Baca Surat Al Waqiah Arab Latin dan Terjemahan

Surat Al Waqiah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Surat Al Waqi’ah diturunkan sesudah surat Thaa Haa. Dinamai dengan Al Waaqi’ah (Hari Kiamat), diambil dari perkataan Al Waaqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Dibawah ini silahkan anda baca al quran surat al waqiah lengkap dengan arab dan juga terjemahnya dan juga latin. Anda juga dapat membaca surat yasin dan surat lainnya di blog ini.

surat al waqiah indonesia, arab, dan latin

INFORMASI
Nama
Surah
Al Waqi’ah
Arti
Surah
Hari
Kiamat
Surah
Ke
56
Jumlah
Ayat
96 Ayat
Jumlah
Ruku’
3
Surah
Sebelumnya
Ar
Rahman
Surah
Setelahnya
Al
Hadid
Juz
Juz 27
Klasifikasi
Makkiyah

Surat Al Waqiah

Teks Bacaan Surat Al Waqiah latin, arab, dan terjemahan

Ayat: 96
Makiyah
Surat ke: #56
Arti Surat Al Waqiah: Hari Kiamat
إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ ﴿١﴾
(1)
Apabila terjadi hari kiamat,
1. idzaa
waqo’atil waaqi’ah
 
لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ﴿٢﴾
(2) terjadinya
kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).
2. laysali waqo’atihaa
kaadziba
 
خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ﴿٣﴾
(3)
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang
lain),
3. khoofidhotun
raafi’a
 
إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا ﴿٤﴾
(4) apabila bumi
digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
4. idzaa rujjatil-ardhu
rojjaa
 
وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا ﴿٥﴾
(5)
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
5. wabussatil
jibaalu bassaa
 
فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنبَثًّا ﴿٦﴾
(6) maka jadilah dia
debu yang beterbangan,
6. fakaanat habaa-am
munbatstsaa
 
وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً ﴿٧﴾
(7)
dan kamu menjadi tiga golongan.
7. wakuntum
azwaajan tsalaatsa
 
فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ ﴿٨﴾
(8) Yaitu golongan
kanan . Alangkah mulianya golongan kanan itu.
8. fa-ash-haabul maymanati
maa ash-haabul maymanah
 
وَأَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَشْأَمَةِ ﴿٩﴾
(9)
Dan golongan kiri . Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
9.
wa-ash-haabul masy-amati maa ash-haabul masy-amah
 
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ ﴿١٠﴾
(10) Dan orang-orang
yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).
10. wassaabiquunas
saabiquun
 
أُولَـٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ ﴿١١﴾
(11)
Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).
11. ulaa-ikal
muqarrobuun
 
فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ ﴿١٢﴾
(12) Berada dalam
surga keni’matan.
12 fii jannaatin na’iim
 
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿١٣﴾
(13)
Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
13 tsullatun
minal-awwaliin
 
وَقَلِيلٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿١٤﴾
(14) dan segolongan
kecil dari orang-orang yang kemudian .
14 waqoliilun
minal-aakhiriinaa
 
عَلَىٰ سُرُرٍ مَّوْضُونَةٍ ﴿١٥﴾
(15)
Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
15 ‘alaa
sururin mawdhuuna
 
مُّتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ ﴿١٦﴾
(16) seraya bertelekan
di atasnya berhadap-hadapan.
16 muttaki-iina ‘alayhaa
mutaqoobiliin
 
يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ ﴿١٧﴾
(17)
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
17 yathuufu
‘alayhim wildaanun mukholladuun
 
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ ﴿١٨﴾
(18) dengan membawa
gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang
mengalir,
18 bi-akwaabin wa-abaariiqo
wakaasin min ma’iin
 
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنزِفُونَ ﴿١٩﴾
(19)
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
19 laa
yushodda’uuna ‘anhaa walaa yunnzifuun
 
وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ﴿٢٠﴾
(20) dan buah-buahan
dari apa yang mereka pilih,
20 wafaakihatin mimmaa
yatakhoyyaruun
 
وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُونَ ﴿٢١﴾
(21)
dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
21 walahmi
thoyrin mimmaa yasytahuun
 
وَحُورٌ عِينٌ ﴿٢٢﴾
(22) Dan (di dalam
surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
22 wahuurun ‘iin
 
كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ ﴿٢٣﴾
(23)
laksana mutiara yang tersimpan baik.
23 ka-amtsaalil
luu’ luil maknuun
 
جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٢٤﴾
(24) Sebagai balasan
bagi apa yang telah mereka kerjakan.
24 jazaa-an bimaa kaanuu
ya’maluun
 
