآخِرَةِ
هُمْ
يُوقِنُونَ
4
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka,
dan merekalah orang-orang yang beruntung.
أُولَئِكَ
عَلَى هُدًى
مِنْ
رَبِّهِمْ
وَأُولَئِكَ
هُمُ الْمُفْلِحُونَ
5
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
سَوَاءٌ
عَلَيْهِمْ ءَأَنْذَرْتَهُمْ
أَمْ لَمْ
تُنْذِرْهُمْ
لا
يُؤْمِنُونَ
6
Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan
penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
خَتَمَ
اللَّهُ
عَلَى
قُلُوبِهِمْ
وَعَلَى
سَمْعِهِمْ وَعَلَى
أَبْصَارِهِمْ
غِشَاوَةٌ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
عَظِيمٌ
7
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada
Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan
orang-orang yang beriman.
وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يَقُولُ
آمَنَّا بِاللَّهِ
وَبِالْيَوْمِ
الآخِرِ
وَمَا هُمْ
بِمُؤْمِنِينَ
8
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada
hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
يُخَادِعُونَ
اللَّهَ
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
وَمَا يَخْدَعُونَ
إِلا
أَنْفُسَهُمْ
وَمَا يَشْعُرُونَ
9
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya;
dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
فِي
قُلُوبِهِمْ
مَرَضٌ
فَزَادَهُمُ
اللَّهُ
مَرَضًا وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
بِمَا
كَانُوا يَكْذِبُونَ
10
Dan bila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat
kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang
yang mengadakan perbaikan.”
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ لا
تُفْسِدُوا
فِي الأرْضِ
قَالُوا إِنَّمَا
نَحْنُ
مُصْلِحُونَ
11
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat
kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
أَلا
إِنَّهُمْ
هُمُ
الْمُفْسِدُونَ
وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ
12
Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu
sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan
berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?”
Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak
tahu.
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ
آمِنُوا
كَمَا آمَنَ النَّاسُ
قَالُوا
أَنُؤْمِنُ
كَمَا آمَنَ
السُّفَهَاءُ
أَلا
إِنَّهُمْ
هُمُ
السُّفَهَاءُ
وَلَكِنْ لا
يَعْلَمُونَ
13
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka
mengatakan: “Kami telah beriman.” Dan bila mereka kembali kepada
syaitan-setan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian
dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok”.
وَإِذَا
لَقُوا
الَّذِينَ
آمَنُوا
قَالُوا
آمَنَّا وَإِذَا
خَلَوْا
إِلَى
شَيَاطِينِهِمْ
قَالُوا
إِنَّا
مَعَكُمْ
إِنَّمَا
نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ
14
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka
terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
اللَّهُ
يَسْتَهْزِئُ
بِهِمْ
وَيَمُدُّهُمْ
فِي طُغْيَانِهِمْ
يَعْمَهُونَ
15
Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka
tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
اشْتَرَوُا
الضَّلالَةَ
بِالْهُدَى فَمَا
رَبِحَتْ
تِجَارَتُهُمْ
وَمَا كَانُوا
مُهْتَدِينَ
16
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api,
maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang
menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat
melihat.
مَثَلُهُمْ
كَمَثَلِ
الَّذِي
اسْتَوْقَدَ
نَارًا فَلَمَّا
أَضَاءَتْ
مَا
حَوْلَهُ
ذَهَبَ اللَّهُ
بِنُورِهِمْ
وَتَرَكَهُمْ
فِي ظُلُمَاتٍ
لا
يُبْصِرُونَ
17
Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali
(ke jalan yang benar).
صُمٌّ
بُكْمٌ
عُمْيٌ
فَهُمْ لا
يَرْجِعُونَ
18
atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit
disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan
anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan
Allah meliputi orang-orang yang kafir.
أَوْ
كَصَيِّبٍ
مِنَ
السَّمَاءِ
فِيهِ
ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ
وَبَرْقٌ
يَجْعَلُونَ
أَصَابِعَهُمْ
فِي
آذَانِهِمْ
مِنَ
الصَّوَاعِقِ
حَذَرَ
الْمَوْتِ
وَاللَّهُ
مُحِيطٌ
بِالْكَافِرِينَ
19
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap
kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila
gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jika Allah menghendaki, niscaya Dia
melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa
atas segala sesuatu.
يَكَادُ
الْبَرْقُ
يَخْطَفُ
أَبْصَارَهُمْ
كُلَّمَا أَضَاءَ
لَهُمْ
مَشَوْا
فِيهِ
وَإِذَا أَظْلَمَ
عَلَيْهِمْ
قَامُوا
وَلَوْ
شَاءَ اللَّهُ
لَذَهَبَ
بِسَمْعِهِمْ
وَأَبْصَارِهِمْ
إِنَّ
اللَّهَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ
20
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan
orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
اعْبُدُوا
رَبَّكُمُ
الَّذِي خَلَقَكُمْ
وَالَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
21
Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit
sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia
menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu;
karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
الَّذِي
جَعَلَ
لَكُمُ
الأرْضَ
فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ
بِنَاءً
وَأَنْزَلَ
مِنَ
السَّمَاءِ
مَاءً
فَأَخْرَجَ
بِهِ مِنَ
الثَّمَرَاتِ
رِزْقًا
لَكُمْ فَلا
تَجْعَلُوا
لِلَّهِ أَنْدَادًا
وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
22
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami
wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal
Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu
orang-orang yang benar.
وَإِنْ
كُنْتُمْ
فِي رَيْبٍ
مِمَّا
نَزَّلْنَا
عَلَى عَبْدِنَا
فَأْتُوا
بِسُورَةٍ
مِنْ مِثْلِهِ
وَادْعُوا
شُهَدَاءَكُمْ
مِنْ دُونِ اللَّهِ
إِنْ
كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
23
Maka jika kamu tidak dapat membuat (nya) dan pasti kamu tidak
akan dapat membuat (nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya
manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
فَإِنْ
لَمْ
تَفْعَلُوا
وَلَنْ
تَفْعَلُوا
فَاتَّقُوا النَّارَ
الَّتِي
وَقُودُهَا
النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ
24
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan
berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam
surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada
kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di
dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.
وَبَشِّرِ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
أَنَّ
لَهُمْ
جَنَّاتٍ
تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
كُلَّمَا
رُزِقُوا مِنْهَا
مِنْ
ثَمَرَةٍ
رِزْقًا
قَالُوا هَذَا
الَّذِي
رُزِقْنَا
مِنْ قَبْلُ وَأُتُوا
بِهِ
مُتَشَابِهًا
وَلَهُمْ
فِيهَا
أَزْوَاجٌ
مُطَهَّرَةٌ
وَهُمْ
فِيهَا خَالِدُونَ
25
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk
atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka
yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir
mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”
Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan
perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada
yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
إِنَّ
اللَّهَ لا
يَسْتَحْيِي
أَنْ
يَضْرِبَ
مَثَلا مَا بَعُوضَةً
فَمَا
فَوْقَهَا
فَأَمَّا
الَّذِينَ
آمَنُوا
فَيَعْلَمُونَ
أَنَّهُ الْحَقُّ
مِنْ
رَبِّهِمْ
وَأَمَّا
الَّذِينَ
كَفَرُوا
فَيَقُولُونَ
مَاذَا
أَرَادَ اللَّهُ
بِهَذَا
مَثَلا
يُضِلُّ
بِهِ كَثِيرًا
وَيَهْدِي
بِهِ
كَثِيرًا
وَمَا يُضِلُّ
بِهِ إِلا
الْفَاسِقِينَ
26
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah
perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada
mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka
itulah orang-orang yang rugi.
الَّذِينَ
يَنْقُضُونَ
عَهْدَ
اللَّهِ مِنْ
بَعْدِ مِيثَاقِهِ
وَيَقْطَعُونَ
مَا أَمَرَ
اللَّهُ
بِهِ أَنْ
يُوصَلَ
وَيُفْسِدُونَ
فِي الأرْضِ
أُولَئِكَ
هُمُ
الْخَاسِرُونَ
27
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu
Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali,
kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
كَيْفَ
تَكْفُرُونَ
بِاللَّهِ
وَكُنْتُمْ
أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ
ثُمَّ
يُمِيتُكُمْ
ثُمَّ يُحْيِيكُمْ
ثُمَّ
إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
28
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk
kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan
Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
هُوَ
الَّذِي
خَلَقَ
لَكُمْ مَا
فِي الأرْضِ
جَمِيعًا ثُمَّ
اسْتَوَى إِلَى
السَّمَاءِ
فَسَوَّاهُنَّ
سَبْعَ سَمَاوَاتٍ
وَهُوَ
بِكُلِّ شَيْءٍ
عَلِيمٌ
29
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan
berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu
ketahui”.
وَإِذْ
قَالَ
رَبُّكَ
لِلْمَلائِكَةِ
إِنِّي
جَاعِلٌ فِي الأرْضِ
خَلِيفَةً
قَالُوا
أَتَجْعَلُ
فِيهَا مَنْ
يُفْسِدُ
فِيهَا
وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ
وَنَحْنُ
نُسَبِّحُ
بِحَمْدِكَ
وَنُقَدِّسُ
لَكَ قَالَ
إِنِّي
أَعْلَمُ مَا
لا تَعْلَمُونَ
30
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda)
seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman:
“Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang
yang benar!”
وَعَلَّمَ
آدَمَ
الأسْمَاءَ
كُلَّهَا
ثُمَّ
عَرَضَهُمْ عَلَى
الْمَلائِكَةِ
فَقَالَ
أَنْبِئُونِي
بِأَسْمَاءِ
هَؤُلاءِ
إِنْ
كُنْتُمْ صَادِقِينَ
31
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami
ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
قَالُوا
سُبْحَانَكَ
لا عِلْمَ
لَنَا إِلا مَا
عَلَّمْتَنَا
إِنَّكَ
أَنْتَ
الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
32
Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama
benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda
itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa
sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang
kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
قَالَ
يَا آدَمُ
أَنْبِئْهُمْ
بِأَسْمَائِهِمْ
فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ
بِأَسْمَائِهِمْ
قَالَ أَلَمْ
أَقُلْ
لَكُمْ
إِنِّي
أَعْلَمُ
غَيْبَ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَأَعْلَمُ
مَا تُبْدُونَ
وَمَا
كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ
33
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat:
“Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia
enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
وَإِذْ
قُلْنَا
لِلْمَلائِكَةِ
اسْجُدُوا
لآدَمَ فَسَجَدُوا
إِلا
إِبْلِيسَ
أَبَى
وَاسْتَكْبَرَ
وَكَانَ
مِنَ الْكَافِرِينَ
34
Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan
istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di
mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang
menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.
وَقُلْنَا
يَا آدَمُ
اسْكُنْ
أَنْتَ
وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ
وَكُلا
مِنْهَا
رَغَدًا
حَيْثُ
شِئْتُمَا
وَلا
تَقْرَبَا
هَذِهِ الشَّجَرَةَ
فَتَكُونَا
مِنَ
الظَّالِمِينَ
35
Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan
dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu!
sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman
di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
فَأَزَلَّهُمَا
الشَّيْطَانُ
عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا
مِمَّا
كَانَا
فِيهِ
وَقُلْنَا
اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ
لِبَعْضٍ
عَدُوٌّ
وَلَكُمْ فِي
الأرْضِ
مُسْتَقَرٌّ
وَمَتَاعٌ
إِلَى حِينٍ
36
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka
Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha
Penyayang.
فَتَلَقَّى
آدَمُ مِنْ
رَبِّهِ
كَلِمَاتٍ فَتَابَ
عَلَيْهِ
إِنَّهُ
هُوَ
التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ
37
Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu!
Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti
petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula)
mereka bersedih hati”.
قُلْنَا
اهْبِطُوا
مِنْهَا جَمِيعًا
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ
مِنِّي
هُدًى
فَمَنْ تَبِعَ
هُدَايَ
فَلا خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ
يَحْزَنُونَ
38
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami,
mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
وَكَذَّبُوا
بِآيَاتِنَا
أُولَئِكَ أَصْحَابُ
النَّارِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
39
Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku
anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku
kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).
يَا
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
اذْكُرُوا
نِعْمَتِيَ
الَّتِي أَنْعَمْتُ
عَلَيْكُمْ
وَأَوْفُوا
بِعَهْدِي
أُوفِ
بِعَهْدِكُمْ
وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
40
Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al
Qur’an) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu
menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan
ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus
bertakwa
وَآمِنُوا
بِمَا
أَنْزَلْتُ
مُصَدِّقًا
لِمَا
مَعَكُمْ وَلا
تَكُونُوا
أَوَّلَ
كَافِرٍ
بِهِ وَلا تَشْتَرُوا
بِآيَاتِي
ثَمَنًا
قَلِيلا وَإِيَّايَ
فَاتَّقُونِ
41
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
وَلا
تَلْبِسُوا
الْحَقَّ
بِالْبَاطِلِ
وَتَكْتُمُوا
الْحَقَّ
وَأَنْتُمْ
تَعْلَمُونَ
42
Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta
orang-orang yang rukuk.
وَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ
وَآتُوا
الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا
مَعَ
الرَّاكِعِينَ
43
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang
kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab
(Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?
أَتَأْمُرُونَ
النَّاسَ
بِالْبِرِّ
وَتَنْسَوْنَ
أَنْفُسَكُمْ
وَأَنْتُمْ
تَتْلُونَ
الْكِتَابَ
أَفَلا
تَعْقِلُونَ
44
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
(mengerjakan) salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat,
kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,
وَاسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ
وَالصَّلاةِ
وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ
إِلا عَلَى
الْخَاشِعِينَ
45
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui
Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
الَّذِينَ
يَظُنُّونَ
أَنَّهُمْ
مُلاقُو
رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ
إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ
46
Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku
anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu
atas segala umat
يَا
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
اذْكُرُوا
نِعْمَتِيَ
الَّتِي أَنْعَمْتُ
عَلَيْكُمْ
وَأَنِّي
فَضَّلْتُكُمْ
عَلَى
الْعَالَمِينَ
47
Dan jagalah dirimu dari (`azab) hari (kiamat, yang pada hari
itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu
pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka
akan ditolong.
وَاتَّقُوا
يَوْمًا لا
تَجْزِي
نَفْسٌ عَنْ
نَفْسٍ شَيْئًا
وَلا
يُقْبَلُ
مِنْهَا
شَفَاعَةٌ وَلا
يُؤْخَذُ
مِنْهَا
عَدْلٌ وَلا
هُمْ يُنْصَرُونَ
48
Dan (ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari (Firaun) dan
pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang
seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan
membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat
cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu.
وَإِذْ
نَجَّيْنَاكُمْ
مِنْ آلِ
فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ
سُوءَ
الْعَذَابِ
يُذَبِّحُونَ
أَبْنَاءَكُمْ
وَيَسْتَحْيُونَ
نِسَاءَكُمْ
وَفِي
ذَلِكُمْ
بَلاءٌ مِنْ
رَبِّكُمْ
عَظِيمٌ
49
Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami
selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya
sedang kamu sendiri menyaksikan.
وَإِذْ
فَرَقْنَا
بِكُمُ
الْبَحْرَ
فَأَنْجَيْنَاكُمْ
وَأَغْرَقْنَا
آلَ
فِرْعَوْنَ
وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
50
Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan
Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu
(sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang lalim.
وَإِذْ
وَاعَدْنَا
مُوسَى
أَرْبَعِينَ
لَيْلَةً
ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ
الْعِجْلَ
مِنْ
بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ
ظَالِمُونَ
51
Kemudian sesudah itu Kami maafkan kesalahanmu, agar kamu
bersyukur.
ثُمَّ
عَفَوْنَا
عَنْكُمْ
مِنْ بَعْدِ
ذَلِكَ لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
52
Dan (ingatlah), ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab
(Taurat) dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah,
agar kamu mendapat petunjuk.
وَإِذْ
آتَيْنَا
مُوسَى
الْكِتَابَ
وَالْفُرْقَانَ
لَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
53
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai
kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah
menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang
menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada
sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”
وَإِذْ
قَالَ
مُوسَى
لِقَوْمِهِ
يَا قَوْمِ
إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ
أَنْفُسَكُمْ
بِاتِّخَاذِكُمُ
الْعِجْلَ
فَتُوبُوا
إِلَى
بَارِئِكُمْ
فَاقْتُلُوا
أَنْفُسَكُمْ
ذَلِكُمْ
خَيْرٌ
لَكُمْ
عِنْدَ
بَارِئِكُمْ
فَتَابَ عَلَيْكُمْ
إِنَّهُ
هُوَ
التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ
54
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak
akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang”, karena
itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya.
وَإِذْ
قُلْتُمْ
يَا مُوسَى
لَنْ
نُؤْمِنَ لَكَ
حَتَّى نَرَى
اللَّهَ
جَهْرَةً
فَأَخَذَتْكُمُ
الصَّاعِقَةُ
وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ
55
Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu
bersyukur.
ثُمَّ
بَعَثْنَاكُمْ
مِنْ بَعْدِ
مَوْتِكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
56
Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu
“manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik
yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan
tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
وَظَلَّلْنَا
عَلَيْكُمُ
الْغَمَامَ
وَأَنْزَلْنَا
عَلَيْكُمُ
الْمَنَّ
وَالسَّلْوَى
كُلُوا مِنْ
طَيِّبَاتِ
مَا
رَزَقْنَاكُمْ
وَمَا ظَلَمُونَا
وَلَكِنْ
كَانُوا
أَنْفُسَهُمْ
يَظْلِمُونَ
57
Dan (ingatlah), ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke
negeri ini (Baitulmakdis), dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi
enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud,
dan katakanlah: “Bebaskanlah kami dari dosa”, niscaya Kami ampuni
kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada
orang-orang yang berbuat baik”.
وَإِذْ
قُلْنَا
ادْخُلُوا
هَذِهِ
الْقَرْيَةَ
فَكُلُوا مِنْهَا
حَيْثُ
شِئْتُمْ
رَغَدًا
وَادْخُلُوا
الْبَابَ
سُجَّدًا
وَقُولُوا
حِطَّةٌ نَغْفِرْ
لَكُمْ
خَطَايَاكُمْ
وَسَنَزِيدُ
الْمُحْسِنِينَ
58
Lalu orang-orang yang lalim mengganti perintah dengan
(mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan
atas orang-orang yang lalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat
fasik.
فَبَدَّلَ
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
قَوْلا غَيْرَ
الَّذِي قِيلَ
لَهُمْ
فَأَنْزَلْنَا
عَلَى
الَّذِينَ
ظَلَمُوا
رِجْزًا
مِنَ
السَّمَاءِ بِمَا
كَانُوا
يَفْسُقُونَ
59
Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami
berfirman: “Pukullah batu itu dengan tongkatmu”. Lalu memancarlah daripadanya
dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya
(masing-masing) Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan
janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.
وَإِذِ
اسْتَسْقَى
مُوسَى
لِقَوْمِهِ
فَقُلْنَا
اضْرِبْ بِعَصَاكَ
الْحَجَرَ
فَانْفَجَرَتْ
مِنْهُ
اثْنَتَا
عَشْرَةَ
عَيْنًا
قَدْ عَلِمَ كُلُّ
أُنَاسٍ
مَشْرَبَهُمْ
كُلُوا
وَاشْرَبُوا
مِنْ رِزْقِ
اللَّهِ
وَلا
تَعْثَوْا فِي
الأرْضِ
مُفْسِدِينَ
60
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak
bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah
untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang
ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan
bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang
rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti
kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakanlah kepada mereka
nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu
(terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para
nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka
selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.
وَإِذْ
قُلْتُمْ
يَا مُوسَى
لَنْ
نَصْبِرَ عَلَى
طَعَامٍ وَاحِدٍ
فَادْعُ
لَنَا
رَبَّكَ
يُخْرِجْ لَنَا
مِمَّا
تُنْبِتُ
الأرْضُ
مِنْ بَقْلِهَا
وَقِثَّائِهَا
وَفُومِهَا
وَعَدَسِهَا
وَبَصَلِهَا
قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ
الَّذِي
هُوَ
أَدْنَى بِالَّذِي
هُوَ خَيْرٌ
اهْبِطُوا
مِصْرًا فَإِنَّ
لَكُمْ مَا
سَأَلْتُمْ
وَضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ
الذِّلَّةُ
وَالْمَسْكَنَةُ
وَبَاءُوا
بِغَضَبٍ
مِنَ
اللَّهِ
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ
كَانُوا
يَكْفُرُونَ
بِآيَاتِ اللَّهِ
وَيَقْتُلُونَ
النَّبِيِّينَ
بِغَيْرِ
الْحَقِّ
ذَلِكَ
بِمَا
عَصَوْا وَكَانُوا
يَعْتَدُونَ
61
Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang
Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima
pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَالَّذِينَ
هَادُوا وَالنَّصَارَى
وَالصَّابِئِينَ
مَنْ آمَنَ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
وَعَمِلَ صَالِحًا
فَلَهُمْ
أَجْرُهُمْ
عِنْدَ رَبِّهِمْ
وَلا خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
62
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami
angkatkan gunung (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman):
“Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu
apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa”.
وَإِذْ
أَخَذْنَا
مِيثَاقَكُمْ
وَرَفَعْنَا
فَوْقَكُمُ الطُّورَ
خُذُوا مَا
آتَيْنَاكُمْ
بِقُوَّةٍ
وَاذْكُرُوا
مَا فِيهِ
لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
63
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka
kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong
orang-orang yang rugi.
ثُمَّ
تَوَلَّيْتُمْ
مِنْ بَعْدِ
ذَلِكَ فَلَوْلا
فَضْلُ اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُ
لَكُنْتُمْ
مِنَ
الْخَاسِرِينَ
64
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar
di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah
kamu kera yang hina”.
وَلَقَدْ
عَلِمْتُمُ
الَّذِينَ
اعْتَدَوْا
مِنْكُمْ
فِي السَّبْتِ
فَقُلْنَا
لَهُمْ
كُونُوا
قِرَدَةً
خَاسِئِينَ
65
Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang
di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang bertakwa
فَجَعَلْنَاهَا
نَكَالا
لِمَا
بَيْنَ يَدَيْهَا
وَمَا خَلْفَهَا
وَمَوْعِظَةً
لِلْمُتَّقِينَ
66
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina”.
Mereka berkata: “Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?”
Musa menjawab: “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah
seorang dari orang-orang yang jahil”.
وَإِذْ
قَالَ
مُوسَى
لِقَوْمِهِ
إِنَّ اللَّهَ
يَأْمُرُكُمْ
أَنْ
تَذْبَحُوا
بَقَرَةً قَالُوا
أَتَتَّخِذُنَا
هُزُوًا
قَالَ أَعُوذُ
بِاللَّهِ
أَنْ
أَكُونَ
مِنَ الْجَاهِلِينَ
67
Mereka menjawab: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami,
agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu.” Musa
menjawab: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah
sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka
kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu”.
قَالُوا
ادْعُ لَنَا
رَبَّكَ
يُبَيِّنْ
لَنَا مَا
هِيَ قَالَ
إِنَّهُ
يَقُولُ
إِنَّهَا
بَقَرَةٌ لا
فَارِضٌ
وَلا بِكْرٌ
عَوَانٌ
بَيْنَ ذَلِكَ
فَافْعَلُوا
مَا
تُؤْمَرُونَ
68
Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar
Dia menerangkan kepada kami apa warnanya”. Musa menjawab:
“Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina
yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang
memandangnya.”
قَالُوا
ادْعُ لَنَا
رَبَّكَ
يُبَيِّنْ
لَنَا مَا لَوْنُهَا
قَالَ
إِنَّهُ
يَقُولُ
إِنَّهَا
بَقَرَةٌ
صَفْرَاءُ
فَاقِعٌ
لَوْنُهَا تَسُرُّ
النَّاظِرِينَ
69
Mereka berkata: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar
Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena
sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya
Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).”
قَالُوا
ادْعُ لَنَا
رَبَّكَ
يُبَيِّنْ
لَنَا مَا
هِيَ إِنَّ
الْبَقَرَ
تَشَابَهَ
عَلَيْنَا
وَإِنَّا
إِنْ شَاءَ
اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ
70
Musa berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi
betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah
dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada
belangnya.” Mereka berkata: Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat
sapi betina yang sebenarnya”. Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir
saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.
قَالَ
إِنَّهُ
يَقُولُ
إِنَّهَا
بَقَرَةٌ لا
ذَلُولٌ تُثِيرُ
الأرْضَ
وَلا
تَسْقِي
الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ
لا شِيَةَ
فِيهَا
قَالُوا الآنَ
جِئْتَ
بِالْحَقِّ
فَذَبَحُوهَا
وَمَا
كَادُوا
يَفْعَلُونَ
71
Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling
tuduh menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini
kamu sembunyikan.
وَإِذْ
قَتَلْتُمْ
نَفْسًا
فَادَّارَأْتُمْ
فِيهَا وَاللَّهُ
مُخْرِجٌ
مَا
كُنْتُمْ
تَكْتُمُونَ
72
Lalu Kami berfirman: “Pukullah mayit itu dengan sebahagian
anggota sapi betina itu!” Demikianlah Allah menghidupkan kembali
orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda
kekuasaan-Nya agar kamu mengerti
فَقُلْنَا
اضْرِبُوهُ
بِبَعْضِهَا
كَذَلِكَ
يُحْيِي اللَّهُ
الْمَوْتَى
وَيُرِيكُمْ
آيَاتِهِ
لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
73
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan
lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir
sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu
keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur
jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa
yang kamu kerjakan.
ثُمَّ
قَسَتْ
قُلُوبُكُمْ
مِنْ بَعْدِ
ذَلِكَ
فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ
أَوْ
أَشَدُّ
قَسْوَةً
وَإِنَّ
مِنَ
الْحِجَارَةِ
لَمَا
يَتَفَجَّرُ
مِنْهُ
الأنْهَارُ
وَإِنَّ
مِنْهَا
لَمَا يَشَّقَّقُ
فَيَخْرُجُ
مِنْهُ
الْمَاءُ وَإِنَّ
مِنْهَا
لَمَا
يَهْبِطُ
مِنْ خَشْيَةِ
اللَّهِ
وَمَا
اللَّهُ
بِغَافِلٍ عَمَّا
تَعْمَلُونَ
74
Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu,
padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka
mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?
أَفَتَطْمَعُونَ
أَنْ
يُؤْمِنُوا
لَكُمْ وَقَدْ
كَانَ فَرِيقٌ
مِنْهُمْ
يَسْمَعُونَ
كَلامَ
اللَّهِ
ثُمَّ
يُحَرِّفُونَهُ
مِنْ بَعْدِ
مَا عَقَلُوهُ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
75
Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman,
mereka berkata: “Kami pun telah beriman,” tetapi apabila mereka
berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: “Apakah kamu
menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan
Allah kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujahmu di
hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?”
وَإِذَا
لَقُوا
الَّذِينَ
آمَنُوا
قَالُوا
آمَنَّا وَإِذَا
خَلا
بَعْضُهُمْ
إِلَى
بَعْضٍ قَالُوا
أَتُحَدِّثُونَهُمْ
بِمَا
فَتَحَ اللَّهُ
عَلَيْكُمْ
لِيُحَاجُّوكُمْ
بِهِ عِنْدَ
رَبِّكُمْ
أَفَلا تَعْقِلُونَ
76
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang
mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?
أَوَلا
يَعْلَمُونَ
أَنَّ
اللَّهَ
يَعْلَمُ
مَا يُسِرُّونَ
وَمَا
يُعْلِنُونَ
77
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al
Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya
menduga-duga.
وَمِنْهُمْ
أُمِّيُّونَ
لا
يَعْلَمُونَ
الْكِتَابَ
إِلا أَمَانِيَّ
وَإِنْ هُمْ
إِلا
يَظُنُّونَ
78
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al
Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari
Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan
perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang
ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka,
akibat dari apa yang mereka kerjakan.
فَوَيْلٌ
لِلَّذِينَ
يَكْتُبُونَ
الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ
ثُمَّ
يَقُولُونَ
هَذَا مِنْ
عِنْدِ
اللَّهِ
لِيَشْتَرُوا
بِهِ ثَمَنًا
قَلِيلا
فَوَيْلٌ
لَهُمْ
مِمَّا كَتَبَتْ
أَيْدِيهِمْ
وَوَيْلٌ
لَهُمْ مِمَّا
يَكْسِبُونَ
79
Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh
oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah:
“Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan
memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang
tidak kamu ketahui?”.
وَقَالُوا
لَنْ
تَمَسَّنَا
النَّارُ
إِلا أَيَّامًا
مَعْدُودَةً
قُلْ
أَتَّخَذْتُمْ
عِنْدَ اللَّهِ
عَهْدًا
فَلَنْ
يُخْلِفَ
اللَّهُ عَهْدَهُ
أَمْ
تَقُولُونَ
عَلَى
اللَّهِ مَا
لا
تَعْلَمُونَ
80
(Bukan demikian), yang benar, barang siapa berbuat dosa dan ia
telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya.
بَلَى
مَنْ كَسَبَ
سَيِّئَةً
وَأَحَاطَتْ
بِهِ خَطِيئَتُهُ
فَأُولَئِكَ
أَصْحَابُ
النَّارِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
81
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu
penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
أُولَئِكَ أَصْحَابُ
الْجَنَّةِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
82
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel
(yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada
ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah salat dan
tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian
kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
وَإِذْ
أَخَذْنَا
مِيثَاقَ
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
لا تَعْبُدُونَ
إِلا
اللَّهَ
وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا
وَذِي الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ
وَقُولُوا
لِلنَّاسِ
حُسْنًا
وَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ وَآتُوا
الزَّكَاةَ
ثُمَّ
تَوَلَّيْتُمْ
إِلا
قَلِيلا
مِنْكُمْ
وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ
83
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu):
kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan
mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu
berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.
وَإِذْ
أَخَذْنَا
مِيثَاقَكُمْ
لا تَسْفِكُونَ
دِمَاءَكُمْ
وَلا
تُخْرِجُونَ
أَنْفُسَكُمْ
مِنْ دِيَارِكُمْ
ثُمَّ
أَقْرَرْتُمْ
وَأَنْتُمْ
تَشْهَدُونَ
84
Kemudian kamu (Bani Israel) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa)
dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu
membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika
mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir
mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al
Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan
bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam
kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang
sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.
ثُمَّ
أَنْتُمْ
هَؤُلاءِ
تَقْتُلُونَ
أَنْفُسَكُمْ
وَتُخْرِجُونَ
فَرِيقًا
مِنْكُمْ
مِنْ دِيَارِهِمْ
تَظَاهَرُونَ
عَلَيْهِمْ بِالإثْمِ
وَالْعُدْوَانِ
وَإِنْ
يَأْتُوكُمْ
أُسَارَى
تُفَادُوهُمْ
وَهُوَ مُحَرَّمٌ
عَلَيْكُمْ
إِخْرَاجُهُمْ
أَفَتُؤْمِنُونَ
بِبَعْضِ الْكِتَابِ
وَتَكْفُرُونَ
بِبَعْضٍ
فَمَا
جَزَاءُ مَنْ
يَفْعَلُ
ذَلِكَ
مِنْكُمْ
إِلا خِزْيٌ فِي
الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَيَوْمَ
الْقِيَامَةِ
يُرَدُّونَ
إِلَى
أَشَدِّ الْعَذَابِ
وَمَا
اللَّهُ
بِغَافِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
85
Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan
(kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka
tidak akan ditolong.
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
اشْتَرَوُا
الْحَيَاةَ
الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ
فَلا
يُخَفَّفُ
عَنْهُمُ
الْعَذَابُ
وَلا هُمْ
يُنْصَرُونَ
86
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat)
kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan
rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada
`Isa putra Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap
datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai
dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka)
kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
وَلَقَدْ
آتَيْنَا
مُوسَى
الْكِتَابَ
وَقَفَّيْنَا
مِنْ بَعْدِهِ
بِالرُّسُلِ
وَآتَيْنَا
عِيسَى ابْنَ
مَرْيَمَ
الْبَيِّنَاتِ
وَأَيَّدْنَاهُ
بِرُوحِ
الْقُدُسِ
أَفَكُلَّمَا
جَاءَكُمْ
رَسُولٌ
بِمَا لا
تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ
اسْتَكْبَرْتُمْ
فَفَرِيقًا
كَذَّبْتُمْ
وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ
87
Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. Tetapi
sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit
sekali mereka yang beriman.
وَقَالُوا
قُلُوبُنَا
غُلْفٌ بَلْ
لَعَنَهُمُ
اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ
فَقَلِيلا
مَا
يُؤْمِنُونَ
88
Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allah yang
membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon
(kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka
setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu
ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
وَلَمَّا
جَاءَهُمْ
كِتَابٌ
مِنْ عِنْدِ
اللَّهِ مُصَدِّقٌ
لِمَا
مَعَهُمْ
وَكَانُوا
مِنْ قَبْلُ
يَسْتَفْتِحُونَ
عَلَى
الَّذِينَ كَفَرُوا
فَلَمَّا
جَاءَهُمْ
مَا عَرَفُوا
كَفَرُوا
بِهِ
فَلَعْنَةُ
اللَّهِ
عَلَى الْكَافِرِينَ
89
Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri
dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa
Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara
hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat)
kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.
بِئْسَمَا
اشْتَرَوْا
بِهِ
أَنْفُسَهُمْ
أَنْ
يَكْفُرُوا بِمَا
أَنْزَلَ
اللَّهُ
بَغْيًا
أَنْ يُنَزِّلَ
اللَّهُ
مِنْ
فَضْلِهِ
عَلَى مَنْ يَشَاءُ
مِنْ
عِبَادِهِ
فَبَاءُوا
بِغَضَبٍ
عَلَى
غَضَبٍ
وَلِلْكَافِرِينَ
عَذَابٌ مُهِينٌ
90
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al
Qur’an yang diturunkan Allah”, mereka berkata: “Kami hanya beriman
kepada apa yang diturunkan kepada kami”. Dan mereka kafir kepada Al
Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur’an itu adalah (Kitab) yang
hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa
kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang
beriman?”
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمْ
آمِنُوا
بِمَا أَنْزَلَ
اللَّهُ قَالُوا
نُؤْمِنُ
بِمَا أُنْزِلَ
عَلَيْنَا
وَيَكْفُرُونَ
بِمَا وَرَاءَهُ
وَهُوَ الْحَقُّ
مُصَدِّقًا
لِمَا
مَعَهُمْ
قُلْ فَلِمَ
تَقْتُلُونَ
أَنْبِيَاءَ
اللَّهِ مِنْ
قَبْلُ إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
91
Sesungguhnya Musa telah datang kepadamu membawa bukti-bukti
kebenaran (mukjizat), kemudian kamu jadikan anak sapi (sebagai sembahan)
sesudah (kepergian)nya, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang lalim.
وَلَقَدْ
جَاءَكُمْ
مُوسَى
بِالْبَيِّنَاتِ
ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ
الْعِجْلَ
مِنْ
بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ
ظَالِمُونَ
92
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami
angkat bukit (Thursina) di atasmu (seraya Kami berfirman): “Peganglah
teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka
menjawab: “Kami mendengarkan tetapi tidak menaati”. Dan telah
diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena
kekafirannya. Katakanlah: “Amat jahat perbuatan yang diperintahkan
imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat)”.