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا وَلَا تَأْثِيمًا ﴿٢٥﴾
(25)
Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula
perkataan yang menimbulkan dosa,
25 laa
yasma’uuna fiihaa laghwan walaa taa tsiimaa
 
إِلَّا قِيلًا سَلَامًا سَلَامًا ﴿٢٦﴾
(26) akan tetapi
mereka mendengar ucapan salam.
26 illaa qiilan salaaman
salaamaa
 
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ ﴿٢٧﴾
(27)
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.
27
wa-ash-haabul yamiini maa ash-haabul yamiin
 
فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ ﴿٢٨﴾
(28) Berada di
antara pohon bidara yang tidak berduri,
28 fii sidrin makhdhuud
 
وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ ﴿٢٩﴾
(29)
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
29 watholhin
mangdhuud
 
وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ ﴿٣٠﴾
(30) dan naungan
yang terbentang luas,
30 wazhillin mamduud
(Note: faedah dan fadilah surat al waqiah (belum tersedia 
وَمَاءٍ مَّسْكُوبٍ ﴿٣١﴾
(31)
dan air yang tercurah,
31 wamaa-in
maskuub
 
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ ﴿٣٢﴾
(32) dan buah-buahan
yang banyak,
32 wafaakihatinn katsiira
 
لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ ﴿٣٣﴾
(33)
yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
33 laa
maqthuu’atin walaa mamnuu’a
 
وَفُرُشٍ مَّرْفُوعَةٍ ﴿٣٤﴾
(34) dan kasur-kasur
yang tebal lagi empuk.
34 wafurusyinn marfuu’a
 
إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاءً ﴿٣٥﴾
(35)
Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung .
35 innaa
annsyaa naahun-na innsyaa-a
 
فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا ﴿٣٦﴾
(36) dan Kami
jadikan mereka gadis-gadis perawan,
36 faja’alnaahunna abkaaroo
 
عُرُبًا أَتْرَابًا ﴿٣٧﴾
(37)
penuh cinta lagi sebaya umurnya,
37 ‘uruban
atroobaa
 
لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٣٨﴾
(38) (Kami ciptakan
mereka) untuk golongan kanan,
38 li-ash-haabil yamiin
 
ثُلَّةٌ مِّنَ الْأَوَّلِينَ ﴿٣٩﴾
(39)
(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
39 tsullatun
minal-awwaliin
 
وَثُلَّةٌ مِّنَ الْآخِرِينَ ﴿٤٠﴾
(40) dan segolongan
besar pula dari orang yang kemudian.
40 watsullatun
minal-aakhiriin
 
وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾
(41)
Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.
41 wa-ash-haabu
sysyimaa limaa ash-haabusysyimaal
 
فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾
(42) Dalam (siksaan)
angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,
42 fii samuumin wahamiim
 
وَظِلٍّ مِّن يَحْمُومٍ ﴿٤٣﴾
(43)
dan dalam naungan asap yang hitam.
43 wazhillin
minn yahmuum
 
لَّا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ ﴿٤٤﴾
(44) Tidak sejuk dan
tidak menyenangkan.
44 laa baaridin walaa
kariim
 
إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَ‌ٰلِكَ مُتْرَفِينَ ﴿٤٥﴾
(45)
Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.
45 innahum
kaanuu qobla dzaalika mutrafiin
 
وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنثِ الْعَظِيمِ ﴿٤٦﴾
(46) Dan mereka
terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.
46 wakaanuu yushirruuna
‘alaal hintsil ’azhiim
 
وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا
وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ ﴿٤٧﴾
(47)
Dan mereka selalu mengatakan: “Apakah apabila kami mati dan menjadi
tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan
dibangkitkan kembali?,
47 wakaanuu
yaquuluuna a-idzaa mitnaa wakunnaa turooban wa’izhooman a-innaa lamab
’uutsuun
 
أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ ﴿٤٨﴾
(48) apakah
bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?”
48 awa aabaa-unaal-awwaluun
 
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ ﴿٤٩﴾
(49)
Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang
yang terkemudian,
49 qul
innal-awwaliina wal-aakhiriin
 
لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُومٍ ﴿٥٠﴾
(50) benar-benar
akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
50 lamajmuu’uuna ilaa
miiqooti yawmin ma’luum
(Note: khasiat dan manfaat dan keutamaan surat al waqiah (belum tersedia
ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ ﴿٥١﴾
(51)
Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,
51 tsumma
innakum ayyuhaadhdhoolluunal mukadzdzibuun
 