وَإِذْ
أَخَذْنَا
مِيثَاقَكُمْ
وَرَفَعْنَا
فَوْقَكُمُ الطُّورَ
خُذُوا مَا
آتَيْنَاكُمْ
بِقُوَّةٍ
وَاسْمَعُوا
قَالُوا
سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا
وَأُشْرِبُوا
فِي
قُلُوبِهِمُ
الْعِجْلَ
بِكُفْرِهِمْ
قُلْ
بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ
بِهِ
إِيمَانُكُمْ
إِنْ كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
93
Katakanlah: “Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat
(surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka
inginilah kematian (mu), jika kamu memang benar.
قُلْ
إِنْ
كَانَتْ
لَكُمُ
الدَّارُ
الآخِرَةُ
عِنْدَ اللَّهِ
خَالِصَةً
مِنْ دُونِ
النَّاسِ فَتَمَنَّوُا
الْمَوْتَ
إِنْ
كُنْتُمْ صَادِقِينَ
94
Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu
selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan
mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang aniaya.
وَلَنْ
يَتَمَنَّوْهُ
أَبَدًا
بِمَا قَدَّمَتْ
أَيْدِيهِمْ
وَاللَّهُ
عَلِيمٌ
بِالظَّالِمِينَ
95
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba
kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang
musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal
umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha
Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
وَلَتَجِدَنَّهُمْ
أَحْرَصَ
النَّاسِ عَلَى
حَيَاةٍ وَمِنَ
الَّذِينَ
أَشْرَكُوا
يَوَدُّ أَحَدُهُمْ
لَوْ
يُعَمَّرُ
أَلْفَ
سَنَةٍ وَمَا
هُوَ
بِمُزَحْزِحِهِ
مِنَ
الْعَذَابِ
أَنْ
يُعَمَّرَ
وَاللَّهُ
بَصِيرٌ
بِمَا يَعْمَلُونَ
96
Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril
itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah;
membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta
berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
قُلْ
مَنْ كَانَ
عَدُوًّا
لِجِبْرِيلَ
فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ
عَلَى
قَلْبِكَ
بِإِذْنِ
اللَّهِ
مُصَدِّقًا
لِمَا
بَيْنَ
يَدَيْهِ وَهُدًى
وَبُشْرَى
لِلْمُؤْمِنِينَ
97
Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya,
Rasul-Rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang
kafir.
مَنْ
كَانَ
عَدُوًّا
لِلَّهِ
وَمَلائِكَتِهِ
وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ
وَمِيكَالَ
فَإِنَّ
اللَّهَ عَدُوٌّ
لِلْكَافِرِينَ
98
Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang
jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik.
وَلَقَدْ
أَنْزَلْنَا
إِلَيْكَ
آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ
وَمَا يَكْفُرُ
بِهَا إِلا
الْفَاسِقُونَ
99
Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali
mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebahagian
besar dari mereka tidak beriman.
أَوَكُلَّمَا
عَاهَدُوا
عَهْدًا
نَبَذَهُ
فَرِيقٌ مِنْهُمْ
بَلْ
أَكْثَرُهُمْ
لا
يُؤْمِنُونَ
100
Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah
yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari
orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang
(punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab
Allah).
وَلَمَّا
جَاءَهُمْ
رَسُولٌ
مِنْ عِنْدِ
اللَّهِ مُصَدِّقٌ
لِمَا
مَعَهُمْ
نَبَذَ
فَرِيقٌ
مِنَ
الَّذِينَ
أُوتُوا
الْكِتَابَ كِتَابَ
اللَّهِ
وَرَاءَ
ظُهُورِهِمْ
كَأَنَّهُمْ
لا
يَعْلَمُونَ
101
Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-setan pada
masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan
sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya
setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir
kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri
Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu)
kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan
(bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari
kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara
seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi
mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan
mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi
manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang
menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di
akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir,
kalau mereka mengetahui.
وَاتَّبَعُوا
مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ
عَلَى
مُلْكِ سُلَيْمَانَ
وَمَا
كَفَرَ
سُلَيْمَانُ
وَلَكِنَّ
الشَّيَاطِينَ
كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ
النَّاسَ
السِّحْرَ
وَمَا أُنْزِلَ
عَلَى
الْمَلَكَيْنِ
بِبَابِلَ هَارُوتَ
وَمَارُوتَ
وَمَا
يُعَلِّمَانِ
مِنْ أَحَدٍ
حَتَّى
يَقُولا
إِنَّمَا نَحْنُ
فِتْنَةٌ
فَلا
تَكْفُرْ
فَيَتَعَلَّمُونَ
مِنْهُمَا
مَا
يُفَرِّقُونَ
بِهِ بَيْنَ
الْمَرْءِ
وَزَوْجِهِ
وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ
بِهِ مِنْ
أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ
اللَّهِ
وَيَتَعَلَّمُونَ
مَا يَضُرُّهُمْ
وَلا
يَنْفَعُهُمْ
وَلَقَدْ عَلِمُوا
لَمَنِ
اشْتَرَاهُ
مَا لَهُ فِي
الآخِرَةِ
مِنْ خَلاقٍ
وَلَبِئْسَ
مَا شَرَوْا
بِهِ
أَنْفُسَهُمْ
لَوْ
كَانُوا يَعْلَمُونَ
102
Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka
akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih
baik, kalau mereka mengetahui.
وَلَوْ
أَنَّهُمْ
آمَنُوا
وَاتَّقَوْا
لَمَثُوبَةٌ
مِنْ عِنْدِ
اللَّهِ
خَيْرٌ لَوْ
كَانُوا
يَعْلَمُونَ
103
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada
Muhammad): “Raa`ina”, tetapi katakanlah: “Unzhurna”, dan
“dengarlah”. Dan bagi orang-orang kafir siksaan yang pedih.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
تَقُولُوا
رَاعِنَا وَقُولُوا
انْظُرْنَا
وَاسْمَعُوا
وَلِلْكَافِرِينَ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
104
Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada
menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah
menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian);
dan Allah mempunyai karunia yang besar.
مَا
يَوَدُّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ وَلا
الْمُشْرِكِينَ
أَنْ
يُنَزَّلَ
عَلَيْكُمْ
مِنْ خَيْرٍ
مِنْ
رَبِّكُمْ وَاللَّهُ
يَخْتَصُّ
بِرَحْمَتِهِ
مَنْ يَشَاءُ
وَاللَّهُ
ذُو
الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
105
Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia)
lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang
sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu?
مَا
نَنْسَخْ
مِنْ آيَةٍ
أَوْ
نُنْسِهَا
نَأْتِ
بِخَيْرٍ مِنْهَا
أَوْ مِثْلِهَا
أَلَمْ
تَعْلَمْ
أَنَّ
اللَّهَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ
106
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah
kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun
seorang penolong.
أَلَمْ
تَعْلَمْ
أَنَّ
اللَّهَ
لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَمَا
لَكُمْ مِنْ
دُونِ
اللَّهِ
مِنْ
وَلِيٍّ
وَلا نَصِيرٍ
107
Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti
Bani Israel meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barang siapa yang
menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan
yang lurus.
أَمْ
تُرِيدُونَ
أَنْ
تَسْأَلُوا
رَسُولَكُمْ
كَمَا سُئِلَ
مُوسَى مِنْ
قَبْلُ
وَمَنْ
يَتَبَدَّلِ
الْكُفْرَ
بِالإيمَانِ
فَقَدْ
ضَلَّ سَوَاءَ
السَّبِيلِ
108
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat
mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang
(timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka
maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَدَّ
كَثِيرٌ
مِنْ أَهْلِ
الْكِتَابِ
لَوْ يَرُدُّونَكُمْ
مِنْ بَعْدِ
إِيمَانِكُمْ
كُفَّارًا
حَسَدًا
مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ
مِنْ بَعْدِ
مَا
تَبَيَّنَ لَهُمُ
الْحَقُّ
فَاعْفُوا
وَاصْفَحُوا
حَتَّى
يَأْتِيَ
اللَّهُ
بِأَمْرِهِ
إِنَّ
اللَّهَ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ
109
Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa
saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada
sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
وَأَقِيمُوا
الصَّلاةَ
وَآتُوا
الزَّكَاةَ
وَمَا تُقَدِّمُوا
لأنْفُسِكُمْ
مِنْ خَيْرٍ
تَجِدُوهُ
عِنْدَ
اللَّهِ
إِنَّ
اللَّهَ بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
110
Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: “Sekali-kali tidak
akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau
Nasrani”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka.
Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang
benar”.
وَقَالُوا
لَنْ
يَدْخُلَ
الْجَنَّةَ
إِلا مَنْ
كَانَ هُودًا
أَوْ
نَصَارَى
تِلْكَ
أَمَانِيُّهُمْ
قُلْ
هَاتُوا
بُرْهَانَكُمْ
إِنْ كُنْتُمْ
صَادِقِينَ
111
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri
kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi
Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
بَلَى
مَنْ
أَسْلَمَ
وَجْهَهُ
لِلَّهِ وَهُوَ
مُحْسِنٌ فَلَهُ
أَجْرُهُ
عِنْدَ
رَبِّهِ وَلا
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
112
Dan orang-orang Yahudi berkata: “Orang-orang Nasrani itu
tidak mempunyai suatu pegangan”, dan orang-orang Nasrani berkata:
“Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,” padahal
mereka (sama-sama) membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak
mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili
di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih
padanya.
وَقَالَتِ
الْيَهُودُ
لَيْسَتِ
النَّصَارَى
عَلَى
شَيْءٍ وَقَالَتِ
النَّصَارَى
لَيْسَتِ
الْيَهُودُ
عَلَى
شَيْءٍ
وَهُمْ
يَتْلُونَ الْكِتَابَ
كَذَلِكَ
قَالَ
الَّذِينَ
لا يَعْلَمُونَ
مِثْلَ
قَوْلِهِمْ
فَاللَّهُ يَحْكُمُ
بَيْنَهُمْ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
فِيمَا
كَانُوا
فِيهِ يَخْتَلِفُونَ
113
Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang
menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk
merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah),
kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan
dan di akhirat mendapat siksa yang berat.
وَمَنْ
أَظْلَمُ
مِمَّنْ
مَنَعَ
مَسَاجِدَ
اللَّهِ
أَنْ يُذْكَرَ
فِيهَا
اسْمُهُ
وَسَعَى فِي
خَرَابِهَا
أُولَئِكَ
مَا كَانَ
لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا
إِلا
خَائِفِينَ
لَهُمْ فِي الدُّنْيَا
خِزْيٌ
وَلَهُمْ
فِي
الآخِرَةِ عَذَابٌ
عَظِيمٌ
114
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu
menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya)
lagi Maha Mengetahui.
وَلِلَّهِ
الْمَشْرِقُ
وَالْمَغْرِبُ
فَأَيْنَمَا
تُوَلُّوا
فَثَمَّ
وَجْهُ
اللَّهِ
إِنَّ اللَّهَ
وَاسِعٌ
عَلِيمٌ
115
Mereka (orang-orang kafir) berkata: “Allah mempunyai
anak”. Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah
kepunyaan Allah; semua tunduk kepada-Nya.
وَقَالُوا
اتَّخَذَ
اللَّهُ
وَلَدًا
سُبْحَانَهُ
بَلْ لَهُ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
كُلٌّ لَهُ
قَانِتُونَ
116
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk
menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya:
“Jadilah”. Lalu jadilah ia.
بَدِيعُ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَإِذَا
قَضَى
أَمْرًا فَإِنَّمَا
يَقُولُ
لَهُ كُنْ
فَيَكُونُ
117
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: “Mengapa
Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda
kekuasaan-Nya kepada kami?” Demikian pula orang-orang yang sebelum
mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa.
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum
yang yakin.
وَقَالَ
الَّذِينَ
لا
يَعْلَمُونَ
لَوْلا يُكَلِّمُنَا
اللَّهُ
أَوْ
تَأْتِينَا
آيَةٌ
كَذَلِكَ قَالَ
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِهِمْ
مِثْلَ قَوْلِهِمْ
تَشَابَهَتْ
قُلُوبُهُمْ
قَدْ
بَيَّنَّا
الآيَاتِ لِقَوْمٍ
يُوقِنُونَ
118
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran;
sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan
diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka.
إِنَّا
أَرْسَلْنَاكَ
بِالْحَقِّ
بَشِيرًا
وَنَذِيرًا وَلا
تُسْأَلُ
عَنْ
أَصْحَابِ
الْجَحِيمِ
119
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu
hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk
Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu
mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah
tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
وَلَنْ
تَرْضَى
عَنْكَ
الْيَهُودُ
وَلا النَّصَارَى
حَتَّى
تَتَّبِعَ
مِلَّتَهُمْ
قُلْ إِنَّ هُدَى
اللَّهِ
هُوَ
الْهُدَى
وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ
أَهْوَاءَهُمْ
بَعْدَ
الَّذِي
جَاءَكَ
مِنَ
الْعِلْمِ
مَا لَكَ
مِنَ اللَّهِ
مِنْ
وَلِيٍّ
وَلا
نَصِيرٍ
120
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka
membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan
barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.
الَّذِينَ
آتَيْنَاهُمُ
الْكِتَابَ
يَتْلُونَهُ
حَقَّ تِلاوَتِهِ
أُولَئِكَ
يُؤْمِنُونَ
بِهِ وَمَنْ
يَكْفُرْ
بِهِ
فَأُولَئِكَ
هُمُ الْخَاسِرُونَ
121
Hai Bani Israel, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah
Ku-anugerahkan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.
يَا
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
اذْكُرُوا
نِعْمَتِيَ
الَّتِي أَنْعَمْتُ
عَلَيْكُمْ
وَأَنِّي
فَضَّلْتُكُمْ
عَلَى
الْعَالَمِينَ
122
Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak
dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu
tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya
dan tidak (pula) mereka akan ditolong.
وَاتَّقُوا
يَوْمًا لا
تَجْزِي
نَفْسٌ عَنْ
نَفْسٍ شَيْئًا
وَلا
يُقْبَلُ
مِنْهَا
عَدْلٌ وَلا
تَنْفَعُهَا
شَفَاعَةٌ
وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ
123
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa
kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim
berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman:
“Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”.
وَإِذِ
ابْتَلَى
إِبْرَاهِيمَ
رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ
فَأَتَمَّهُنَّ
قَالَ
إِنِّي
جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ
إِمَامًا
قَالَ
وَمِنْ ذُرِّيَّتِي
قَالَ لا
يَنَالُ
عَهْدِي
الظَّالِمِينَ
124
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah)
tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian
maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan
Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang
iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”.
وَإِذْ
جَعَلْنَا
الْبَيْتَ
مَثَابَةً
لِلنَّاسِ وَأَمْنًا
وَاتَّخِذُوا
مِنْ
مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ
مُصَلًّى
وَعَهِدْنَا
إِلَى إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ
أَنْ
طَهِّرَا
بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ
وَالْعَاكِفِينَ
وَالرُّكَّعِ
السُّجُودِ
125
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah
negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan
kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari
kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri
kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah
seburuk-buruk tempat kembali”.
وَإِذْ
قَالَ
إِبْرَاهِيمُ
رَبِّ
اجْعَلْ هَذَا
بَلَدًا آمِنًا
وَارْزُقْ
أَهْلَهُ
مِنَ
الثَّمَرَاتِ
مَنْ آمَنَ
مِنْهُمْ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
قَالَ
وَمَنْ
كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ
قَلِيلا
ثُمَّ
أَضْطَرُّهُ
إِلَى
عَذَابِ
النَّارِ
وَبِئْسَ
الْمَصِيرُ
126
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar
Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah
daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi
Maha Mengetahui”.
وَإِذْ
يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ
الْقَوَاعِدَ
مِنَ الْبَيْتِ
وَإِسْمَاعِيلُ
رَبَّنَا
تَقَبَّلْ
مِنَّا
إِنَّكَ
أَنْتَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
127
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh
kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk
patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat
ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha
Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
رَبَّنَا
وَاجْعَلْنَا
مُسْلِمَيْنِ
لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا
أُمَّةً
مُسْلِمَةً
لَكَ
وَأَرِنَا
مَنَاسِكَنَا
وَتُبْ
عَلَيْنَا إِنَّكَ
أَنْتَ
التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ
128
Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan
mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan
kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunah) serta menyucikan
mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
رَبَّنَا
وَابْعَثْ
فِيهِمْ
رَسُولا
مِنْهُمْ
يَتْلُو عَلَيْهِمْ
آيَاتِكَ
وَيُعَلِّمُهُمُ
الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ
وَيُزَكِّيهِمْ
إِنَّكَ
أَنْتَ
الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
129
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang
yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia
dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
وَمَنْ
يَرْغَبُ
عَنْ
مِلَّةِ
إِبْرَاهِيمَ
إِلا مَنْ سَفِهَ
نَفْسَهُ
وَلَقَدِ
اصْطَفَيْنَاهُ
فِي
الدُّنْيَا
وَإِنَّهُ
فِي
الآخِرَةِ لَمِنَ
الصَّالِحِينَ
130
Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk
patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta
alam”.
إِذْ
قَالَ لَهُ
رَبُّهُ
أَسْلِمْ
قَالَ أَسْلَمْتُ
لِرَبِّ
الْعَالَمِينَ
131
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya,
demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya
Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam
memeluk agama Islam”.
وَوَصَّى
بِهَا
إِبْرَاهِيمُ
بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ
يَا بَنِيَّ
إِنَّ
اللَّهَ اصْطَفَى
لَكُمُ
الدِّينَ
فَلا
تَمُوتُنَّ
إِلا
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
132
Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut,
ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah
sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan
Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa
dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
أَمْ
كُنْتُمْ
شُهَدَاءَ
إِذْ حَضَرَ
يَعْقُوبَ الْمَوْتُ
إِذْ قَالَ
لِبَنِيهِ
مَا تَعْبُدُونَ
مِنْ
بَعْدِي
قَالُوا
نَعْبُدُ إِلَهَكَ
وَإِلَهَ
آبَائِكَ
إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ
إِلَهًا وَاحِدًا
وَنَحْنُ
لَهُ
مُسْلِمُونَ
133
Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya
dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan
jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
تِلْكَ
أُمَّةٌ
قَدْ خَلَتْ
لَهَا مَا
كَسَبَتْ
وَلَكُمْ مَا
كَسَبْتُمْ
وَلا
تُسْأَلُونَ
عَمَّا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
134
Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama
Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah:
“Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah
dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.
وَقَالُوا
كُونُوا
هُودًا أَوْ
نَصَارَى تَهْتَدُوا
قُلْ بَلْ
مِلَّةَ
إِبْرَاهِيمَ
حَنِيفًا
وَمَا كَانَ
مِنَ
الْمُشْرِكِينَ
135
Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada
Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada
Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada
Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami
tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk
patuh kepada-Nya”.
قُولُوا
آمَنَّا
بِاللَّهِ
وَمَا
أُنْزِلَ
إِلَيْنَا وَمَا
أُنْزِلَ
إِلَى
إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ
وَيَعْقُوبَ
وَالأسْبَاطِ
وَمَا
أُوتِيَ
مُوسَى
وَعِيسَى
وَمَا
أُوتِيَ
النَّبِيُّونَ
مِنْ رَبِّهِمْ
لا
نُفَرِّقُ
بَيْنَ
أَحَدٍ مِنْهُمْ
وَنَحْنُ
لَهُ مُسْلِمُونَ
136
Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya,
sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling,
sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan
memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
فَإِنْ
آمَنُوا
بِمِثْلِ
مَا
آمَنْتُمْ
بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا
وَإِنْ
تَوَلَّوْا
فَإِنَّمَا
هُمْ فِي
شِقَاقٍ
فَسَيَكْفِيكَهُمُ
اللَّهُ
وَهُوَ
السَّمِيعُ
الْعَلِيمُ
137
Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada
Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
صِبْغَةَ
اللَّهِ
وَمَنْ
أَحْسَنُ
مِنَ اللَّهِ
صِبْغَةً وَنَحْنُ
لَهُ
عَابِدُونَ
138
Katakanlah: “Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang
Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami,
bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,
قُلْ
أَتُحَاجُّونَنَا
فِي اللَّهِ
وَهُوَ
رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ
وَلَنَا
أَعْمَالُنَا
وَلَكُمْ
أَعْمَالُكُمْ
وَنَحْنُ
لَهُ مُخْلِصُونَ
139
ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan
bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakqub dan anak cucunya, adalah penganut agama
Yahudi atau Nasrani? Katakanlah: “Apakah kamu yang lebih mengetahui
ataukah Allah, dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang menyembunyikan
syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada
lengah dari apa yang kamu kerjakan.
أَمْ
تَقُولُونَ
إِنَّ
إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ
وَإِسْحَاقَ
وَيَعْقُوبَ
وَالأسْبَاطَ
كَانُوا
هُودًا أَوْ
نَصَارَى
قُلْ أَأَنْتُمْ
أَعْلَمُ
أَمِ
اللَّهُ
وَمَنْ أَظْلَمُ
مِمَّنْ
كَتَمَ
شَهَادَةً عِنْدَهُ
مِنَ
اللَّهِ
وَمَا
اللَّهُ
بِغَافِلٍ
عَمَّا
تَعْمَلُونَ
140
Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya
dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan
jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
تِلْكَ
أُمَّةٌ
قَدْ خَلَتْ
لَهَا مَا
كَسَبَتْ
وَلَكُمْ مَا
كَسَبْتُمْ
وَلا
تُسْأَلُونَ
عَمَّا كَانُوا
يَعْمَلُونَ
141
Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata:
“Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya
(Baitulmakdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?”
Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk
kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus.
سَيَقُولُ
السُّفَهَاءُ
مِنَ
النَّاسِ مَا
وَلاهُمْ
عَنْ قِبْلَتِهِمُ
الَّتِي
كَانُوا
عَلَيْهَا قُلْ
لِلَّهِ
الْمَشْرِقُ
وَالْمَغْرِبُ
يَهْدِي
مَنْ
يَشَاءُ
إِلَى
صِرَاطٍ
مُسْتَقِيمٍ
142
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam),
umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia
dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak
menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami
mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot.
Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi
orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan
menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
kepada manusia.
وَكَذَلِكَ
جَعَلْنَاكُمْ
أُمَّةً
وَسَطًا
لِتَكُونُوا
شُهَدَاءَ
عَلَى
النَّاسِ
وَيَكُونَ
الرَّسُولُ
عَلَيْكُمْ
شَهِيدًا
وَمَا جَعَلْنَا
الْقِبْلَةَ
الَّتِي
كُنْتَ عَلَيْهَا
إِلا
لِنَعْلَمَ
مَنْ
يَتَّبِعُ الرَّسُولَ
مِمَّنْ
يَنْقَلِبُ
عَلَى عَقِبَيْهِ
وَإِنْ
كَانَتْ
لَكَبِيرَةً
إِلا عَلَى
الَّذِينَ
هَدَى
اللَّهُ
وَمَا كَانَ
اللَّهُ
لِيُضِيعَ
إِيمَانَكُمْ
إِنَّ اللَّهَ
بِالنَّاسِ
لَرَءُوفٌ
رَحِيمٌ
143
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka
sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah
mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah
mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang
diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke
Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak
lengah dari apa yang mereka kerjakan.
قَدْ
نَرَى
تَقَلُّبَ
وَجْهِكَ
فِي السَّمَاءِ
فَلَنُوَلِّيَنَّكَ
قِبْلَةً
تَرْضَاهَا
فَوَلِّ
وَجْهَكَ
شَطْرَ
الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
وَحَيْثُمَا
كُنْتُمْ
فَوَلُّوا
وُجُوهَكُمْ
شَطْرَهُ
وَإِنَّ
الَّذِينَ أُوتُوا
الْكِتَابَ
لَيَعْلَمُونَ
أَنَّهُ
الْحَقُّ
مِنْ
رَبِّهِمْ
وَمَا
اللَّهُ بِغَافِلٍ
عَمَّا
يَعْمَلُونَ
144
Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang
(Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat
(keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan
mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti
kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan
mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk
golongan orang-orang yang lalim.
وَلَئِنْ
أَتَيْتَ
الَّذِينَ
أُوتُوا الْكِتَابَ
بِكُلِّ آيَةٍ
مَا
تَبِعُوا
قِبْلَتَكَ
وَمَا أَنْتَ
بِتَابِعٍ
قِبْلَتَهُمْ
وَمَا بَعْضُهُمْ
بِتَابِعٍ
قِبْلَةَ
بَعْضٍ وَلَئِنِ
اتَّبَعْتَ
أَهْوَاءَهُمْ
مِنْ بَعْدِ
مَا جَاءَكَ
مِنَ
الْعِلْمِ
إِنَّكَ
إِذًا لَمِنَ
الظَّالِمِينَ
145
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab
(Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya
sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan
kebenaran, padahal mereka mengetahui.
الَّذِينَ
آتَيْنَاهُمُ
الْكِتَابَ
يَعْرِفُونَهُ
كَمَا يَعْرِفُونَ
أَبْنَاءَهُمْ
وَإِنَّ
فَرِيقًا
مِنْهُمْ
لَيَكْتُمُونَ
الْحَقَّ وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
146
Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali
kamu termasuk orang-orang yang ragu.
الْحَقُّ
مِنْ
رَبِّكَ
فَلا
تَكُونَنَّ
مِنَ الْمُمْتَرِينَ
147
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia
menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di
mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari
kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
وَلِكُلٍّ
وِجْهَةٌ
هُوَ
مُوَلِّيهَا
فَاسْتَبِقُوا
الْخَيْرَاتِ
أَيْنَمَا
تَكُونُوا
يَأْتِ
بِكُمُ
اللَّهُ
جَمِيعًا
إِنَّ
اللَّهَ عَلَى
كُلِّ
شَيْءٍ
قَدِيرٌ
148
Dan dari mana saja kamu ke luar, maka palingkanlah wajahmu ke
arah Masjidilharam; sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak
dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.
وَمِنْ
حَيْثُ
خَرَجْتَ
فَوَلِّ
وَجْهَكَ شَطْرَ
الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
وَإِنَّهُ
لَلْحَقُّ
مِنْ
رَبِّكَ
وَمَا
اللَّهُ
بِغَافِلٍ عَمَّا
تَعْمَلُونَ
149
Dan dari mana saja kamu keluar, maka palingkanlah wajahmu ke
arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka
palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu,
kecuali orang-orang yang lalim di antara mereka. Maka janganlah kamu, takut
kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Kusempurnakan nikmat-Ku
atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.
وَمِنْ
حَيْثُ
خَرَجْتَ
فَوَلِّ
وَجْهَكَ شَطْرَ
الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
وَحَيْثُمَا
كُنْتُمْ
فَوَلُّوا
وُجُوهَكُمْ
شَطْرَهُ لِئَلا
يَكُونَ
لِلنَّاسِ
عَلَيْكُمْ
حُجَّةٌ
إِلا الَّذِينَ
ظَلَمُوا
مِنْهُمْ فَلا
تَخْشَوْهُمْ
وَاخْشَوْنِي
وَلأتِمَّ
نِعْمَتِي
عَلَيْكُمْ
وَلَعَلَّكُمْ
تَهْتَدُونَ
150
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu)
Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat
Kami kepada kamu dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan
Al-Hikmah (As Sunah), serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu
ketahui.
كَمَا
أَرْسَلْنَا
فِيكُمْ
رَسُولا
مِنْكُمْ
يَتْلُو عَلَيْكُمْ
آيَاتِنَا
وَيُزَكِّيكُمْ
وَيُعَلِّمُكُمُ
الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ
وَيُعَلِّمُكُمْ
مَا لَمْ
تَكُونُوا
تَعْلَمُونَ
151
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula)
kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari
(nikmat)-Ku.
فَاذْكُرُونِي
أَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوا
لِي وَلا تَكْفُرُونِ
152
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada
Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اسْتَعِينُوا
بِالصَّبْرِ
وَالصَّلاةِ
إِنَّ
اللَّهَ مَعَ
الصَّابِرِينَ
153
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di
jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,
tetapi kamu tidak menyadarinya.
وَلا
تَقُولُوا
لِمَنْ
يُقْتَلُ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ أَمْوَاتٌ
بَلْ
أَحْيَاءٌ
وَلَكِنْ لا
تَشْعُرُونَ
154
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ
مِنَ الْخَوْفِ
وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ
مِنَ
الأمْوَالِ
وَالأنْفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan,
“Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”
الَّذِينَ
إِذَا
أَصَابَتْهُمْ
مُصِيبَةٌ
قَالُوا
إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا
إِلَيْهِ
رَاجِعُونَ
156
Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat
dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ
صَلَوَاتٌ
مِنْ رَبِّهِمْ
وَرَحْمَةٌ
وَأُولَئِكَ
هُمُ
الْمُهْتَدُونَ
157
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar
Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah,
maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa
yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya
Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
إِنَّ
الصَّفَا
وَالْمَرْوَةَ
مِنْ شَعَائِرِ
اللَّهِ فَمَنْ
حَجَّ
الْبَيْتَ
أَوِ
اعْتَمَرَ
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْهِ
أَنْ
يَطَّوَّفَ بِهِمَا
وَمَنْ
تَطَوَّعَ
خَيْرًا
فَإِنَّ
اللَّهَ
شَاكِرٌ
عَلِيمٌ
158
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami
turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami
menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan
dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati,
إِنَّ
الَّذِينَ
يَكْتُمُونَ
مَا أَنْزَلْنَا
مِنَ الْبَيِّنَاتِ
وَالْهُدَى
مِنْ بَعْدِ
مَا
بَيَّنَّاهُ
لِلنَّاسِ
فِي
الْكِتَابِ أُولَئِكَ
يَلْعَنُهُمُ
اللَّهُ
وَيَلْعَنُهُمُ
اللاعِنُونَ
159
kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan
menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima tobatnya dan
Akulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
إِلا
الَّذِينَ
تَابُوا
وَأَصْلَحُوا
وَبَيَّنُوا
فَأُولَئِكَ
أَتُوبُ
عَلَيْهِمْ
وَأَنَا التَّوَّابُ
الرَّحِيمُ
160
Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan
kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia
seluruhnya.
إِنَّ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
وَمَاتُوا
وَهُمْ
كُفَّارٌ أُولَئِكَ
عَلَيْهِمْ
لَعْنَةُ
اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ
وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
161
Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa
dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
خَالِدِينَ
فِيهَا لا
يُخَفَّفُ
عَنْهُمُ الْعَذَابُ
وَلا هُمْ
يُنْظَرُونَ
162
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
وَإِلَهُكُمْ
إِلَهٌ
وَاحِدٌ لا
إِلَهَ إِلا
هُوَ الرَّحْمَنُ
الرَّحِيمُ
163
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya
malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi
manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air
itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu
segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara
langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah)
bagi kaum yang memikirkan.
إِنَّ
فِي خَلْقِ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضِ
وَاخْتِلافِ
اللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ
وَالْفُلْكِ
الَّتِي
تَجْرِي فِي
الْبَحْرِ
بِمَا
يَنْفَعُ النَّاسَ
وَمَا
أَنْزَلَ
اللَّهُ
مِنَ السَّمَاءِ
مِنْ مَاءٍ
فَأَحْيَا
بِهِ الأرْضَ
بَعْدَ
مَوْتِهَا
وَبَثَّ
فِيهَا مِنْ
كُلِّ
دَابَّةٍ
وَتَصْرِيفِ
الرِّيَاحِ
وَالسَّحَابِ
الْمُسَخَّرِ
بَيْنَ
السَّمَاءِ
وَالأرْضِ
لآيَاتٍ لِقَوْمٍ
يَعْقِلُونَ
164
Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai
Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika
seandainya orang-orang yang berbuat lalim itu mengetahui ketika mereka
melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya
dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).
وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يَتَّخِذُ
مِنْ دُونِ
اللَّهِ أَنْدَادًا
يُحِبُّونَهُمْ
كَحُبِّ
اللَّهِ
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
أَشَدُّ
حُبًّا لِلَّهِ
وَلَوْ
يَرَى
الَّذِينَ
ظَلَمُوا إِذْ
يَرَوْنَ
الْعَذَابَ
أَنَّ الْقُوَّةَ
لِلَّهِ
جَمِيعًا
وَأَنَّ
اللَّهَ
شَدِيدُ الْعَذَابِ
165
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari
orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala
hubungan antara mereka terputus sama sekali.
إِذْ
تَبَرَّأَ
الَّذِينَ
اتُّبِعُوا
مِنَ
الَّذِينَ اتَّبَعُوا
وَرَأَوُا
الْعَذَابَ
وَتَقَطَّعَتْ
بِهِمُ
الأسْبَابُ
166
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami
dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana
mereka berlepas diri dari kami.” Demikianlah Allah memperlihatkan kepada
mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka
tidak akan ke luar dari api neraka.
وَقَالَ
الَّذِينَ
اتَّبَعُوا
لَوْ أَنَّ لَنَا
كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ
مِنْهُمْ
كَمَا
تَبَرَّءُوا
مِنَّا
كَذَلِكَ
يُرِيهِمُ
اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ
حَسَرَاتٍ
عَلَيْهِمْ
وَمَا هُمْ
بِخَارِجِينَ
مِنَ النَّارِ
167
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa
yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan;
karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
يَا
أَيُّهَا
النَّاسُ
كُلُوا
مِمَّا فِي الأرْضِ
حَلالا طَيِّبًا
وَلا
تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ
الشَّيْطَانِ
إِنَّهُ لَكُمْ
عَدُوٌّ مُبِينٌ
168
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan
keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
إِنَّمَا
يَأْمُرُكُمْ
بِالسُّوءِ
وَالْفَحْشَاءِ
وَأَنْ تَقُولُوا
عَلَى
اللَّهِ مَا
لا
تَعْلَمُونَ
169
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang
telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami
hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang
kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang
mereka itu tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?”
وَإِذَا
قِيلَ
لَهُمُ
اتَّبِعُوا
مَا أَنْزَلَ
اللَّهُ قَالُوا
بَلْ
نَتَّبِعُ
مَا
أَلْفَيْنَا
عَلَيْهِ
آبَاءَنَا
أَوَلَوْ
كَانَ آبَاؤُهُمْ
لا
يَعْقِلُونَ
شَيْئًا
وَلا يَهْتَدُونَ
170
Dan perumpamaan (orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah
seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain
panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu)
mereka tidak mengerti.