لَآكِلُونَ مِن شَجَرٍ مِّن زَقُّومٍ ﴿٥٢﴾
(52) benar-benar
akan memakan pohon Zaqqum,
52 laa-akiluuna minn
syajarin minn zaqquum
 
فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ ﴿٥٣﴾
(53)
dan akan memenuhi perutmu dengannya.
53 famaali-uuna
minhaal buthuun
 
فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ ﴿٥٤﴾
(54) Sesudah itu
kamu akan meminum air yang sangat panas.
54 fasyaaribuuna ‘alayhi
minal hamiim
 
فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ ﴿٥٥﴾
(55)
Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.
55 fasyaaribuuna
syurbalhiim
 
هَـٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ ﴿٥٦﴾
(56) Itulah hidangan
untuk mereka pada hari Pembalasan”.
56 haadzaa nuzuluhum
yawmaddiin
 
نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ ﴿٥٧﴾
(57)
Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan ( hari
berbangkit)?
57 nahnu
kholaqnaakum falawlaa tushoddiquun
 
أَفَرَأَيْتُم مَّا تُمْنُونَ ﴿٥٨﴾
(58) Maka
terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
58 afaro-aytum maa tumnuun
 
أَأَنتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ ﴿٥٩﴾
(59)
Kamukah yang menciptakannya, atau Kami kah yang menciptakannya?
59 a-antum
takhluquunahu am nahnul khooliquun
 
نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ
بِمَسْبُوقِينَ ﴿٦٠﴾
(60) Kami telah
menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat
dikalahkan,
60 nahnu qoddarnaa
baynakumulmawta wamaa nahnu bimasbuuqiin
 
عَلَىٰ أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِي مَا
لَا تَعْلَمُونَ ﴿٦١﴾
(61)
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia)
dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu
ketahui.
61 ‘alaa an
nubaddila amtsaalakum wanunsyi-akum fii maa laa ta’lamuun
 
وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَىٰ فَلَوْلَا
تَذَكَّرُونَ ﴿٦٢﴾
(62) Dan
sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah
kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
62 walaqod ‘alimtumun
nasy-atal-uulaa falawlaa tadzakkaruun
 
أَفَرَأَيْتُم مَّا تَحْرُثُونَ ﴿٦٣﴾
(63)
Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?
63 afaro-aytum
maa tahrutsuun
 
أَأَنتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ ﴿٦٤﴾
(64) Kamukah yang
menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?
64 a-antum tazro’uunahu am
nahnuzzaari’uun
 
لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ
تَفَكَّهُونَ ﴿٦٥﴾
(65)
Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka
jadilah kamu heran tercengang.
65 law nasyaau
laja’alnaahu huthooman fazholtum tafakkahuun
 
إِنَّا لَمُغْرَمُونَ ﴿٦٦﴾
(66) (Sambil
berkata): “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,
66 innaa lamughramuun
 
بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ ﴿٦٧﴾
(67)
bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”
67 bal nahnu
mahruumuun
 
أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ ﴿٦٨﴾
(68) Maka
terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
68
afaro-aytumulmaa-alladzii tasyrobuun
 
أَأَنتُمْ أَنزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ
الْمُنزِلُونَ ﴿٦٩﴾
(69)
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
69 a-antum
annzaltumuuhu minalmuzni am nahnul munnziluun
 
لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ
﴿٧٠﴾
(70) Kalau Kami
kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
70 law nasyaau ja’alnaahu
ujaajan falawlaa tasykuruun
(Note: surat al waqiah mp3 (belum tersedia
أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ ﴿٧١﴾
(71)
Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari
gosokan-gosokan kayu).
71
afaro-aytumun naarollatii tuu ruun
 
أَأَنتُمْ أَنشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ
الْمُنشِئُونَ ﴿٧٢﴾
(72) Kamukah yang
menjadikan kayu itu atau Kami-kah yang menjadikannya?
72 a-antum ansya-tum
syajarotahaa am nahnul munnsyi-uun
 
نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِّلْمُقْوِينَ
﴿٧٣﴾
(73)
Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir
di padang pasir.
73 nahnu
ja’alnaahaa tadzkirotan wamataa’an lil muqwiin
 
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٧٤﴾
(74) Maka
bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.
74 fasabbih bismi robbikal
’azhiim
 
۞ فَلَا
أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ ﴿٧٥﴾
(75)
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
75 falaa uqsimu
bimawaaqi ’innujuum
 
وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ ﴿٧٦﴾
(76) Sesungguhnya
sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,
76 wa-innahu laqosamun law
ta’lamuuna ‘azhiim
 
إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ ﴿٧٧﴾
(77)
sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
77
innahuu laqur’aanun kariim
 
فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ ﴿٧٨﴾
(78) pada kitab yang
terpelihara (Lauh Mahfuzh),
78 fii kitaabin maknuun
 
لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ ﴿٧٩﴾
(79)
tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
laa yamassuhu
illaal muthohharuun
 
تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ ﴿٨٠﴾
(80) Diturunkan dari
Tuhan semesta alam.
tannziilun min
robbil’aalamiin
 
أَفَبِهَـٰذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ ﴿٨١﴾
(81)
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur’an ini?,
afabihaa dzaal
hadiitsi antum mud-hinuun
 
وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ ﴿٨٢﴾
(82) kamu
(mengganti) rezki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).
wataj’aluuna rizqokum
annakum tukadzdzibuun
 
فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ ﴿٨٣﴾
(83)
Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
falawlaa idzaa
balaghotil hulquum
 
وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ ﴿٨٤﴾
(84) padahal kamu
ketika itu melihat,
wa-antum hiina-idzin
tangzhuruun
 
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَـٰكِن لَّا
تُبْصِرُونَ ﴿٨٥﴾
(85)
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
wanahnu aqrobu
ilayhi minkum walaakin laa tubshiruun
 
فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ ﴿٨٦﴾
(86) maka mengapa
jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
falawlaa in kunntum ghayro
madiiniin
 
تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٨٧﴾
(87)
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah
orang-orang yang benar?,
87 tarji’uu
nahaa in kuntum shoodiqiin
 
فَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ ﴿٨٨﴾
(88) adapun jika dia
(orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),
88 fa-ammaa in kaana minal
muqorrobiin
 
فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّتُ نَعِيمٍ ﴿٨٩﴾
(89)
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta surga keni’matan.
89 farowhun
waroyhaanun wajannatu na’iim
 
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩٠﴾
(90) Dan adapun jika
dia termasuk golongan kanan,
90 wa-ammaa in kaana min
ash-haabil yamiin
 
فَسَلَامٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ ﴿٩١﴾
(91)
maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.
91 fasalaamun
laka min ash-haabil yamiin
 
وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ ﴿٩٢﴾
(92) Dan adapun jika
dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,
92 wa-ammaa in kaana minal
mukadzdzibiinadhdhoolliin
 
فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيمٍ ﴿٩٣﴾
(93)
maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
93 fanuzulun
min hamiim
 
وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ ﴿٩٤﴾
(94) dan dibakar di
dalam neraka.
94 watashliyatu jahiim
 
إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ ﴿٩٥﴾
(95)
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
95 inna haadzaa
lahuwa haqqul yaqiin
 
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ ﴿٩٦﴾
(96) Maka
bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.
96 fasabbih bismi robbikal
’azhiim
Baca juga:
Quran Terjemah Indonesia

Surat Al Waqiah Youtube

Dengarkan dan tonton video surat al waqiah dibawah ini dengan suara tilawat dari Syeikh Al-Afasy yang sangat merdu dan enak didengar.

Kandungan Surah Al Waqiah

1. Keimanan:
Huru-hara di waktu terjadinya hari kiamat; manusia di waktu hisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang ber- segera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan; bantahan Allah terhadap keingkaran orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab; Al Quran berasal dari Lauhul Mahfuuzh.
2. Dan lain-lain:
Gambaran tentang syurga dan neraka.

Penutup Surat Al Waqiah
Surat Al Waaqi’ah menerangkan tentang keadaan hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang kafir. Kemudian diterangkan penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.


HUBUNGAN SURAT AL WAQIAH DENGAN SURAT AL HADIID

1. Surat Al Waaqi’ah diakhiri dengan perintah bertasbih dengan menyebut nama Tuhan, Maha Pencipta lagi Maha Pemelihara, sedang pada permulaan surat Al Hadiid disebutkan bahwa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah.
2. Dalam surat Al Waaqi’ah disebut orang-orang yang bersegera (As- Saabiquun), sedang pada surat Al Hadiid diterangkan kemana orang- orang itu harus bersegera.
3. Sama-sama menerangkan kekuasaan Allah.

Itulah surah al waqiah indonesia serta arab dan latinnya, semoga bermanfaat. Tolong admin untuk menyebarkan atau share artikel ini ke berbagai sosial media agar lebih banyak lagi yang membaca al quran dan anda pun akan mendapat amal karena telah mengejak orang lain membaca al quran.