وَمَثَلُ
الَّذِينَ
كَفَرُوا
كَمَثَلِ
الَّذِي
يَنْعِقُ بِمَا
لا يَسْمَعُ
إِلا
دُعَاءً
وَنِدَاءً صُمٌّ
بُكْمٌ
عُمْيٌ
فَهُمْ لا يَعْقِلُونَ
171
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang
baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika
benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
كُلُوا مِنْ
طَيِّبَاتِ مَا
رَزَقْنَاكُمْ
وَاشْكُرُوا
لِلَّهِ إِنْ
كُنْتُمْ
إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
172
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah,
daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain
Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia
tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa
baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّمَا
حَرَّمَ
عَلَيْكُمُ
الْمَيْتَةَ
وَالدَّمَ وَلَحْمَ
الْخِنْزِيرِ
وَمَا
أُهِلَّ بِهِ
لِغَيْرِ
اللَّهِ
فَمَنِ
اضْطُرَّ
غَيْرَ بَاغٍ
وَلا عَادٍ
فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ
إِنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ
رَحِيمٌ
173
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah
diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah),
mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya
melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat
dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
إِنَّ
الَّذِينَ
يَكْتُمُونَ
مَا
أَنْزَلَ
اللَّهُ
مِنَ الْكِتَابِ
وَيَشْتَرُونَ
بِهِ
ثَمَنًا قَلِيلا
أُولَئِكَ
مَا
يَأْكُلُونَ
فِي بُطُونِهِمْ
إِلا
النَّارَ
وَلا
يُكَلِّمُهُمُ
اللَّهُ
يَوْمَ
الْقِيَامَةِ
وَلا يُزَكِّيهِمْ
وَلَهُمْ
عَذَابٌ
أَلِيمٌ
174
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk
dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api
neraka!
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
اشْتَرَوُا
الضَّلالَةَ
بِالْهُدَى وَالْعَذَابَ
بِالْمَغْفِرَةِ
فَمَا أَصْبَرَهُمْ
عَلَى النَّارِ
175
Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab
dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih
tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
ذَلِكَ
بِأَنَّ
اللَّهَ
نَزَّلَ
الْكِتَابَ
بِالْحَقِّ وَإِنَّ
الَّذِينَ
اخْتَلَفُوا
فِي الْكِتَابِ
لَفِي
شِقَاقٍ
بَعِيدٍ
176
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,
hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta
yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,
musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan
(memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan
orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang
sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang
bertakwa.
لَيْسَ
الْبِرَّ
أَنْ
تُوَلُّوا
وُجُوهَكُمْ
قِبَلَ الْمَشْرِقِ
وَالْمَغْرِبِ
وَلَكِنَّ
الْبِرَّ
مَنْ آمَنَ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
وَالْمَلائِكَةِ
وَالْكِتَابِ
وَالنَّبِيِّينَ
وَآتَى
الْمَالَ
عَلَى حُبِّهِ
ذَوِي
الْقُرْبَى
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينَ
وَابْنَ السَّبِيلِ
وَالسَّائِلِينَ
وَفِي
الرِّقَابِ
وَأَقَامَ
الصَّلاةَ
وَآتَى
الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ
بِعَهْدِهِمْ
إِذَا عَاهَدُوا
وَالصَّابِرِينَ
فِي
الْبَأْسَاءِ
وَالضَّرَّاءِ
وَحِينَ
الْبَأْسِ
أُولَئِكَ
الَّذِينَ
صَدَقُوا وَأُولَئِكَ
هُمُ الْمُتَّقُونَ
177
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash
berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang
merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barang siapa yang
mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti
dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat)
kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu
adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barang siapa yang
melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الْقِصَاصُ
فِي
الْقَتْلَى
الْحُرُّ
بِالْحُرِّ
وَالْعَبْدُ
بِالْعَبْدِ
وَالأنْثَى بِالأنْثَى
فَمَنْ
عُفِيَ لَهُ
مِنْ
أَخِيهِ
شَيْءٌ
فَاتِّبَاعٌ
بِالْمَعْرُوفِ
وَأَدَاءٌ
إِلَيْهِ
بِإِحْسَانٍ
ذَلِكَ تَخْفِيفٌ
مِنْ
رَبِّكُمْ
وَرَحْمَةٌ
فَمَنِ اعْتَدَى
بَعْدَ
ذَلِكَ
فَلَهُ
عَذَابٌ أَلِيمٌ
178
Dan dalam kisas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai
orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.
وَلَكُمْ
فِي
الْقِصَاصِ
حَيَاةٌ يَا
أُولِي
الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
179
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan
(tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk
ibu-bapa dan karib kerabatnya secara makruf, (ini adalah) kewajiban atas
orang-orang yang bertakwa.
كُتِبَ
عَلَيْكُمْ
إِذَا
حَضَرَ
أَحَدَكُمُ
الْمَوْتُ إِنْ
تَرَكَ
خَيْرًا
الْوَصِيَّةُ
لِلْوَالِدَيْنِ
وَالأقْرَبِينَ
بِالْمَعْرُوفِ
حَقًّا
عَلَى
الْمُتَّقِينَ
180
Maka barang siapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia
mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang
mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
فَمَنْ
بَدَّلَهُ
بَعْدَمَا
سَمِعَهُ
فَإِنَّمَا إِثْمُهُ
عَلَى
الَّذِينَ
يُبَدِّلُونَهُ
إِنَّ
اللَّهَ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ
181
(Akan tetapi) barang siapa khawatir terhadap orang yang berwasiat
itu, berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara
mereka, maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
فَمَنْ
خَافَ مِنْ
مُوصٍ
جَنَفًا
أَوْ إِثْمًا
فَأَصْلَحَ
بَيْنَهُمْ
فَلا إِثْمَ
عَلَيْهِ
إِنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
182
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ
الصِّيَامُ
كَمَا كُتِبَ
عَلَى
الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِكُمْ
لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
183
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di
antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
(wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada
hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya
(jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang
miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka
itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu
mengetahui.
أَيَّامًا
مَعْدُودَاتٍ
فَمَنْ
كَانَ مِنْكُمْ
مَرِيضًا أَوْ
عَلَى
سَفَرٍ
فَعِدَّةٌ
مِنْ
أَيَّامٍ
أُخَرَ
وَعَلَى
الَّذِينَ
يُطِيقُونَهُ
فِدْيَةٌ
طَعَامُ
مِسْكِينٍ
فَمَنْ
تَطَوَّعَ
خَيْرًا
فَهُوَ
خَيْرٌ لَهُ
وَأَنْ تَصُومُوا
خَيْرٌ
لَكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
184
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan
yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di
negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan
itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka
(wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada
hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur.
شَهْرُ
رَمَضَانَ
الَّذِي
أُنْزِلَ
فِيهِ الْقُرْآنُ
هُدًى
لِلنَّاسِ
وَبَيِّنَاتٍ
مِنَ الْهُدَى
وَالْفُرْقَانِ
فَمَنْ شَهِدَ
مِنْكُمُ الشَّهْرَ
فَلْيَصُمْهُ
وَمَنْ
كَانَ مَرِيضًا
أَوْ عَلَى
سَفَرٍ
فَعِدَّةٌ
مِنْ أَيَّامٍ
أُخَرَ
يُرِيدُ
اللَّهُ
بِكُمُ الْيُسْرَ
وَلا
يُرِيدُ
بِكُمُ
الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا
الْعِدَّةَ
وَلِتُكَبِّرُوا
اللَّهَ
عَلَى مَا
هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ
185
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang
yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu
berada dalam kebenaran.
وَإِذَا
سَأَلَكَ
عِبَادِي
عَنِّي
فَإِنِّي
قَرِيبٌ أُجِيبُ
دَعْوَةَ
الدَّاعِ
إِذَا
دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا
لِي
وَلْيُؤْمِنُوا
بِي لَعَلَّهُمْ
يَرْشُدُونَ
186
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur
dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun
adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat
menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu.
Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah
untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,
(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri`tikaf dalam
mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
أُحِلَّ
لَكُمْ
لَيْلَةَ
الصِّيَامِ
الرَّفَثُ
إِلَى نِسَائِكُمْ
هُنَّ
لِبَاسٌ
لَكُمْ
وَأَنْتُمْ
لِبَاسٌ
لَهُنَّ
عَلِمَ
اللَّهُ أَنَّكُمْ
كُنْتُمْ
تَخْتَانُونَ
أَنْفُسَكُمْ
فَتَابَ
عَلَيْكُمْ
وَعَفَا
عَنْكُمْ فَالآنَ
بَاشِرُوهُنَّ
وَابْتَغُوا
مَا كَتَبَ
اللَّهُ
لَكُمْ
وَكُلُوا
وَاشْرَبُوا
حَتَّى
يَتَبَيَّنَ
لَكُمُ
الْخَيْطُ
الأبْيَضُ
مِنَ
الْخَيْطِ
الأسْوَدِ
مِنَ الْفَجْرِ
ثُمَّ
أَتِمُّوا
الصِّيَامَ
إِلَى
اللَّيْلِ
وَلا
تُبَاشِرُوهُنَّ
وَأَنْتُمْ
عَاكِفُونَ
فِي
الْمَسَاجِدِ
تِلْكَ
حُدُودُ
اللَّهِ فَلا
تَقْرَبُوهَا
كَذَلِكَ
يُبَيِّنُ
اللَّهُ
آيَاتِهِ
لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ
يَتَّقُونَ
187
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain
di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)
harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.
وَلا
تَأْكُلُوا
أَمْوَالَكُمْ
بَيْنَكُمْ
بِالْبَاطِلِ
وَتُدْلُوا
بِهَا إِلَى
الْحُكَّامِ
لِتَأْكُلُوا
فَرِيقًا
مِنْ
أَمْوَالِ
النَّاسِ بِالإثْمِ
وَأَنْتُمْ
تَعْلَمُونَ
188
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah:
“Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadah)
haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan
tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke
rumah-rumah itu dari pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu
beruntung.
يَسْأَلُونَكَ
عَنِ
الأهِلَّةِ
قُلْ هِيَ
مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ
وَالْحَجِّ
وَلَيْسَ
الْبِرُّ بِأَنْ
تَأْتُوا
الْبُيُوتَ
مِنْ ظُهُورِهَا
وَلَكِنَّ
الْبِرَّ
مَنِ اتَّقَى
وَأْتُوا
الْبُيُوتَ
مِنْ
أَبْوَابِهَا
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُونَ
189
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu,
(tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak
menyukai orang-orang yang melampaui batas.
وَقَاتِلُوا
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ
وَلا
تَعْتَدُوا
إِنَّ اللَّهَ
لا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
190
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah
mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih
besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidilharam,
kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu
(di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang
kafir.
وَاقْتُلُوهُمْ
حَيْثُ
ثَقِفْتُمُوهُمْ
وَأَخْرِجُوهُمْ
مِنْ حَيْثُ
أَخْرَجُوكُمْ
وَالْفِتْنَةُ
أَشَدُّ
مِنَ
الْقَتْلِ
وَلا تُقَاتِلُوهُمْ
عِنْدَ
الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
حَتَّى
يُقَاتِلُوكُمْ
فِيهِ فَإِنْ
قَاتَلُوكُمْ
فَاقْتُلُوهُمْ
كَذَلِكَ جَزَاءُ
الْكَافِرِينَ
191
Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
فَإِنِ
انْتَهَوْا
فَإِنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
192
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan
(sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti
(dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap
orang-orang yang lalim.
وَقَاتِلُوهُمْ
حَتَّى لا
تَكُونَ
فِتْنَةٌ
وَيَكُونَ الدِّينُ
لِلَّهِ
فَإِنِ
انْتَهَوْا
فَلا عُدْوَانَ
إِلا عَلَى الظَّالِمِينَ
193
Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut
dihormati, berlaku hukum kisas. Oleh sebab itu barang siapa yang menyerang
kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah
kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
الشَّهْرُ
الْحَرَامُ
بِالشَّهْرِ
الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ
قِصَاصٌ
فَمَنِ
اعْتَدَى عَلَيْكُمْ
فَاعْتَدُوا
عَلَيْهِ
بِمِثْلِ مَا
اعْتَدَى
عَلَيْكُمْ
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
مَعَ الْمُتَّقِينَ
194
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah
kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
وَأَنْفِقُوا
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
وَلا تُلْقُوا
بِأَيْدِيكُمْ
إِلَى
التَّهْلُكَةِ
وَأَحْسِنُوا
إِنَّ
اللَّهَ
يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
195
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika
kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban
yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai
di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan
di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu:
berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman,
maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan
haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia
tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga
hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali.
Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah)
bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang
yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah
bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
وَأَتِمُّوا
الْحَجَّ
وَالْعُمْرَةَ
لِلَّهِ
فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ
فَمَا
اسْتَيْسَرَ
مِنَ الْهَدْيِ
وَلا
تَحْلِقُوا
رُءُوسَكُمْ
حَتَّى يَبْلُغَ
الْهَدْيُ
مَحِلَّهُ
فَمَنْ كَانَ
مِنْكُمْ
مَرِيضًا
أَوْ بِهِ
أَذًى مِنْ رَأْسِهِ
فَفِدْيَةٌ
مِنْ
صِيَامٍ
أَوْ صَدَقَةٍ
أَوْ نُسُكٍ
فَإِذَا
أَمِنْتُمْ فَمَنْ
تَمَتَّعَ
بِالْعُمْرَةِ
إِلَى الْحَجِّ
فَمَا
اسْتَيْسَرَ
مِنَ
الْهَدْيِ فَمَنْ
لَمْ يَجِدْ
فَصِيَامُ
ثَلاثَةِ
أَيَّامٍ
فِي الْحَجِّ
وَسَبْعَةٍ
إِذَا رَجَعْتُمْ
تِلْكَ
عَشَرَةٌ
كَامِلَةٌ
ذَلِكَ
لِمَنْ لَمْ
يَكُنْ
أَهْلُهُ
حَاضِرِي الْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
شَدِيدُ الْعِقَابِ
196
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa
yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak
boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan
haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah
mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa
dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
الْحَجُّ
أَشْهُرٌ
مَعْلُومَاتٌ
فَمَنْ فَرَضَ
فِيهِنَّ الْحَجَّ
فَلا رَفَثَ
وَلا
فُسُوقَ
وَلا جِدَالَ
فِي
الْحَجِّ
وَمَا
تَفْعَلُوا مِنْ
خَيْرٍ
يَعْلَمْهُ
اللَّهُ
وَتَزَوَّدُوا
فَإِنَّ
خَيْرَ
الزَّادِ
التَّقْوَى وَاتَّقُونِ
يَا أُولِي
الألْبَابِ
197
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan)
dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah
kepada Allah di Masy`arilharam. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah
sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu
benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
لَيْسَ
عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
أَنْ
تَبْتَغُوا
فَضْلا مِنْ رَبِّكُمْ
فَإِذَا
أَفَضْتُمْ
مِنْ عَرَفَاتٍ
فَاذْكُرُوا
اللَّهَ
عِنْدَ الْمَشْعَرِ
الْحَرَامِ
وَاذْكُرُوهُ
كَمَا
هَدَاكُمْ
وَإِنْ
كُنْتُمْ
مِنْ قَبْلِهِ
لَمِنَ
الضَّالِّينَ
198
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang
banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
ثُمَّ
أَفِيضُوا
مِنْ حَيْثُ
أَفَاضَ
النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا
اللَّهَ
إِنَّ
اللَّهَ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
199
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berzikirlah
(dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut
(membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berzikirlah lebih banyak
dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami,
berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang
menyenangkan) di akhirat.
فَإِذَا
قَضَيْتُمْ
مَنَاسِكَكُمْ
فَاذْكُرُوا
اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ
آبَاءَكُمْ
أَوْ
أَشَدَّ
ذِكْرًا
فَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ يَقُولُ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا
وَمَا لَهُ
فِي
الآخِرَةِ
مِنْ خَلاقٍ
200
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami
dari siksa neraka”.
وَمِنْهُمْ
مَنْ
يَقُولُ
رَبَّنَا
آتِنَا فِي
الدُّنْيَا حَسَنَةً
وَفِي
الآخِرَةِ
حَسَنَةً
وَقِنَا
عَذَابَ
النَّارِ
201
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang
mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
أُولَئِكَ
لَهُمْ
نَصِيبٌ
مِمَّا
كَسَبُوا
وَاللَّهُ سَرِيعُ
الْحِسَابِ
202
Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang
terbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua
hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan
keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi
orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu
akan dikumpulkan kepada-Nya.
وَاذْكُرُوا
اللَّهَ فِي
أَيَّامٍ
مَعْدُودَاتٍ
فَمَنْ تَعَجَّلَ
فِي
يَوْمَيْنِ
فَلا إِثْمَ
عَلَيْهِ
وَمَنْ
تَأَخَّرَ
فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ
لِمَنِ
اتَّقَى
وَاتَّقُوا
اللَّهَ وَاعْلَمُوا
أَنَّكُمْ
إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
203
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan
dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi
hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras.
وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يُعْجِبُكَ
قَوْلُهُ
فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا
وَيُشْهِدُ
اللَّهَ
عَلَى مَا
فِي
قَلْبِهِ
وَهُوَ
أَلَدُّ الْخِصَامِ
204
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk
mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak,
dan Allah tidak menyukai kebinasaan.
وَإِذَا
تَوَلَّى
سَعَى فِي
الأرْضِ
لِيُفْسِدَ
فِيهَا وَيُهْلِكَ
الْحَرْثَ
وَالنَّسْلَ
وَاللَّهُ
لا يُحِبُّ
الْفَسَادَ
205
Dan apabila dikatakan kepadanya:”Bertakwalah kepada Allah”,
bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah
(balasannya) neraka Jahanam. Dan sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal
yang seburuk-buruknya.
وَإِذَا
قِيلَ لَهُ
اتَّقِ
اللَّهَ
أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ
بِالإثْمِ
فَحَسْبُهُ
جَهَنَّمُ
وَلَبِئْسَ
الْمِهَادُ
206
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena
mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.
وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يَشْرِي
نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ
مَرْضَاةِ
اللَّهِ
وَاللَّهُ
رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
207
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
ادْخُلُوا
فِي
السِّلْمِ كَافَّةً
وَلا
تَتَّبِعُوا
خُطُوَاتِ
الشَّيْطَانِ
إِنَّهُ
لَكُمْ
عَدُوٌّ مُبِينٌ
208
Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang
kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijaksana.
فَإِنْ
زَلَلْتُمْ
مِنْ بَعْدِ
مَا جَاءَتْكُمُ
الْبَيِّنَاتُ
فَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
209
Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan
malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya.
Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan
هَلْ
يَنْظُرُونَ
إِلا أَنْ
يَأْتِيَهُمُ
اللَّهُ فِي ظُلَلٍ
مِنَ
الْغَمَامِ
وَالْمَلائِكَةُ
وَقُضِيَ
الأمْرُ
وَإِلَى اللَّهِ
تُرْجَعُ الأمُورُ
210
Tanyakanlah kepada Bani Israel: “Berapa banyaknya
tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada
mereka”. Dan barang siapa yang menukar ni`mat Allah setelah datang
nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya.
سَلْ
بَنِي
إِسْرَائِيلَ
كَمْ
آتَيْنَاهُمْ
مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ
وَمَنْ
يُبَدِّلْ
نِعْمَةَ
اللَّهِ
مِنْ بَعْدِ
مَا
جَاءَتْهُ
فَإِنَّ اللَّهَ
شَدِيدُ
الْعِقَابِ
211
Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang
kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal
orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan
Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
زُيِّنَ
لِلَّذِينَ
كَفَرُوا الْحَيَاةُ
الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ
مِنَ
الَّذِينَ
آمَنُوا وَالَّذِينَ
اتَّقَوْا
فَوْقَهُمْ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ
وَاللَّهُ
يَرْزُقُ
مَنْ يَشَاءُ
بِغَيْرِ
حِسَابٍ
212
Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan),
maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi
peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk
memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka
perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang
telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka
keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka
Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal
yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi
petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.
كَانَ
النَّاسُ
أُمَّةً
وَاحِدَةً
فَبَعَثَ
اللَّهُ النَّبِيِّينَ
مُبَشِّرِينَ
وَمُنْذِرِينَ
وَأَنْزَلَ
مَعَهُمُ
الْكِتَابَ بِالْحَقِّ
لِيَحْكُمَ
بَيْنَ
النَّاسِ فِيمَا
اخْتَلَفُوا
فِيهِ وَمَا
اخْتَلَفَ فِيهِ
إِلا
الَّذِينَ
أُوتُوهُ
مِنْ بَعْدِ
مَا
جَاءَتْهُمُ
الْبَيِّنَاتُ
بَغْيًا بَيْنَهُمْ
فَهَدَى
اللَّهُ
الَّذِينَ
آمَنُوا
لِمَا
اخْتَلَفُوا
فِيهِ مِنَ الْحَقِّ
بِإِذْنِهِ
وَاللَّهُ
يَهْدِي
مَنْ يَشَاءُ
إِلَى
صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
213
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum
datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu?
Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan
bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman
bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah,
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
أَمْ
حَسِبْتُمْ
أَنْ
تَدْخُلُوا
الْجَنَّةَ
وَلَمَّا يَأْتِكُمْ
مَثَلُ
الَّذِينَ
خَلَوْا مِنْ
قَبْلِكُمْ
مَسَّتْهُمُ
الْبَأْسَاءُ
وَالضَّرَّاءُ
وَزُلْزِلُوا
حَتَّى يَقُولَ
الرَّسُولُ
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ مَتَى
نَصْرُ
اللَّهِ
أَلا إِنَّ
نَصْرَ
اللَّهِ
قَرِيبٌ
214
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan.
Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada
ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang
yang sedang dalam perjalanan.” Dan apa saja kebajikan yang kamu buat,
maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
يَسْأَلُونَكَ
مَاذَا
يُنْفِقُونَ
قُلْ مَا
أَنْفَقْتُمْ
مِنْ خَيْرٍ
فَلِلْوَالِدَيْنِ
وَالأقْرَبِينَ
وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ
وَابْنِ
السَّبِيلِ
وَمَا
تَفْعَلُوا
مِنْ خَيْرٍ
فَإِنَّ
اللَّهَ
بِهِ عَلِيمٌ
215
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah
sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat
buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
كُتِبَ
عَلَيْكُمُ
الْقِتَالُ
وَهُوَ كُرْهٌ
لَكُمْ وَعَسَى
أَنْ
تَكْرَهُوا
شَيْئًا
وَهُوَ خَيْرٌ
لَكُمْ
وَعَسَى
أَنْ
تُحِبُّوا شَيْئًا
وَهُوَ
شَرٌّ لَكُمْ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ
وَأَنْتُمْ
لا تَعْلَمُونَ
216
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram.
Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi
menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi
masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar
(dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada
membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat)
mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka
sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati
dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di
akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
يَسْأَلُونَكَ
عَنِ
الشَّهْرِ
الْحَرَامِ
قِتَالٍ
فِيهِ قُلْ
قِتَالٌ
فِيهِ
كَبِيرٌ
وَصَدٌّ
عَنْ سَبِيلِ
اللَّهِ
وَكُفْرٌ
بِهِ وَالْمَسْجِدِ
الْحَرَامِ
وَإِخْرَاجُ
أَهْلِهِ
مِنْهُ
أَكْبَرُ
عِنْدَ
اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ
أَكْبَرُ
مِنَ
الْقَتْلِ وَلا
يَزَالُونَ
يُقَاتِلُونَكُمْ
حَتَّى يَرُدُّوكُمْ
عَنْ
دِينِكُمْ
إِنِ اسْتَطَاعُوا
وَمَنْ
يَرْتَدِدْ
مِنْكُمْ
عَنْ دِينِهِ
فَيَمُتْ
وَهُوَ
كَافِرٌ
فَأُولَئِكَ
حَبِطَتْ
أَعْمَالُهُمْ
فِي الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ
وَأُولَئِكَ
أَصْحَابُ
النَّارِ
هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
217
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang
berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah,
dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَالَّذِينَ
هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
أُولَئِكَ
يَرْجُونَ
رَحْمَةَ
اللَّهِ
وَاللَّهُ غَفُورٌ
رَحِيمٌ
218
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:
“Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi
manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka
bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih
dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu
supaya kamu berpikir,
يَسْأَلُونَكَ
عَنِ
الْخَمْرِ
وَالْمَيْسِرِ
قُلْ فِيهِمَا
إِثْمٌ
كَبِيرٌ
وَمَنَافِعُ
لِلنَّاسِ
وَإِثْمُهُمَا
أَكْبَرُ
مِنْ نَفْعِهِمَا
وَيَسْأَلُونَكَ
مَاذَا يُنْفِقُونَ
قُلِ
الْعَفْوَ
كَذَلِكَ
يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمُ
الآيَاتِ
لَعَلَّكُمْ
تَتَفَكَّرُونَ
219
tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang
anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah
baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui
siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika Allah
menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
فِي
الدُّنْيَا
وَالآخِرَةِ
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنِ الْيَتَامَى
قُلْ
إِصْلاحٌ
لَهُمْ
خَيْرٌ وَإِنْ
تُخَالِطُوهُمْ
فَإِخْوَانُكُمْ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ
الْمُفْسِدَ
مِنَ الْمُصْلِحِ
وَلَوْ
شَاءَ
اللَّهُ لأعْنَتَكُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
220
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka
beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita
musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan
orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia
menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan
ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
(perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
وَلا
تَنْكِحُوا
الْمُشْرِكَاتِ
حَتَّى
يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ
مُؤْمِنَةٌ
خَيْرٌ مِنْ
مُشْرِكَةٍ
وَلَوْ
أَعْجَبَتْكُمْ
وَلا
تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ
حَتَّى
يُؤْمِنُوا
وَلَعَبْدٌ
مُؤْمِنٌ
خَيْرٌ مِنْ
مُشْرِكٍ
وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ
أُولَئِكَ
يَدْعُونَ
إِلَى النَّارِ
وَاللَّهُ
يَدْعُو
إِلَى الْجَنَّةِ
وَالْمَغْفِرَةِ
بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ
آيَاتِهِ
لِلنَّاسِ
لَعَلَّهُمْ
يَتَذَكَّرُونَ
221
Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu
adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari
wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka
suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang
diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang
tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
وَيَسْأَلُونَكَ
عَنِ
الْمَحِيضِ
قُلْ هُوَ
أَذًى فَاعْتَزِلُوا
النِّسَاءَ
فِي
الْمَحِيضِ
وَلا
تَقْرَبُوهُنَّ
حَتَّى
يَطْهُرْنَ فَإِذَا
تَطَهَّرْنَ
فَأْتُوهُنَّ
مِنْ حَيْثُ
أَمَرَكُمُ
اللَّهُ
إِنَّ
اللَّهَ يُحِبُّ
التَّوَّابِينَ
وَيُحِبُّ
الْمُتَطَهِّرِينَ
222
Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam,
maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu
kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah
kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah
kabar gembira orang-orang yang beriman.
نِسَاؤُكُمْ
حَرْثٌ
لَكُمْ
فَأْتُوا
حَرْثَكُمْ
أَنَّى شِئْتُمْ
وَقَدِّمُوا
لأنْفُسِكُمْ
وَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّكُمْ مُلاقُوهُ
وَبَشِّرِ
الْمُؤْمِنِينَ
223
Janganlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai
penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara
manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَلا
تَجْعَلُوا
اللَّهَ
عُرْضَةً
لأيْمَانِكُمْ
أَنْ تَبَرُّوا
وَتَتَّقُوا
وَتُصْلِحُوا
بَيْنَ
النَّاسِ
وَاللَّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ
224
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud
(untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang
disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyantun.
لا
يُؤَاخِذُكُمُ
اللَّهُ
بِاللَّغْوِ
فِي
أَيْمَانِكُمْ
وَلَكِنْ
يُؤَاخِذُكُمْ
بِمَا
كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ
وَاللَّهُ
غَفُورٌ حَلِيمٌ
225
Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya diberi tangguh
empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
لِلَّذِينَ
يُؤْلُونَ
مِنْ
نِسَائِهِمْ
تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ
أَشْهُرٍ
فَإِنْ
فَاءُوا
فَإِنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ
رَحِيمٌ
226
Dan jika mereka berazam (bertetap hati untuk) talak, maka sesungguhnya
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَإِنْ
عَزَمُوا
الطَّلاقَ
فَإِنَّ
اللَّهَ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ
227
Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu)
tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah
dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan
suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka (para
suami) itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang
dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami
mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.
وَالْمُطَلَّقَاتُ
يَتَرَبَّصْنَ
بِأَنْفُسِهِنَّ
ثَلاثَةَ
قُرُوءٍ
وَلا يَحِلُّ
لَهُنَّ
أَنْ
يَكْتُمْنَ
مَا خَلَقَ
اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ
إِنْ كُنَّ
يُؤْمِنَّ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ وَبُعُولَتُهُنَّ
أَحَقُّ
بِرَدِّهِنَّ
فِي ذَلِكَ
إِنْ
أَرَادُوا
إِصْلاحًا وَلَهُنَّ
مِثْلُ
الَّذِي
عَلَيْهِنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
وَلِلرِّجَالِ
عَلَيْهِنَّ
دَرَجَةٌ
وَاللَّهُ
عَزِيزٌ حَكِيمٌ
228
Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk
lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak
halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada
mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan
hukum-hukum Allah. Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak
dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya
tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah
hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang
melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang lalim.
الطَّلاقُ
مَرَّتَانِ
فَإِمْسَاكٌ
بِمَعْرُوفٍ
أَوْ تَسْرِيحٌ
بِإِحْسَانٍ
وَلا
يَحِلُّ
لَكُمْ أَنْ
تَأْخُذُوا
مِمَّا
آتَيْتُمُوهُنَّ
شَيْئًا
إِلا أَنْ
يَخَافَا
أَلا
يُقِيمَا حُدُودَ
اللَّهِ
فَإِنْ
خِفْتُمْ
أَلا يُقِيمَا
حُدُودَ
اللَّهِ
فَلا
جُنَاحَ عَلَيْهِمَا
فِيمَا
افْتَدَتْ
بِهِ تِلْكَ حُدُودُ
اللَّهِ فَلا
تَعْتَدُوهَا
وَمَنْ
يَتَعَدَّ
حُدُودَ
اللَّهِ
فَأُولَئِكَ
هُمُ
الظَّالِمُونَ
229
Kemudian jika si suami menlalaknya (sesudah talak yang kedua),
maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami
yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada
dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika
keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah
hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.
فَإِنْ
طَلَّقَهَا
فَلا
تَحِلُّ
لَهُ مِنْ بَعْدُ
حَتَّى تَنْكِحَ
زَوْجًا
غَيْرَهُ
فَإِنْ
طَلَّقَهَا
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا
أَنْ يَتَرَاجَعَا
إِنْ ظَنَّا
أَنْ
يُقِيمَا حُدُودَ
اللَّهِ
وَتِلْكَ
حُدُودُ
اللَّهِ يُبَيِّنُهَا
لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
230
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir
idahnya, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah
mereka dengan cara yang makruf (pula). Janganlah kamu rujuki mereka untuk
memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang
siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat lalim terhadap dirinya
sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah sebagai permainan. Dan
ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu
yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan Al Hikmah (As Sunah). Allah memberi pengajaran
kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada Allah
serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
وَإِذَا
طَلَّقْتُمُ
النِّسَاءَ
فَبَلَغْنَ
أَجَلَهُنَّ
فَأَمْسِكُوهُنَّ
بِمَعْرُوفٍ
أَوْ سَرِّحُوهُنَّ
بِمَعْرُوفٍ
وَلا
تُمْسِكُوهُنَّ
ضِرَارًا
لِتَعْتَدُوا
وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَلِكَ
فَقَدْ
ظَلَمَ
نَفْسَهُ
وَلا تَتَّخِذُوا
آيَاتِ
اللَّهِ
هُزُوًا
وَاذْكُرُوا
نِعْمَةَ
اللَّهِ
عَلَيْكُمْ
وَمَا أَنْزَلَ
عَلَيْكُمْ
مِنَ
الْكِتَابِ
وَالْحِكْمَةِ
يَعِظُكُمْ
بِهِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
بِكُلِّ
شَيْءٍ
عَلِيمٌ
231
Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka
janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal
suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang
makruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara
kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci.
Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
وَإِذَا
طَلَّقْتُمُ
النِّسَاءَ
فَبَلَغْنَ
أَجَلَهُنَّ
فَلا
تَعْضُلُوهُنَّ
أَنْ
يَنْكِحْنَ
أَزْوَاجَهُنَّ
إِذَا
تَرَاضَوْا
بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ
ذَلِكَ
يُوعَظُ
بِهِ مَنْ
كَانَ
مِنْكُمْ
يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
ذَلِكُمْ
أَزْكَى لَكُمْ
وَأَطْهَرُ
وَاللَّهُ
يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ
لا
تَعْلَمُونَ
232
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun
penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah
memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang
tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu
menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya,
dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum
dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa
atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka
tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut.
Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan.
وَالْوَالِدَاتُ
يُرْضِعْنَ
أَوْلادَهُنَّ
حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ
لِمَنْ
أَرَادَ
أَنْ
يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ
وَعَلَى
الْمَوْلُودِ
لَهُ رِزْقُهُنَّ
وَكِسْوَتُهُنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
لا
تُكَلَّفُ
نَفْسٌ إِلا
وُسْعَهَا لا
تُضَارَّ
وَالِدَةٌ
بِوَلَدِهَا
وَلا مَوْلُودٌ
لَهُ
بِوَلَدِهِ
وَعَلَى
الْوَارِثِ مِثْلُ
ذَلِكَ
فَإِنْ
أَرَادَا
فِصَالا عَنْ
تَرَاضٍ
مِنْهُمَا
وَتَشَاوُرٍ
فَلا جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا
وَإِنْ
أَرَدْتُمْ
أَنْ
تَسْتَرْضِعُوا
أَوْلادَكُمْ
فَلا جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
إِذَا
سَلَّمْتُمْ
مَا
آتَيْتُمْ
بِالْمَعْرُوفِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
بِمَا تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
233
Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan
istri-istri (hendaklah para istri itu) menangguhkan dirinya (beridah) empat
bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa
bagimu (para wali) membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut
yang patut. Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
وَالَّذِينَ
يُتَوَفَّوْنَ
مِنْكُمْ
وَيَذَرُونَ
أَزْوَاجًا
يَتَرَبَّصْنَ
بِأَنْفُسِهِنَّ
أَرْبَعَةَ
أَشْهُرٍ
وَعَشْرًا
فَإِذَا بَلَغْنَ
أَجَلَهُنَّ
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
فِيمَا
فَعَلْنَ
فِي
أَنْفُسِهِنَّ
بِالْمَعْرُوفِ
وَاللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
234
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan
sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu.
Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu
janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali
sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu
berazam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan
ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka
takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyantun.
وَلا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
فِيمَا
عَرَّضْتُمْ
بِهِ مِنْ خِطْبَةِ
النِّسَاءِ
أَوْ أَكْنَنْتُمْ
فِي
أَنْفُسِكُمْ
عَلِمَ اللَّهُ
أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ
وَلَكِنْ لا
تُوَاعِدُوهُنَّ
سِرًّا إِلا
أَنْ
تَقُولُوا
قَوْلا مَعْرُوفًا
وَلا
تَعْزِمُوا
عُقْدَةَ
النِّكَاحِ
حَتَّى
يَبْلُغَ
الْكِتَابُ أَجَلَهُ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
يَعْلَمُ مَا
فِي
أَنْفُسِكُمْ
فَاحْذَرُوهُ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ
اللَّهَ
غَفُورٌ
حَلِيمٌ
235
Tidak ada kewajiban membayar (mahar) atas kamu, jika kamu
menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum
kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut-ah (pemberian)
kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin
menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang
demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.
لا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ
إِنْ
طَلَّقْتُمُ
النِّسَاءَ
مَا لَمْ
تَمَسُّوهُنَّ
أَوْ
تَفْرِضُوا
لَهُنَّ
فَرِيضَةً
وَمَتِّعُوهُنَّ
عَلَى الْمُوسِعِ
قَدَرُهُ
وَعَلَى
الْمُقْتِرِ
قَدَرُهُ
مَتَاعًا
بِالْمَعْرُوفِ
حَقًّا عَلَى
الْمُحْسِنِينَ
236
Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur
dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka
bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu
itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan
pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan
keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang
kamu kerjakan.
وَإِنْ
طَلَّقْتُمُوهُنَّ
مِنْ قَبْلِ
أَنْ تَمَسُّوهُنَّ
وَقَدْ
فَرَضْتُمْ
لَهُنَّ
فَرِيضَةً
فَنِصْفُ
مَا
فَرَضْتُمْ
إِلا أَنْ
يَعْفُونَ
أَوْ
يَعْفُوَ
الَّذِي بِيَدِهِ
عُقْدَةُ
النِّكَاحِ
وَأَنْ تَعْفُوا
أَقْرَبُ
لِلتَّقْوَى
وَلا تَنْسَوُا
الْفَضْلَ
بَيْنَكُمْ
إِنَّ
اللَّهَ بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
237
Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa.
Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.
حَافِظُوا
عَلَى
الصَّلَوَاتِ
وَالصَّلاةِ
الْوُسْطَى وَقُومُوا
لِلَّهِ
قَانِتِينَ
238
Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka salatlah sambil
berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah
Allah (salatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang
belum kamu ketahui.
فَإِنْ
خِفْتُمْ
فَرِجَالا
أَوْ
رُكْبَانًا
فَإِذَا أَمِنْتُمْ
فَاذْكُرُوا
اللَّهَ
كَمَا عَلَّمَكُمْ
مَا لَمْ
تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
239
Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan
meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, (yaitu) diberi
nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah (dari rumahnya).
Akan tetapi jika mereka pindah (sendiri), maka tidak ada dosa bagimu (wali
atau waris dari yang meninggal) membiarkan mereka berbuat yang makruf
terhadap diri mereka. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَالَّذِينَ
يُتَوَفَّوْنَ
مِنْكُمْ
وَيَذَرُونَ
أَزْوَاجًا
وَصِيَّةً
لأزْوَاجِهِمْ
مَتَاعًا
إِلَى
الْحَوْلِ
غَيْرَ
إِخْرَاجٍ فَإِنْ
خَرَجْنَ
فَلا
جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ فِي
مَا
فَعَلْنَ
فِي
أَنْفُسِهِنَّ
مِنْ مَعْرُوفٍ
وَاللَّهُ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
240
Kepada wanita-wanita yang diceraikan (hendaklah diberikan oleh
suaminya) mut`ah menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi
orang-orang yang takwa.
وَلِلْمُطَلَّقَاتِ
مَتَاعٌ
بِالْمَعْرُوفِ
حَقًّا
عَلَى الْمُتَّقِينَ
241
Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya
(hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.
كَذَلِكَ
يُبَيِّنُ
اللَّهُ
لَكُمْ
آيَاتِهِ
لَعَلَّكُمْ
تَعْقِلُونَ
242
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar dari
kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut
mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian
Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap
manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِينَ
خَرَجُوا
مِنْ
دِيَارِهِمْ
وَهُمْ
أُلُوفٌ
حَذَرَ
الْمَوْتِ
فَقَالَ لَهُمُ
اللَّهُ
مُوتُوا
ثُمَّ
أَحْيَاهُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
لَذُو
فَضْلٍ
عَلَى
النَّاسِ
وَلَكِنَّ
أَكْثَرَ
النَّاسِ لا يَشْكُرُونَ
243
Dan berperanglah kamu sekalian di jalan Allah, dan ketahuilah
sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
وَقَاتِلُوا
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ اللَّهَ
سَمِيعٌ
عَلِيمٌ
244
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang
baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan
pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan
dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
مَنْ
ذَا الَّذِي
يُقْرِضُ
اللَّهَ
قَرْضًا
حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ
لَهُ
أَضْعَافًا
كَثِيرَةً
وَاللَّهُ
يَقْبِضُ
وَيَبْسُطُ
وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
245
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israel
sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka:
“Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah
pimpinannya) di jalan Allah”. Nabi mereka menjawab: “Mungkin sekali
jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang.” Mereka
menjawab: “Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal
sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak
kami?” Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun
berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha
mengetahui orang-orang yang lalim.
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الْمَلإ
مِنْ بَنِي
إِسْرَائِيلَ
مِنْ بَعْدِ
مُوسَى إِذْ
قَالُوا
لِنَبِيٍّ
لَهُمُ
ابْعَثْ
لَنَا
مَلِكًا
نُقَاتِلْ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ
قَالَ هَلْ
عَسَيْتُمْ
إِنْ كُتِبَ
عَلَيْكُمُ
الْقِتَالُ
أَلا تُقَاتِلُوا
قَالُوا
وَمَا لَنَا
أَلا
نُقَاتِلَ
فِي سَبِيلِ
اللَّهِ وَقَدْ
أُخْرِجْنَا
مِنْ
دِيَارِنَا
وَأَبْنَائِنَا
فَلَمَّا
كُتِبَ
عَلَيْهِمُ
الْقِتَالُ تَوَلَّوْا
إِلا
قَلِيلا
مِنْهُمْ
وَاللَّهُ
عَلِيمٌ
بِالظَّالِمِينَ
246
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah
telah mengangkat Thalut menjadi rajamu”. Mereka menjawab:
“Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak
mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang dia pun tidak diberi kekayaan
yang banyak?” (Nabi mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah
memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang
perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
وَقَالَ
لَهُمْ
نَبِيُّهُمْ
إِنَّ
اللَّهَ
قَدْ بَعَثَ لَكُمْ
طَالُوتَ
مَلِكًا
قَالُوا
أَنَّى يَكُونُ
لَهُ
الْمُلْكُ
عَلَيْنَا
وَنَحْنُ أَحَقُّ
بِالْمُلْكِ
مِنْهُ
وَلَمْ
يُؤْتَ
سَعَةً مِنَ
الْمَالِ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ
اصْطَفَاهُ
عَلَيْكُمْ
وَزَادَهُ
بَسْطَةً
فِي
الْعِلْمِ
وَالْجِسْمِ
وَاللَّهُ
يُؤْتِي
مُلْكَهُ
مَنْ
يَشَاءُ
وَاللَّهُ
وَاسِعٌ
عَلِيمٌ
247
Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya
tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya
terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan
keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
وَقَالَ
لَهُمْ
نَبِيُّهُمْ
إِنَّ آيَةَ
مُلْكِهِ
أَنْ يَأْتِيَكُمُ
التَّابُوتُ
فِيهِ
سَكِينَةٌ
مِنْ رَبِّكُمْ
وَبَقِيَّةٌ
مِمَّا تَرَكَ
آلُ مُوسَى
وَآلُ
هَارُونَ
تَحْمِلُهُ
الْمَلائِكَةُ
إِنَّ فِي
ذَلِكَ لآيَةً
لَكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
248
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata:
“Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di
antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada
meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.”
Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka
tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi
sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan
kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang
meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi
golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin
Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
فَلَمَّا
فَصَلَ
طَالُوتُ
بِالْجُنُودِ
قَالَ إِنَّ اللَّهَ
مُبْتَلِيكُمْ
بِنَهَرٍ
فَمَنْ شَرِبَ
مِنْهُ
فَلَيْسَ
مِنِّي
وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ
فَإِنَّهُ
مِنِّي إِلا
مَنِ اغْتَرَفَ
غُرْفَةً
بِيَدِهِ
فَشَرِبُوا مِنْهُ
إِلا
قَلِيلا
مِنْهُمْ
فَلَمَّا جَاوَزَهُ
هُوَ
وَالَّذِينَ
آمَنُوا
مَعَهُ قَالُوا
لا طَاقَةَ
لَنَا
الْيَوْمَ
بِجَالُوتَ
وَجُنُودِهِ
قَالَ
الَّذِينَ يَظُنُّونَ
أَنَّهُمْ
مُلاقُو
اللَّهِ كَمْ
مِنْ فِئَةٍ
قَلِيلَةٍ
غَلَبَتْ
فِئَةً كَثِيرَةً
بِإِذْنِ
اللَّهِ
وَاللَّهُ
مَعَ
الصَّابِرِينَ
249
Tatkala mereka nampak oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun
(Thalut dan tentaranya) berdo`a: “Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran
atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap
orang-orang kafir”.
وَلَمَّا
بَرَزُوا
لِجَالُوتَ
وَجُنُودِهِ
قَالُوا رَبَّنَا
أَفْرِغْ
عَلَيْنَا
صَبْرًا
وَثَبِّتْ
أَقْدَامَنَا
وَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
250
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin
Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan
kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan
mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak
menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti
rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas
semesta alam.
فَهَزَمُوهُمْ
بِإِذْنِ
اللَّهِ
وَقَتَلَ
دَاوُدُ جَالُوتَ
وَآتَاهُ
اللَّهُ
الْمُلْكَ
وَالْحِكْمَةَ
وَعَلَّمَهُ
مِمَّا
يَشَاءُ وَلَوْلا
دَفْعُ
اللَّهِ
النَّاسَ
بَعْضَهُمْ
بِبَعْضٍ
لَفَسَدَتِ
الأرْضُ وَلَكِنَّ
اللَّهَ ذُو
فَضْلٍ
عَلَى الْعَالَمِينَ
251
Itu adalah ayat-ayat Allah. Kami bacakan kepadamu dengan hak
(benar) dan sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi
yang diutus.
تِلْكَ
آيَاتُ
اللَّهِ
نَتْلُوهَا
عَلَيْكَ
بِالْحَقِّ وَإِنَّكَ
لَمِنَ
الْمُرْسَلِينَ
252
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang
lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan
sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada
Isa putera Maryam beberapa mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul
Qudus. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan
orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada
mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di
antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir.
Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi
Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.
تِلْكَ
الرُّسُلُ
فَضَّلْنَا
بَعْضَهُمْ عَلَى
بَعْضٍ مِنْهُمْ
مَنْ
كَلَّمَ
اللَّهُ
وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ
دَرَجَاتٍ
وَآتَيْنَا
عِيسَى ابْنَ
مَرْيَمَ
الْبَيِّنَاتِ
وَأَيَّدْنَاهُ
بِرُوحِ
الْقُدُسِ
وَلَوْ
شَاءَ اللَّهُ
مَا
اقْتَتَلَ
الَّذِينَ
مِنْ بَعْدِهِمْ
مِنْ بَعْدِ
مَا
جَاءَتْهُمُ
الْبَيِّنَاتُ
وَلَكِنِ
اخْتَلَفُوا
فَمِنْهُمْ
مَنْ آمَنَ
وَمِنْهُمْ
مَنْ كَفَرَ وَلَوْ
شَاءَ
اللَّهُ مَا
اقْتَتَلُوا
وَلَكِنَّ
اللَّهَ
يَفْعَلُ
مَا يُرِيدُ
253
Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah)
sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari
yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan
yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah
orang-orang yang lalim.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
أَنْفِقُوا
مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ
مِنْ قَبْلِ
أَنْ
يَأْتِيَ يَوْمٌ
لا بَيْعٌ
فِيهِ وَلا
خُلَّةٌ
وَلا شَفَاعَةٌ
وَالْكَافِرُونَ
هُمُ
الظَّالِمُونَ
254
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang
Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan
tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat
memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang
di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa
dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi
langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah
Maha Tinggi lagi Maha Besar.
اللَّهُ
لا إِلَهَ إِلا
هُوَ
الْحَيُّ
الْقَيُّومُ
لا تَأْخُذُهُ
سِنَةٌ وَلا
نَوْمٌ لَهُ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي
الأرْضِ
مَنْ ذَا
الَّذِي
يَشْفَعُ
عِنْدَهُ
إِلا بِإِذْنِهِ
يَعْلَمُ
مَا بَيْنَ
أَيْدِيهِمْ
وَمَا
خَلْفَهُمْ
وَلا
يُحِيطُونَ
بِشَيْءٍ
مِنْ
عِلْمِهِ
إِلا بِمَا
شَاءَ
وَسِعَ كُرْسِيُّهُ
السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ
وَلا
يَئُودُهُ
حِفْظُهُمَا
وَهُوَ
الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
255
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya
telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang
siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya
ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
لا
إِكْرَاهَ
فِي
الدِّينِ
قَدْ
تَبَيَّنَ الرُّشْدُ
مِنَ
الْغَيِّ
فَمَنْ
يَكْفُرْ
بِالطَّاغُوتِ
وَيُؤْمِنْ
بِاللَّهِ
فَقَدِ اسْتَمْسَكَ
بِالْعُرْوَةِ
الْوُثْقَى
لا
انْفِصَامَ
لَهَا
وَاللَّهُ
سَمِيعٌ عَلِيمٌ
256
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan
mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang
kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari
cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.
اللَّهُ
وَلِيُّ
الَّذِينَ
آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ
مِنَ الظُّلُمَاتِ
إِلَى
النُّورِ
وَالَّذِينَ
كَفَرُوا
أَوْلِيَاؤُهُمُ
الطَّاغُوتُ
يُخْرِجُونَهُمْ
مِنَ
النُّورِ
إِلَى الظُّلُمَاتِ
أُولَئِكَ
أَصْحَابُ
النَّارِ هُمْ
فِيهَا
خَالِدُونَ
257
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim
tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu
pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang
menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat
menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah
menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu
heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang lalim.
أَلَمْ
تَرَ إِلَى
الَّذِي
حَاجَّ
إِبْرَاهِيمَ
فِي رَبِّهِ
أَنْ آتَاهُ
اللَّهُ
الْمُلْكَ
إِذْ قَالَ
إِبْرَاهِيمُ
رَبِّيَ
الَّذِي يُحْيِي
وَيُمِيتُ
قَالَ أَنَا
أُحْيِي وَأُمِيتُ
قَالَ
إِبْرَاهِيمُ
فَإِنَّ اللَّهَ
يَأْتِي
بِالشَّمْسِ
مِنَ الْمَشْرِقِ
فَأْتِ
بِهَا مِنَ
الْمَغْرِبِ
فَبُهِتَ
الَّذِي
كَفَرَ
وَاللَّهُ
لا يَهْدِي
الْقَوْمَ
الظَّالِمِينَ
258
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu
negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata:
“Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?”
Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya
kembali. Allah bertanya: “Berapa lama kamu tinggal di sini?” Ia
menjawab: “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari”.
Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun
lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan
lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan
menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang
belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami
membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya
(bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: “Saya
yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
أَوْ
كَالَّذِي
مَرَّ عَلَى
قَرْيَةٍ
وَهِيَ
خَاوِيَةٌ عَلَى
عُرُوشِهَا
قَالَ
أَنَّى
يُحْيِي هَذِهِ
اللَّهُ
بَعْدَ
مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ
اللَّهُ
مِائَةَ
عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ
قَالَ كَمْ
لَبِثْتَ
قَالَ لَبِثْتُ
يَوْمًا
أَوْ بَعْضَ
يَوْمٍ قَالَ
بَلْ
لَبِثْتَ
مِائَةَ
عَامٍ
فَانْظُرْ إِلَى
طَعَامِكَ
وَشَرَابِكَ
لَمْ
يَتَسَنَّهْ
وَانْظُرْ
إِلَى
حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ
آيَةً
لِلنَّاسِ
وَانْظُرْ
إِلَى
الْعِظَامِ
كَيْفَ
نُنْشِزُهَا
ثُمَّ
نَكْسُوهَا
لَحْمًا
فَلَمَّا
تَبَيَّنَ
لَهُ قَالَ
أَعْلَمُ
أَنَّ
اللَّهَ عَلَى
كُلِّ
شَيْءٍ
قَدِيرٌ
259
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku,
perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati”. Allah
berfirman: “Belum yakinkah kamu?”. Ibrahim menjawab: “Aku
telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan
imanku)”. Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor
burung, lalu cingcanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu
letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu,
kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan
segera”. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
وَإِذْ
قَالَ
إِبْرَاهِيمُ
رَبِّ
أَرِنِي كَيْفَ
تُحْيِ الْمَوْتَى
قَالَ
أَوَلَمْ
تُؤْمِنْ
قَالَ بَلَى
وَلَكِنْ
لِيَطْمَئِنَّ
قَلْبِي قَالَ
فَخُذْ
أَرْبَعَةً
مِنَ
الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ
إِلَيْكَ
ثُمَّ
اجْعَلْ
عَلَى كُلِّ
جَبَلٍ
مِنْهُنَّ
جُزْءًا
ثُمَّ ادْعُهُنَّ
يَأْتِينَكَ
سَعْيًا
وَاعْلَمْ أَنَّ
اللَّهَ
عَزِيزٌ
حَكِيمٌ
260
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat
gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
مَثَلُ
الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ
كَمَثَلِ
حَبَّةٍ
أَنْبَتَتْ
سَبْعَ
سَنَابِلَ
فِي كُلِّ
سُنْبُلَةٍ مِائَةُ
حَبَّةٍ
وَاللَّهُ
يُضَاعِفُ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَاللَّهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ
261
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian
mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut
pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka
memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka
dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ
ثُمَّ لا
يُتْبِعُونَ
مَا أَنْفَقُوا
مَنًّا وَلا
أَذًى
لَهُمْ
أَجْرُهُمْ عِنْدَ
رَبِّهِمْ
وَلا خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ وَلا
هُمْ
يَحْزَنُونَ
262
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah
yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah
Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
قَوْلٌ
مَعْرُوفٌ
وَمَغْفِرَةٌ
خَيْرٌ مِنْ
صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا
أَذًى
وَاللَّهُ
غَنِيٌّ
حَلِيمٌ
263
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),
seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia
tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu
seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan
lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai
sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang kafir.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا لا
تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ
بِالْمَنِّ
وَالأذَى
كَالَّذِي
يُنْفِقُ
مَالَهُ
رِئَاءَ
النَّاسِ وَلا
يُؤْمِنُ
بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ
الآخِرِ
فَمَثَلُهُ
كَمَثَلِ
صَفْوَانٍ عَلَيْهِ
تُرَابٌ
فَأَصَابَهُ
وَابِلٌ
فَتَرَكَهُ
صَلْدًا لا
يَقْدِرُونَ
عَلَى شَيْءٍ
مِمَّا
كَسَبُوا
وَاللَّهُ
لا يَهْدِي
الْقَوْمَ
الْكَافِرِينَ
264
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena
mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun
yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu
menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya,
maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
وَمَثَلُ
الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمُ
ابْتِغَاءَ
مَرْضَاةِ
اللَّهِ
وَتَثْبِيتًا
مِنْ
أَنْفُسِهِمْ
كَمَثَلِ
جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ
أَصَابَهَا
وَابِلٌ
فَآتَتْ أُكُلَهَا
ضِعْفَيْنِ
فَإِنْ لَمْ
يُصِبْهَا وَابِلٌ
فَطَلٌّ
وَاللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
بَصِيرٌ
265
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun
kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam
kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang
itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu
ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.
أَيَوَدُّ
أَحَدُكُمْ
أَنْ
تَكُونَ
لَهُ
جَنَّةٌ
مِنْ نَخِيلٍ
وَأَعْنَابٍ
تَجْرِي
مِنْ تَحْتِهَا
الأنْهَارُ
لَهُ فِيهَا
مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ
وَأَصَابَهُ
الْكِبَرُ
وَلَهُ
ذُرِّيَّةٌ
ضُعَفَاءُ
فَأَصَابَهَا
إِعْصَارٌ
فِيهِ نَارٌ
فَاحْتَرَقَتْ
كَذَلِكَ
يُبَيِّنُ
اللَّهُ
لَكُمُ
الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ
تَتَفَكَّرُونَ
266
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah)
sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami
keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk
lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya
melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah
Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
أَنْفِقُوا
مِنْ طَيِّبَاتِ
مَا
كَسَبْتُمْ
وَمِمَّا
أَخْرَجْنَا
لَكُمْ مِنَ
الأرْضِ
وَلا تَيَمَّمُوا
الْخَبِيثَ
مِنْهُ
تُنْفِقُونَ
وَلَسْتُمْ
بِآخِذِيهِ
إِلا أَنْ تُغْمِضُوا
فِيهِ
وَاعْلَمُوا
أَنَّ اللَّهَ
غَنِيٌّ
حَمِيدٌ
267
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan
menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu
ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengetahui.
الشَّيْطَانُ
يَعِدُكُمُ
الْفَقْرَ
وَيَأْمُرُكُمْ
بِالْفَحْشَاءِ
وَاللَّهُ
يَعِدُكُمْ
مَغْفِرَةً
مِنْهُ
وَفَضْلا
وَاللَّهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ
268
Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al
Qur’an dan As Sunah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang
dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang
banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran
(dari firman Allah).
يُؤْتِي
الْحِكْمَةَ
مَنْ
يَشَاءُ
وَمَنْ يُؤْتَ
الْحِكْمَةَ
فَقَدْ
أُوتِيَ
خَيْرًا
كَثِيرًا
وَمَا
يَذَّكَّرُ
إِلا أُولُو الألْبَابِ
269
Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan,
maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat lalim tidak
ada seorang penolong pun baginya.
وَمَا
أَنْفَقْتُمْ
مِنْ
نَفَقَةٍ
أَوْ نَذَرْتُمْ
مِنْ نَذْرٍ
فَإِنَّ
اللَّهَ
يَعْلَمُهُ
وَمَا
لِلظَّالِمِينَ
مِنْ أَنْصَارٍ
270
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali.
Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir,
maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari
kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
إِنْ
تُبْدُوا
الصَّدَقَاتِ
فَنِعِمَّا
هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا
وَتُؤْتُوهَا
الْفُقَرَاءَ
فَهُوَ
خَيْرٌ
لَكُمْ
وَيُكَفِّرُ
عَنْكُمْ مِنْ
سَيِّئَاتِكُمْ
وَاللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
خَبِيرٌ
271
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan
tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufik) siapa yang
dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah),
maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan
sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah. Dan apa saja harta yang baik
yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang
kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).
لَيْسَ
عَلَيْكَ
هُدَاهُمْ
وَلَكِنَّ
اللَّهَ
يَهْدِي مَنْ
يَشَاءُ
وَمَا
تُنْفِقُوا
مِنْ خَيْرٍ
فَلأنْفُسِكُمْ
وَمَا
تُنْفِقُونَ
إِلا ابْتِغَاءَ
وَجْهِ
اللَّهِ
وَمَا
تُنْفِقُوا
مِنْ خَيْرٍ
يُوَفَّ
إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ
لا تُظْلَمُونَ
272
(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad)
di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak
tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu
kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang
secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan
Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
لِلْفُقَرَاءِ
الَّذِينَ
أُحْصِرُوا
فِي سَبِيلِ اللَّهِ
لا
يَسْتَطِيعُونَ
ضَرْبًا فِي
الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ
الْجَاهِلُ
أَغْنِيَاءَ
مِنَ التَّعَفُّفِ
تَعْرِفُهُمْ
بِسِيمَاهُمْ
لا
يَسْأَلُونَ
النَّاسَ
إِلْحَافًا
وَمَا تُنْفِقُوا
مِنْ خَيْرٍ
فَإِنَّ
اللَّهَ بِهِ
عَلِيمٌ
273
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari
secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ
أَمْوَالَهُمْ
بِاللَّيْلِ
وَالنَّهَارِ
سِرًّا
وَعَلانِيَةً
فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ
عِنْدَ
رَبِّهِمْ
وَلا خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ
يَحْزَنُونَ
274
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan)
penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka
berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang
telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari
mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum
datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang
mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka;
mereka kekal di dalamnya.
الَّذِينَ
يَأْكُلُونَ
الرِّبَا لا
يَقُومُونَ
إِلا كَمَا
يَقُومُ
الَّذِي
يَتَخَبَّطُهُ
الشَّيْطَانُ
مِنَ
الْمَسِّ
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ
قَالُوا
إِنَّمَا
الْبَيْعُ مِثْلُ
الرِّبَا
وَأَحَلَّ
اللَّهُ الْبَيْعَ
وَحَرَّمَ
الرِّبَا
فَمَنْ
جَاءَهُ
مَوْعِظَةٌ
مِنْ رَبِّهِ
فَانْتَهَى فَلَهُ
مَا سَلَفَ
وَأَمْرُهُ
إِلَى اللَّهِ
وَمَنْ
عَادَ
فَأُولَئِكَ
أَصْحَابُ النَّارِ
هُمْ فِيهَا
خَالِدُونَ
275
Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
يَمْحَقُ
اللَّهُ
الرِّبَا
وَيُرْبِي
الصَّدَقَاتِ
وَاللَّهُ
لا يُحِبُّ
كُلَّ
كَفَّارٍ
أَثِيمٍ
276
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh,
mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi
Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka
bersedih hati.
إِنَّ
الَّذِينَ
آمَنُوا
وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ
وَأَقَامُوا
الصَّلاةَ
وَآتَوُا
الزَّكَاةَ
لَهُمْ
أَجْرُهُمْ
عِنْدَ
رَبِّهِمْ وَلا
خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ
وَلا هُمْ
يَحْزَنُونَ
277
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang
beriman.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ
وَذَرُوا
مَا بَقِيَ
مِنَ
الرِّبَا
إِنْ كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ
278
Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka
ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu
bertobat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak
menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
فَإِنْ
لَمْ
تَفْعَلُوا
فَأْذَنُوا
بِحَرْبٍ
مِنَ اللَّهِ
وَرَسُولِهِ
وَإِنْ
تُبْتُمْ
فَلَكُمْ
رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ
لا تَظْلِمُونَ
وَلا
تُظْلَمُونَ
279
Dan jika (orang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah
tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang)
itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
وَإِنْ
كَانَ ذُو
عُسْرَةٍ
فَنَظِرَةٌ
إِلَى
مَيْسَرَةٍ وَأَنْ
تَصَدَّقُوا
خَيْرٌ
لَكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ
تَعْلَمُونَ
280
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang
pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing
diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya,
sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).
وَاتَّقُوا
يَوْمًا
تُرْجَعُونَ
فِيهِ إِلَى
اللَّهِ ثُمَّ
تُوَفَّى كُلُّ
نَفْسٍ مَا
كَسَبَتْ
وَهُمْ لا
يُظْلَمُونَ
281
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan
hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan
janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah
mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang
itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada
Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikit pun daripada utangnya.
Jika yang berutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau
dia sendiri tidak mampu mengimlakan, maka hendaklah walinya mengimlakan
dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang
lelaki di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang
lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika
seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu
enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu
menulis utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya.
Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan
persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah
muamalahmu itu), kecuali jika muamalah itu perdagangan tunai yang kamu
jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak
menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah
penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang
demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan
bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu.
يَا
أَيُّهَا
الَّذِينَ
آمَنُوا
إِذَا تَدَايَنْتُمْ
بِدَيْنٍ
إِلَى
أَجَلٍ
مُسَمًّى
فَاكْتُبُوهُ
وَلْيَكْتُبْ
بَيْنَكُمْ
كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ
وَلا يَأْبَ
كَاتِبٌ
أَنْ يَكْتُبَ
كَمَا
عَلَّمَهُ
اللَّهُ فَلْيَكْتُبْ
وَلْيُمْلِلِ
الَّذِي
عَلَيْهِ
الْحَقُّ
وَلْيَتَّقِ
اللَّهَ رَبَّهُ
وَلا
يَبْخَسْ
مِنْهُ
شَيْئًا
فَإِنْ كَانَ
الَّذِي
عَلَيْهِ
الْحَقُّ
سَفِيهًا أَوْ
ضَعِيفًا
أَوْ لا
يَسْتَطِيعُ
أَنْ يُمِلَّ
هُوَ
فَلْيُمْلِلْ
وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ
وَاسْتَشْهِدُوا
شَهِيدَيْنِ
مِنْ
رِجَالِكُمْ
فَإِنْ لَمْ
يَكُونَا رَجُلَيْنِ
فَرَجُلٌ
وَامْرَأَتَانِ
مِمَّنْ
تَرْضَوْنَ
مِنَ
الشُّهَدَاءِ
أَنْ تَضِلَّ
إِحْدَاهُمَا
فَتُذَكِّرَ
إِحْدَاهُمَا
الأخْرَى
وَلا يَأْبَ
الشُّهَدَاءُ
إِذَا مَا
دُعُوا وَلا
تَسْأَمُوا
أَنْ تَكْتُبُوهُ
صَغِيرًا
أَوْ
كَبِيرًا
إِلَى أَجَلِهِ
ذَلِكُمْ
أَقْسَطُ
عِنْدَ
اللَّهِ
وَأَقْوَمُ
لِلشَّهَادَةِ
وَأَدْنَى أَلا
تَرْتَابُوا
إِلا أَنْ
تَكُونَ
تِجَارَةً
حَاضِرَةً
تُدِيرُونَهَا
بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ
عَلَيْكُمْ
جُنَاحٌ
أَلا تَكْتُبُوهَا
وَأَشْهِدُوا
إِذَا
تَبَايَعْتُمْ
وَلا
يُضَارَّ
كَاتِبٌ
وَلا
شَهِيدٌ
وَإِنْ
تَفْعَلُوا
فَإِنَّهُ
فُسُوقٌ
بِكُمْ وَاتَّقُوا
اللَّهَ
وَيُعَلِّمُكُمُ
اللَّهُ
وَاللَّهُ
بِكُلِّ
شَيْءٍ عَلِيمٌ
282
Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai)
sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang
tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian
kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu
menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah
Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan
barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang
berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
وَإِنْ
كُنْتُمْ
عَلَى
سَفَرٍ
وَلَمْ تَجِدُوا
كَاتِبًا فَرِهَانٌ
مَقْبُوضَةٌ
فَإِنْ
أَمِنَ بَعْضُكُمْ
بَعْضًا
فَلْيُؤَدِّ
الَّذِي اؤْتُمِنَ
أَمَانَتَهُ
وَلْيَتَّقِ
اللَّهَ
رَبَّهُ
وَلا
تَكْتُمُوا
الشَّهَادَةَ
وَمَنْ
يَكْتُمْهَا
فَإِنَّهُ
آثِمٌ قَلْبُهُ
وَاللَّهُ
بِمَا
تَعْمَلُونَ
عَلِيمٌ
283
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang
ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu
menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang
perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan
menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala
sesuatu.
لِلَّهِ
مَا فِي
السَّمَاوَاتِ
وَمَا فِي الأرْضِ
وَإِنْ تُبْدُوا
مَا فِي
أَنْفُسِكُمْ
أَوْ تُخْفُوهُ
يُحَاسِبْكُمْ
بِهِ
اللَّهُ فَيَغْفِرُ
لِمَنْ
يَشَاءُ
وَيُعَذِّبُ
مَنْ
يَشَاءُ
وَاللَّهُ
عَلَى كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ
284
Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun
(dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan:
“Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami
ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.
آمَنَ
الرَّسُولُ
بِمَا
أُنْزِلَ
إِلَيْهِ
مِنْ
رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ
كُلٌّ آمَنَ
بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ
وَكُتُبِهِ
وَرُسُلِهِ
لا نُفَرِّقُ
بَيْنَ
أَحَدٍ مِنْ
رُسُلِهِ وَقَالُوا
سَمِعْنَا
وَأَطَعْنَا
غُفْرَانَكَ
رَبَّنَا
وَإِلَيْكَ
الْمَصِيرُ
285
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan
kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia
mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a):
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang
berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya
Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami
memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah
Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
لا
يُكَلِّفُ
اللَّهُ
نَفْسًا
إِلا وُسْعَهَا
لَهَا مَا كَسَبَتْ
وَعَلَيْهَا
مَا
اكْتَسَبَتْ
رَبَّنَا لا
تُؤَاخِذْنَا
إِنْ
نَسِينَا
أَوْ أَخْطَأْنَا
رَبَّنَا
وَلا
تَحْمِلْ
عَلَيْنَا
إِصْرًا
كَمَا
حَمَلْتَهُ
عَلَى الَّذِينَ
مِنْ
قَبْلِنَا
رَبَّنَا
وَلا تُحَمِّلْنَا
مَا لا
طَاقَةَ
لَنَا بِهِ وَاعْفُ
عَنَّا
وَاغْفِرْ
لَنَا
وَارْحَمْنَا
أَنْتَ
مَوْلانَا
فَانْصُرْنَا
عَلَى الْقَوْمِ
الْكَافِرِينَ
286

Kesimpulan Surat Al Baqarah:

1. Menjelaskan beberapa hukum dalam agama Islam.
2. Mengemukakan beberapa perumpamaan.
3. Mengemukakan hujjah-hujjah.

Persesuaian surat Al Baqarah dengan surat Ali ‘Imran

1. Dalam surat Al Baqarah disebutkan Nabi Adam a.s. yang langsung diciptakan Tuhan, sedang dalam surat Ali ‘Imran disebutkan tentang kelahiran Nabi Isa a.s. yang kedua-duanya dijadikan Allah menyimpang dari kebiasaan.
2. Dalam surat Al Baqarah sifat dan perbuatan orang-orang Yahudi dibentangkan secara luas, disertai dengan hujjah untuk mematahkan hujjah-hujjah mereka yang membela kesesatan, sedang dalam surat Ali ‘Imran dibentangkan hal-hal yang serupa yang berhubungan dengan orang Nasrani.
3. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan tiga golongan manusia, ialah orang-orang mukmin, orang-orang kafir dan orang-orang munafik, sedang surat Ali ‘Imran dimulai dengan menyebutkan orang-orang yang suka menta’wilkan ayat yang mutasyabihaat dengan ta’wil yang salah untuk memfitnah orang mukmin dan menyebutkan orang yang mempunyai keahlian dalam menta’wilkannya.
4. Surat Al Baqarah disudahi dengan permohonan kepada Allah agar diampuni kesalahan-kesalahan dan kealpaan dalam melaksanakan taat, sedang surat Ali ‘Imrandisudahi dengan permohonan kepada Allah agar Dia memberi pahala atas amal kebaikan hamba-Nya.
5. Surat Al Baqarah dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat orang yang bertakwa, sedang surat Ali ‘Imran dimulai dengan perintah bertaqwa.

Kita sudah sampai pada akhir artikel tentang surat al baqarah, semoga bermanfaat. Klik surat yasin untuk membaca surat yasin dan terjemahnya.